JurnalPost.com - Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah mempengaruhi kehidupan masyarakat, salah satunya masyarakat Indonesia. Berbagai kebutuhan hidup seperti alat komunikasi, akses informasi, belanja, alat transportasi dan alat pembayaran lainnya dapat dipenuhi melalui media baru. Internet merupakan media baru yang muncul setelah surat kabar dan media audiovisual. Di Indonesia, perkembangan infrastruktur internet dimulai pada tahun 1980-an, dan hingga saat ini jumlah penggunanya terus meningkat.
Di tengah derasnya arus informasi yang disebarluaskan oleh media baru, kebenaran informasi menjadi menyesatkan dan seringkali mengambang. Tak heran jika berita bohong atau hoax kerap menjadi perbincangan masyarakat akhir-akhir ini. Fenomena ini menjadi memalukan karena realitas sosial dibangun di atas realitas media. Kecenderungan munculnya hoax adalah cara produksi dan distribusi berita atau informasi berubah. Jika dulu produksi berita sangat eksklusif dan hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu, kini lebih mudah memproduksi dan memanipulasi berita.
Di era saat ini, perkembangan teknologi sangat mempengaruhi generasi penerus bangsa. Media sosial tentunya memiliki pengaruh besar bagi generasi penerus bangsa. Pada dasarnya, media sosial memiliki pengaruh baik dan pengaruh buruk. Seperti yang kita ketahui bersama, jejaring sosial secara inheren memiliki banyak pengaruh, dapat berdampak besar pada masyarakat. Misalnya ketika ada isu seperti gambar yang awalnya hanya berita biasa tapi setelah itu diadopsi oleh jejaring sosial yang berpengaruh seperti Instagram, Twitter, dll. dukungan, hal itu membuat berita semakin heboh dan berpengaruh bagi masyarakat. Pendapat memiliki pengaruh besar pada masyarakat, kebanyakan orang mudah terombang-ambing dengan adanya berita semacam itu dan memiliki alasan pro dan kontra. Pasalnya, konten jejaring sosial sangat memengaruhi mood komunitas.
Namun tidak semua yang ada di dalam media sosial yang diberikan oleh influence tersebut baik dan memberikan materi yang berhubungan dengan nasionalisme dan integrasi bangsa. Akun media sosial yang baik yang memberikan pengetahuan mengenai nasionalisme hingga integritas bangsa tentunya akan memberikan sikap positif untuk kebenaran yang dikonstrusikan pada pikirannya. Selain pengaruh media sosial yang ditimbulkan dari influence yang menjadi acuan masyarakat. Media sosial juga dapat memberikan pengaruh pluralisme nilai dan norma sosial yang merupakan dampak dari media social di era modern saat ini. Misalnya saja seperti yang biasanya masyarakat menonton tv menggunakan saluran tayangan film tanah air, pada saat ini sudah beralih dengan hadirnya youtube yang dapat memberikan siaran internasional dengan mudah. Pengaruh hadirnya kebudayaan dari luar yang dengan gampang di akses di Indonesia tentu akan mempengaruhi rasa nasionalisme dan integritas bangsa yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Negara yang memiliki kemajuan teknologi akan memiliki kendali dari sosial media pada era modern ini. Hadirnya kultural yang masuk akan mempengaruhi masyarakat tidak lagi memiliki nasionalisme yang tinggi dengan budaya tradisional yang dimiliki oleh Indonesia sehingga menyebabkan kecintaannya terhadap bangsanya memudar.
Karena fungsi utama jejaring sosial adalah untuk berbagi informasi dan membangun hubungan antar pengguna, maka masyarakat harus lebih cerdas dalam menggunakan dan menggunakan jejaring sosial untuk meningkatkan hubungan sosial dan meningkatkan persatuan bangsa. Pembinaan hubungan sosial menjadi penting dalam rangka peningkatan kesadaran berbangsa, persatuan dan kesatuan bangsa menuju bangsa yang sejahtera dan sejahtera. Media sosial dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan sesuai peran dan fungsinya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dengan pemanfaatan media sosial diharapkan masyarakat mampu menciptakan pembangunan sosial yang modern dan terbuka berbasis media sosial. Apabila hal ini dapat tercipta, maka suasana pelatihan akan lebih berwarna dan komunikasi antar komunitas menjadi lebih efektif.
Dan yang paling memprihatinkan adalah dampak media sosial terhadap perilaku anak remaja kita, mereka menjadi apatis dan cuek dengan lingkungan sekitarnya, orang tua kita semakin sulit berkomunikasi dengan anaknya, apalagi terpaksa membantu pekerjaan rumah. Media sosial membuat anak-anak kita semakin malas untuk belajar dan lebih sulit untuk dihadapi, karena mereka menghabiskan hampir seluruh waktunya untuk menyaring informasi, baik di sekolah, di luar sekolah maupun di rumah. Anak-anak suka menggunakan media sosial untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang tua mereka, dan bagian terburuknya adalah hampir setiap masalah yang mereka hadapi disiarkan di media sosial, bahkan hal-hal pribadi yang diketahui semua orang, bahkan jika tidak, orang tidak perlu tahu. . . mereka tidak menyadari bahwa apa yang kita pancarkan telah menjadi konsumsi bersama dan sulit untuk ditarik kembali. Masalah ini tidak bisa diabaikan, harus ada solusi karena anak adalah harapan kita, yang akan menjadi bahan bakar kepemimpinan kita di masa depan.
Saat ini, teknologi internet dan ponsel semakin maju, sehingga media sosial juga berkembang pesat. Milenial sekarang sangat bergantung pada media sosial. Mereka sangat identik dengan smartphone yang hampir 24 jam sehari dalam genggaman dan begitu sibuk berselancar di dunia online yang seolah tidak pernah berhenti. Milenial mendominasi penggunaan media sosial di Indonesia. Sayangnya, generasi milenial, serta sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia, belum mengimplementasikan Pancasila dalam aktivitas media sosialnya. Hal ini berawal dari hasil survei Microsoft yang menunjukkan bahwa masih banyak hoaks, ujaran kebencian, dan diskriminasi di jejaring sosial Indonesia yang dapat mengancam persatuan bangsa. Padahal, Pancasila merupakan nilai luhur, nilai-nilainya harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dunia maya untuk menjaga persatuan bangsa dan jati diri bangsa yang dimiliki bangsa Indonesia.Pancasila sebagai tuntunan etis dalam jejaring sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyadari pentingnya pengamalan pancasila adalah dengan mendidik pancasila, memupuk rasa cinta tanah air dan nasionalisme, menciptakan lingkungan keluarga yang mewujudkan nilai-nilai pancasila dan memanfaatkan jejaring sosial sebagai wadah untuk mendidik pentingnya pengimplementasian pancasila dalam kehidupan.
Daftar Pustaka Safitri, A., & Dewi, D. A. 2021. Implementasi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pedoman Generasi Milenial dalam Bersikap di Media Sosial. Diakses pada 26 Juli 2023 dari https://ummaspul.e-journal.id/Edupsycouns/article/view/1301 Website Resmi Provinsi Sulawesi Selatan: Pengaruh Media Sosial Terhadap Masyarakat. Diakses pada 26 juli 2023 dari https://sulselprov.go.id/welcome/post/pengaruh-media-sosial-terhadap-perilaku-masyarakat Adi Moch Priyanto. 2014. Satukan Bangsa Di Media Sosial. Diakses Pada 26 juli 2023 dari https://berita.upi.edu/satukan-bangsa-di-media-sosial/ Gunawan Wibisono. 2017. Media Baru dan Nasionalisme Anak Muda: Pengaruh Penggunaan Media Sosial ‘Good News From Indonesia’ Terhadap Perilaku Nasionalisme. Diakses Pada 26 Juli 2023 dari https://journal.ugm.ac.id/jurnalpemuda/article/view/39264 Ana Suheri, S.H., M.H, Mantili, S.Pd., M.Pd, Rosmawiah, Albert. 2022. Pengaruh media Sosial Terhadap Nasionalisme Dan Integrasi Bangsa Di Era Modern. Diakses Pada 26 juli 2023 dari https://jurnal.uppr.ac.id/index.php/PUPPR/article/download/33/31
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda