Cikarang, JurnalPost.com – Oriental Palate meluncur sebagai pendatang inovatif di ranah kuliner Indonesia. Restoran dengan konsep Asian Cuisine ini tak hanya menghadirkan citarasa autentik, tetapi juga menyuguhkan pengalaman bersantap yang menyatu antara modernitas dan kehangatan tradisi. Proyek ambisius ini diinisiasi oleh Rayhan Katra Athallah Haryono, seorang pengusaha muda yang telah membuktikan keunggulannya di dunia industri melalui perannya sebagai CEO Spoil Coil. Dalam karirnya yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, Rayhan juga berhasil mensuplai 15 cabang vapestore yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Kini, ia mengalihkan kiprahnya ke dunia kuliner dengan visi besar yang menjanjikan revolusi rasa dan sejarah kuliner Asia di tanah air.
Struktur Kepemilikan dan Peran Strategis Menyadari bahwa kesuksesan suatu proyek besar memerlukan tim tangguh, Rayhan memutuskan untuk mengalihkan beberapa saham cabang pertama Oriental Palate kepada dua mitra yang memiliki rekam jejak luar biasa :
- Muhammad Farrazqy Abdurrahman Khalis Memiliki latar belakang yang kaya dalam berbagai sektor usaha, Farrazqy adalah sosok dinamis di balik berbagai inisiatif bisnis. Dari clothing brand Good Vibes Only, usaha event organizer Club Social House, hingga resto yang berkonsep Chicken Steak “Bro Qoy Steak”, Farrazqy membawa sentuhan kreatif dan praktikal dalam pengelolaan bisnis. Pengalamannya di industri manufaktur stamping melalui bisnis keluarga semakin melengkapi kemampuannya untuk menerapkan manajemen operasional yang efisien, menjadikannya Co-Founder yang krusial dalam mewujudkan visi Oriental Palate.
- Muammar Rafi Fadhillah Sebagai CEO Berdigital Agency di bawah naungan PT Artha Digital Mandiri, Rafi mengusung keahlian dalam scale up & strategi pemasaran. Kepiawaiannya telah terbukti saat turut mendorong performa pemasaran Tatamasa Group milik Syahla Rahardjo (Bakrie Group) dan mengukir rekor peningkatan kunjungan sebesar 471% untuk CU@Cafe Grand Wisata. Dengan perspektif digital dan inovatif. Rafi menjabat sebagai General Manager, memastikan bahwa Oriental Palate tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif.
Visi dan Strategi Ke Depan Oriental Palate tidak sekadar restoran, melainkan manifestasi dari impian untuk mendefinisikan ulang pengalaman kuliner Asia di Indonesia. Beberapa poin kunci visi yang diusung antara lain :
- Konsep Menyeluruh Menyajikan ragam Asian Cuisine tanpa terkungkung oleh batasan kuliner Chinese saja. Oriental Palate akan mengeksplorasi kekayaan hidangan dari berbagai negara di Asia, mulai dari Jepang, Vietnam, hingga Thailand, demi menghadirkan pilihan menu yang inspiratif dan Oriental ujar Rayhan.
- Ekspansi Regional Target jangka pendek meliputi pembukaan cabang di berbagai lokasi strategis di wilayah Jabodetabek, dengan rencana lokalisasi yang disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing. Lokasi pembukaan cabang pertama sendiri ditargetkan di area Cikarang atau Grand Wisata Bekasi, mengoptimalkan potensi pasar urban dan keluarga modern.
- Penetrasi Pasar Internasional Melihat potensi wisata dan budaya yang terus meng-global, Oriental Palate berambisi untuk menembus pasar internasional melalui ekspansi ke Bali dan Lombok, area yang terkenal dengan keragaman kuliner dan pengunjung mancanegara ujar Rayhan.
- Branding Top of Mind Dengan pendekatan pemasaran yang terintegrasi dan pengalaman bersantap yang tak terlupakan, tujuan jangka panjang adalah menjadikan Oriental Palate restoran Asian Cuisine yang selalu jadi pilihan utama di benak masyarakat Indonesia, terutama di Pulau Jawa dan Bali.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda