JurnalPost.com - Kelangkaan minyak goreng masih menjadi persoalan dalam negeri saat ini. Masyarakat mulai panik dan khawatir terhadap permasalahan ini hingga terjadi panic buying dalam masyarakat. Panic buying merupakan aktivitas belanja berlebihan karena rasa panik yang dialami masyarakat. Hal ini disebabkan oleh situasi yang dianggap genting hingga menimbulkan rasa panik berlebihan dan membuat masyarakat membeli barang dalam jumlah berlebihan.
Kelangkaan minyak menjadi salah satu penyebab panic buying masyarakat saat ini. Masyarakat mulai berlomba-lomba dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan minyak goreng. Banyak dari masyarakat yang membeli minyak goreng berlebihan sebagai bentuk antisipasi jika permasalahan ini kembali muncul di kemudian hari. Padahal idealnya jumlah produksi minyak goreng bisa memenuhi kebutuhan jika masyarakat mau berbagi dan tidak menimbun minyak tersebut.
Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan penjual minyak goreng agar penyebarannyalebih merata. Salah satunya adalah aturan pembatasan pembelian minyak. Namun masyarakat tampaknya tak kehabisan akal. Banyak ditemukan kasus masyarakat yang tidak mematuhi aturan tersebut. seringkali dijumpai adanya masyarakat yang menggunakan trik saat membeli minyak, contohnya saja dalam satu keluarga mulai dari orang tua hingga anak ikut membeli minyak goreng namun berperilaku seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain. Hal ini tentunya tidak bisa di biarkan karna melanggar aturan perniagaan yang sudah ditetapkan.
Faktor lainnya yang menyebabkan aksi panic buying ini adalah munculnya pernyataan dari Menteri Perdagangan Indonesia mengenai kebocoran distribusi minyak goreng. Kementerian Perdagangan melaporkan minyak goreng murah hasil kebijakan DMO sudah mencapai 415 juta liter.
Minyak goreng diselundupkan ke luar negeri karena mengikuti harga minyak internasional yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga minyak di dalam negeri. Sehingga, distributor akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Pemerintah sebaiknya segera mengambil langkah tegas untuk menghadapi permasalahan ini. Bagaimanapun kebutuhan masyarakat dalam negeri harus lebih diperhatikan jika dibandingkan dengan kebutuhan luar negeri. Pemerintah juga harus mencari alternatif lain agar masyarakat lebih tenang dalam menghadapi permasalahan ini.
Tak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga harus berkontribusi untuk mencari jalan keluar dari kelangkaan minyak goreng. Salah satu caranya adalah dengan membeli minyak goreng secukupnya dan tidak menimbun minyak. Jika panic buying tetap terjadi maka kelangkaan minyak akan semakin sulit untuk diatasi.
Oleh: Ayu Fahira, Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB jurusan Komunikasi
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda