Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Panic Buying Masyarakat dalam Menghadapi Kelangkaan Minyak

Panic Buying Masyarakat dalam Menghadapi Kelangkaan Minyak

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
02 April 2022, 12.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Panic Buying Masyarakat dalam Menghadapi Kelangkaan Minyak

JurnalPost.com - Kelangkaan minyak goreng masih menjadi persoalan dalam negeri saat ini. Masyarakat mulai panik dan khawatir terhadap permasalahan ini hingga terjadi panic buying dalam masyarakat. Panic buying merupakan aktivitas belanja berlebihan karena rasa panik yang dialami masyarakat. Hal ini disebabkan oleh situasi yang dianggap genting hingga menimbulkan rasa panik berlebihan dan membuat masyarakat membeli barang dalam jumlah berlebihan.

Kelangkaan minyak menjadi salah satu penyebab panic buying masyarakat saat ini. Masyarakat mulai berlomba-lomba dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan minyak goreng. Banyak dari masyarakat yang membeli minyak goreng berlebihan sebagai bentuk antisipasi jika permasalahan ini kembali muncul di kemudian hari. Padahal idealnya jumlah produksi minyak goreng bisa memenuhi kebutuhan jika masyarakat mau berbagi dan tidak menimbun minyak tersebut.

IKLAN

Berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan penjual minyak goreng agar penyebarannyalebih merata. Salah satunya adalah aturan pembatasan pembelian minyak. Namun masyarakat tampaknya tak kehabisan akal. Banyak ditemukan kasus masyarakat yang tidak mematuhi aturan tersebut. seringkali dijumpai adanya masyarakat yang menggunakan trik saat membeli minyak, contohnya saja dalam satu keluarga mulai dari orang tua hingga anak ikut membeli minyak goreng namun berperilaku seolah-olah tidak saling mengenal satu sama lain. Hal ini tentunya tidak bisa di biarkan karna melanggar aturan perniagaan yang sudah ditetapkan.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Faktor lainnya yang menyebabkan aksi panic buying ini adalah munculnya pernyataan dari Menteri Perdagangan Indonesia mengenai kebocoran distribusi minyak goreng. Kementerian Perdagangan melaporkan minyak goreng murah hasil kebijakan DMO sudah mencapai 415 juta liter.

IKLAN

Minyak goreng diselundupkan ke luar negeri karena mengikuti harga minyak internasional yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga minyak di dalam negeri. Sehingga, distributor akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Pemerintah sebaiknya segera mengambil langkah tegas untuk menghadapi permasalahan ini. Bagaimanapun kebutuhan masyarakat dalam negeri harus lebih diperhatikan jika dibandingkan dengan kebutuhan luar negeri. Pemerintah juga harus mencari alternatif lain agar masyarakat lebih tenang dalam menghadapi permasalahan ini.

Tak hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga harus berkontribusi untuk mencari jalan keluar dari kelangkaan minyak goreng. Salah satu caranya adalah dengan membeli minyak goreng secukupnya dan tidak menimbun minyak. Jika panic buying tetap terjadi maka kelangkaan minyak akan semakin sulit untuk diatasi.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Oleh: Ayu Fahira, Mahasiswi Sekolah Vokasi IPB jurusan Komunikasi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/panic-buying-masyarakat-dalam-menghadapi-kelangkaan-minyak/32267/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus
  2. 2

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

  5. 5

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.