Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Pamer Dulu, Pusing Belakangan: Ketika PayLater Jadi Jalan Pintas Demi Gaya Hidup

Pamer Dulu, Pusing Belakangan: Ketika PayLater Jadi Jalan Pintas Demi Gaya Hidup

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
29 Juni 2025, 01.11 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
gayahidup
Ilustrasi tekanan gaya hidup digital dan PayLater yang membebani anak muda. (Ilustrasi: karya pribadi @ristakncn_)
JurnalPost.com - Di zaman media sosial yang serba glamor, banyak orang terjebak dalam ilusi kehidupan yang sempurna. Feed Instagram dipenuhi dengan gambar-gambar menarik, mulai dari outfit modis, latte art di kafe mewah, hingga liburan ke destinasi eksotis seperti Bali dan unboxing gadget terbaru. Semua ini menciptakan kesan bahwa banyak orang hidup dalam kemewahan dan kebahagiaan. Namun di balik itu semua, tak sedikit anak muda yang hidupnya sebenarnya tak semapan yang tampak di layar. Banyak yang mulai mengandalkan PayLater bukan untuk kebutuhan pokok, tapi demi menjaga “image” di media sosial. Pamer menjadi norma, sementara utang konsumtif menjadi konsekuensi yang sering kali diabaikan.

PayLater Solusi atau Perangkap?

Belanja sekarang, bayar nanti. Kedengarannya praktis, kan? Tapi kenyataannya, fitur ini bisa menjadi jebakan yang berbahaya.
“Barang lucu, harga diskon, tinggal klik langsung checkout. Tapi akhir bulan? Tagihan datang, dan tiba-tiba stres.”
Saya pernah mengalami sendiri. Dan ternyata, banyak teman saya juga begitu. Selalu tampil stylish, ganti HP tiap tahun, ngopi tiap sore padahal andalannya PayLater. Bahkan, kadang lebih dari satu aplikasi. Ujung-ujungnya? Gaji bulanan langsung habis buat bayar cicilan barang yang kadang bahkan udah nggak kepakai.

Tekanan Media Sosial Bikin Lupa Prioritas

Flexing di media sosial itu nyata karena aku ngerasain juga. Kita seperti dipaksa untuk selalu tampil keren dan update. Padahal kondisi keuangan kita belum tentu mendukung. Banyak yang akhirnya memaksakan diri demi tampil “kekinian”, bukan karena butuh.
“Menurut survei Katadata Insight Center (2022), hampir 70% anak muda yang pakai PayLater justru menggunakannya buat gaya hidup, bukan kebutuhan mendesak.” (Sumber: Katadata Insight Center – Laporan E-commerce 2022)
Salah? Nggak juga. Tapi kalau dipakai tanpa kontrol, bisa bahaya. Kalau kita lebih takut kelihatan ‘nggak gaya’ daripada takut utang, itu tandanya kita udah mulai masuk zona merah.

Literasi Finansial Masih Jadi PR

Masalahnya, banyak dari kita, termasuk saya yang enggak benar-benar paham soal pengelolaan uang. Kita tahu cara beli barang, tapi belum tentu tahu cara ngatur cicilan. Di kampus, kita belajar akuntansi dan ekonomi, tapi soal atur uang pribadi? Nggak pernah dibahas. Banyak orang belum menyadari bahwa PayLater adalah bentuk utang yang memiliki bunga dan denda jika terlambat membayar. Meskipun dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, konsekuensi jangka panjangnya bisa sangat merugikan.

Flexing Bukan Kebutuhan Pokok

Nggak semua hal harus dibeli cuma biar kelihatan keren di feed. Kadang, jadi low profile itu justru lebih aman buat mental dan dompet. Kita perlu sadar kalo hidup bukan buat pamer, apalagi sampe maksa ngutang buat tampil “wah”. Nggak apa-apa pakai barang lama, nongkrong nggak tiap minggu, atau nggak update tren terbaru. Yang penting nggak pusing tiap awal bulan karena tagihan numpuk. Karena sejatinya, punya uang cadangan itu jauh lebih keren daripada punya feed yang fancy tapi dompet kosong.

Yuk, Jujur Sama Diri Sendiri

Nggak semua orang harus tahu isi dompet kita. Kita juga nggak harus ikut standar hidup orang lain yang bahkan belum tentu asli, Jika kita terus-menerus mengikuti tekanan dari media sosial, kita bisa menghabiskan banyak uang demi validasi yang sebenarnya tidak penting. Kalau PayLater bikin kamu bisa beli kebutuhan penting, itu bagus. Tapi kalau bikin kamu jadi ‘sultan instan’ yang panik pas notifikasi tagihan masuk itu udah warning. Jadi, yuk kita mulai hidup sesuai kemampuan. Karena stabil secara finansial jauh lebih keren daripada sekadar kelihatan keren. Penulis : Rista Wani Kencana, Universitas Pamulang, Prodi : Akuntansi

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/pamer-dulu-pusing-belakangan-ketika-paylater-jadi-jalan-pintas-demi-gaya-hidup/82945/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.07 WITA

  • #PayLater
  • #Universitas Pamulang
  • #gaya hidup

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Pesantren dalam Melestarikan Lingkungan melalui Pembiasaan Memilah Sampah
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  4. 4

    Saat Pasar Sepi Pembeli, Pasar.id BRI Bojonegoro Jadi Peluang Pedagang Menjangkau Pelanggan Baru

  5. 5

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.