JurnalPost.com - Dunia semakin modern dan perkembangan teknologi tak dapat terhindarkan. Teknologi dan manusia kini bak dua hal yang tak dapat dipisahkan. Perkembangan teknologi ini tentu saja bertujuan untuk memudahkan manusia, mulai dari bidang industri, kesehatan, serta pendidikan. Artinya, hampir seluruh aspek kehidupan mendapatkan pengaruh dari perkembangan teknologi.
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan juga tak lepas dari arus perkembangan teknologi dan terus berusaha mengikuti perkembangan zaman. Salah satu teknologi yang baru-baru ini ramai diperbincangkan di lingkup pernguruan tinggi adalah penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini mengacu pada pengembangan komputer atau mesin yang memiliki kemampuan untuk menirukan kemampuan berpikir dan belajar manusia. Maksudnya, AI ini ada dalam rupa kemampuan komputer untuk memproses informasi, belajar, serta melakukan tindakan tertentu.
Dalam konteks perguruan tinggi, AI hadir sebagai inovasi baru sekaligus sarana dalam mengoptimalkan pembelajaran. Pasalnya, penggunaan AI ini akan banyak membantu mahasiswa dalam belajar, misalnya kemampuannya untuk menyesuaikan materi pembelajaran bagi siswa berdasarkan kebutuhannya, menyajikan penjelasan mengenai suatu materi, bahkan merespons suatu pertanyaan dengan benar. Tak hanya mahasiswa, nyatanya juga masih banyak dampak positif yang diberikan oleh penerapan AI di skala perguruan tinggi bagi dosen. AI bisa membantu dosen untuk mengevaluasi tugas manusia, mengelola data penelitian, bahkan mengambil keputusan dengan analisa data yang canggih.
Selain itu, menurut saya menerapkan AI di skala perguruan tinggi juga dapat mengurangi beban dosen dalam hal pegajaran. Adanya AI membuat waktu pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan memudahkan interaksi antar murid. Apalagi, akses informasi yang ditawarkan oleh AI bisa dibilang sangat luas, bahkan tingkat akurasi AI dalam menjawab soal bisa dibilang luar biasa. Hal ini tentunya memudahkan baik mahasiswa maupun dosen dalam proses pembelajaran.
Akan tetapi, setiap perkembangan tentunya disertai dengan dampak negatif. Begitu juga perkembangan AI yang tak terhindarkan dari berbagai pengaruh negatif, misalnya saja pendidikan yang kehilangan esensi belajarnya. Adanya sikap ketergantungan pada AI membuat mahasiswa menjadi malas untuk belajar dan meningkatkan tingkat plagiarisme. Kecanggihannya bahkan sempat dikhawatirkan dapat menggantikan profesi dosen dalam melakukan pengajaran. Tak hanya itu, AI yang berbasis digital menyimpan data mahasiswa masih rentan akan isu keamanan serta privasi data. Terakhir, adanya AI juga dapat mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia.
Dapat dikatakan bahwa perkembangan teknologi AI di skala universitas ini bagaikan pisau bermata dua, yakni dapat menjadi inovasi baru sekaligus menjadi ancaman tersendiri. Akan tetapi, perlu diingat bahwa tidak semua aktivitas dalam dunia pendidikan di skala perguruan tinggi dapat digantikan dengan AI. Artinya, AI bisa terus dikembangkan di skala perguruan tinggi, dengan syarat penggunaannya harus dipantau. Penting bagi perguruan tinggi untuk melakukan monitoring terhadap penggunaan AI dalam proses pembelajaran.
Perguruan tinggi diharapkan mampu mengadopsi kebijakan dalam penggunaan AI yang transparan dan bertanggung jawab. Hal ini dapat dikaitkan dengan pedoman etika akademik yang berlaku di perguruan tinggi. Maksudnya, perlu dilakukan sosialisasi tentang bagaimana menggunakan AI dengan bijak. Contohnya adalah dengan memberikan sanksi tegas bagi mahasiswa yang melakukan pelanggaran dengan penggunaan AI, misalnya memanfaatkan AI sebagai bahan contekan pada saat ujian. Penggunaan AI dalam belajar tidak dilarang, tetapi mahasiswa harus tahu batasan dalam penggunaannya dan memperhatikan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan adanya peraturan yang jelas untuk memastikan penggunaan teknologi AI secara bertanggung jawab di dunia perguruan tinggi. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menjaga esensi dari dunia pendidikan dan menjamin kualitas lulusan mahasiswa.
Penulis : Christophorus Bayu Widyantoro Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Teknik Informatika. Tugas Mata Kuliah : Pendidikan Kewarganegaraan. Dosen Pengampu : Mawardi Nurullah, M.Pd
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda