Oleh: Nadila Faiza IPB University
JurnalPost.com - Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yaitu sebesar 99% dari keseluruhan unit usaha. Diketahui bahwa sejak lima tahun terakhir ini pertumbuhan UMKM di Indonesia cenderung fluktuatif. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan ruang pergerakan UMKM dalam menjalankan bisnisnya sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bisnis mereka. Untuk itu, diperlukannya upaya dalam mendukung UMKM ini. Selain untuk mendukung pertumbuhan ekonomi bangsa, pengembangan UMKM juga memiliki peran yang penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan SDGs 8 yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Tercatat bahwa pada lima tahun terakhir diketahui jumlah pengguna internet di Indonesia selalu mengalami kenaikan tiap tahunnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah sangat terbuka terhadap dunia digital dan internet. Penerapan digitalisasi merupakan langkah yang tepat untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang sudah muncul ditengah masyarakat Indonesia ini.
Twenty2 merupakan salah satu contoh UMKM yang bergerak di sektor industri fashion yang menjual pakaian wanita. UMKM ini didirikan pada bulan Juni tahun 2024 dan berlokasi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam tahap pengamatan awal, UMKM ini belum mengadopsi teknologi secara optimal. Hal tersebut dilihat dari belum adanya akun sosial media dan e-commerce yang aktif digunakan dalam proses bisnis. Pemilik dari UMKM Twenty2 masih mengandalkan penjualan toko offline. Dan dari pencatatan keuangan, pemilik masih melakukannya secara manual pada buku. Berdasarkan hal tersebut diperlukannya pendampingan dalam optimalisasi strategi pemasaran digital dan pencatatan keuangan digital pada UMKM Twenty2 untuk mendukung usaha UMKM tersebut yang direalisasikan dalam kegiatan Proyek Manajemen Berkelanjutan yang diadakan oleh Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University.
Kegiatan ini dilakukan dari bulan Agustus hingga Desember 2024 dan dibagi menjadi dua program, yaitu strategi dalam pemasaran digital serta pencatatan keuangan digital. Dalam strategi pemasaran digital, pemilik diberikan materi dan didampingi dalam penerapan strategi pemasaran digital, optimalisasi konten, dan optimalisasi sosial media dan e-commerce sebagai media pemasaran digital. Selain itu, pemilik juga didampingi dalam pembuatan konten, pengeditan konten, dan membuat content planning. Program ini juga membantu pemilik dalam membuat akun Instagram, TikTok, dan Shopee. Selanjutnya pada program pencatatan keuangan secara digital, UMKM diberikan materi terkait pencatatan keuangan sederhana untuk UMKM dan didampingi untuk menjalankan aplikasi SIAPIK.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan UMKM lebih berkembang dan memiliki dampak yang positif terhadap kondisi sosial ekonomi di Indonesia. Dengan adanya perkembangan UMKM akan membantu dalam membuka lapangan pekerjaan baru dan secara tidak langsung berdampak pada penurunan tingkat pengangguran di Indonesia karena adanya peningkatan dalam penyerapan tenaga kerja. Selain itu, diharapkan dengan adanya digitalisasi yang diadopsi dalam perkembangan UMKM ini akan membantu dalam peningkatan jumlah pendapatan UMKM, karena telah menjangkau pasar yang lebih luas serta dapat memberikan kontribusi terhadap faktor pendapatan perkapita. Dengan demikian, pertumbuhan UMKM menjadi faktor dalam mendukung tujuan SDGs 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda