
JurnalPost.com - Momen long weekend atau akhir pekan yang panjang akibat bertepatan dengan tanggal merah adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh semua orang, terutama untuk mereka yang bekerja dan bersekolah. Bagaimana tidak, banyak dari mereka yang menjadikan momen ini sebagai kesempatan emas untuk menghilangkan kejenuhan di tengah padatnya aktivitas. Kebetulan di tahun 2024 ini cukup banyak momen-momen long weekend yang bisa Anda gunakan untuk healing atau refreshing. Salah satunya ada di tanggal 8-11 Februari 2024. Tanggal 8 Februari merupakan hari peringatan Isra Miraj, 9 Februari merupakan Cuti Bersama Tahun Baru Imlek, dan 10 Februari merupakan hari Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili.
Tak sedikit orang-orang sibuk di luar sana yang memanfaatkan momen akhir pekan panjang ini untuk berlibur ke beberapa destinasi wisata. Salah satunya adalah wisata laut dan pantai. Menjadi warga negara maritim seperti Indonesia merupakan suatu privilege, karena di negara ini banyak sekali garis pantai yang bisa dijadikan sebagai destinasi wisata. Tidak perlu jauh-jauh membahas pantai terkenal di luar Pulau Jawa seperti Bali, Lombok, atau Raja Ampat, untuk mereka para warga di sekitar ibu kota juga bisa menikmati keindahan pantai tanpa harus menyebrangi pulau, loh. Pantai Sawarna yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten contohnya. Hanya cukup menempuh perjalanan 5-6 jam saja dari Jakarta, Anda sudah bisa menikmati batu karang dan pantai yang indah.
April, bukan nama bulan, ini merupakan nama dari salah satu pengunjung Pantai Sawarna yang membagikan cerita perjalanannya kepada penulis. Cerita perjalanannya menjadi unik karena ternyata, April nekat ambil cuti di tengah magangnya demi berlibur dengan orang-orang yang belum pernah ia kenal sebelumnya. Bagaimana bisa? Mari kita simak ceritanya lebih lanjut.
Nekat Minta Cuti Padahal Baru Mulai Magang April, seorang mahasiswi Jurusan Akuntansi, Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan (IBIK) Bogor yang sedang menempuh pendidikannya di semester 6 ini, tengah menjalani program magangnya yang baru saja ia mulai pada awal Februari 2024. Program magangnya yang harus dimulai lebih cepat dari yang direncanakan, membuat April mau tidak mau harus memotong masa liburannya juga. Berbeda dari teman-temannya yang masih menikmati liburan, di waktu yang sama April malah sudah harus bekerja dan menjalani harinya dengan penuh kesibukan. Melihat adanya peluang untuk berlibur, tentu saja momen long weekend ini tidak mungkin disia-siakan oleh April.
Ia yang kebetulan mendapatkan ajakan dari saudaranya untuk berlibur ke pantai, langsung saja ia terima tanpa harus berpikir panjang. Meskipun ajakan tersebut datang mendadak di tiga hari sebelum keberangkatan sepertinya Dewi Fortuna tengah berpihak pada keberuntungannya, karena tanpa disangka ketika ia meminta izin kepada dosen pembimbingnya untuk cuti liburan di masa awal magang, permintaannya tersebut langsung diterima begitu saja. Ya, mungkin dosen pembimbing April bisa memaklumi hal tersebut karena kebetulan mahasiswinya ini belum sempat menikmati masa liburannya.
Sepertinya, tidak ada manusia yang tidak kesal ketika waktu liburannya harus tiba-tiba dipotong karena kepentingan perusahaan. Perasaan jenuh yang sudah sejak lama tertimbun-pun semakin menjadi ketika tak kunjung diluapkan. April, yang merasakan hal seperti ini lantas bahagia ketika mendapatkan kesempatan untuk meluapkan rasa jenuhya dengan cara berlibur ke pantai. Saking bahagianya, ia sampai tidak memperhatikan dengan siapa saja ia akan berlibur. Ia hanya tau bahwa ia akan pergi berlibur dengan beberapa saudaranya, padahal saudaranya ini membawa rombongan teman-teman kampusnya yang tentunya sama sekali tidak ia kenal.
Liburan Bareng Orang-Orang yang Belum Dikenal Sebelumnya Mungkin kasus berlibur bersama orang-orang yang belum dikenal sebelumnya sering terjadi ketika Anda memilih berwisata dengan jasa travel. Tapi bagaimana jadinya bila kasus ini terjadi tanpa Anda rencanakan sebelumnya?
Yap, kasus ini terjadi kepada April. Bukan suatu hal yang tidak mungkin, ia harus menghabiskan tiga hari dua malamnya bersama para strangers atau orang asing yang baru saja ia temui. Para orang asing ini tidak lain dan tidak bukan adalah teman-teman kampus dari saudaranya, Rere. Berkuliah di jurusan dan kampus yang berbeda, membuat April dan Rere memiliki beberapa perbedaan pula. Mulai dari passion, karakter, hingga kebiasaan sehari-hari mereka. Rere yang merupakan mahasiswi Program Studi Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University mengajak teman-teman satu prodinya untuk turut berlibur dengannya. Lalu, bagaimana dengan April yang menjadi satu-satunya bukan mahasiswa komunikasi IPB?
Layaknya mahasiswa/i Program Studi Komunikasi pada umumnya yang memiliki sifat periang, mudah bergaul, dan mudah beradaptasi, membuat April selalu merasa dirangkul oleh teman-teman Rere selama perjalanan. Menurutnya, ternyata menjadi minoritas di situasi seperti itu tidak terlalu buruk. April merasa mulai dari berangkat hingga sampai pada tujuan, ia tidak pernah berada di situasi terintimidasi. Ia yang awalnya merasa canggung untuk turut ikut bercanda bersama, ternyata mampu cair dan terbawa suasana juga.
Saat memulai perjalanannya menuju Pantai Sawarna, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, April mengaku bahwa dirinya masih sedikit malu-malu untuk memulai interaksi dengan yang lainnya. Perlahan tapi pasti, 6 jam perjalanan yang ditempuh dari Bogor hingga Banten tidak mungkin ia lalui hanya dengan berdiam diri. Ia juga tidak kuat apabila terus menahan diri untuk tidak tertawa di atas banyaknya candaan yang saling bersahutan di dalam mobil selama perjalanan. Semua candaan itu memuncak ketika di tengah perjalanan, sebagian dari mereka mual akibat mabuk darat tetapi malah minggir membeli durian. Sedikit aneh memang, tapi menurutnya ini akan menjadi awalan yang seru!

Sudah sekitar 6 jam berlalu, mereka pun akhirnya sampai juga di tujuan. Betul, seperti apa yang Anda pikirkan. April memang harus sekamar dan bermalam dengan orang-orang yang baru dikenalnya itu. Walaupun teman-teman sekamarnya perempuan semua, tetapi sepertinya ia masih butuh waktu sedikit lagi untuk bisa mengenal lebih jauh satu sama lain. Semalam, dua malam, ia lewati. Ternyata benar apa kata orang-orang, apabila Anda ingin mengetahui sifat asli seseorang, maka bermalamlah di alam bebas dengan mereka 2-3 hari. Terlepas dari sifat teman-teman sekamarnya yang mudah bergaul, faktor suasana alam juga menyebabkan mereka untuk saling terbuka satu sama lain. April bercerita bahwa teman-teman sekamarnya ini memang lebih muda darinya. Dengan mendengarkan berbagai curhatan hati mereka, tak perlu butuh waktu yang lama ternyata untuk April menganggap mereka semua layaknya adik sendiri.
Pertama Kali Menikmati Sunset di Pantai

April bercerita bahwa berlibur dan bermalam di pantai bersama teman-teman seperti ini merupakan pengalaman pertama baginya. Biasanya ia berlibur ke pantai bersama keluarganya saja, itupun tidak sampai menginap. Menjadi suatu hal yang tidak biasa baginya karena akhirnya ia bisa dengan leluasa meluapkan kejenuhannya di alam bebas. Menurutnya, hal yang paling berkesan ketika ia melakukan perjalanan adalah ketika ia bisa menikmati sunset dan juga sunrise di pantai secara langsung. Ia berkata, “Biasanya aku bisa liat yang kayak gini cuman di foto orang aja, eh tapi sekarang aku bisa liat langsung.” Tidak hanya diam dan menikmati pergerakan matahari, April juga tidak mau kalah dengan teman-teman barunya yang sedang bermain pasir dan menikmati deburan ombak. Menurutnya ini juga menjadi pengalaman yang baru untuknya, karena ini merupakan pertama kalinya ia merasakan langsung ombak bergelombang di atas kepalanya. Tentu saja ia tidak merasa takut, karena hal itu ia lakukan bersama-sama.

Selain Pantai Sawarna ada beberapa pantai yang ia kunjungi, salah satunya adalah Karang Teraja. Masih di kawasan yang sama dengan Pantai Sawarna, Karang Teraja merupakan tempat wisata yang menyajikan batu-batu karang besar dengan hantaman ombak di sekelilingnya. Sama halnya ketika melihat matahari terbit dan tenggelam di pantai secara langsung, April saat berada di Karang Teraja juga tak kalah takjub dengan keindahannya. Tak lupa ia pun lantas mengabadikan berbagai keindahan alam tersebut. Akhirnya... ia bisa juga merasakan sensasi hembusan angin laut secara langsung.
Kesimpulan Dengan demikian, kisah perjalanan April yang nekat liburan ke pantai bersama para strangers di tengah masa magangnya ini mampu memberikan pengalaman baru meskipun dengan keterbatasan waktu dan kesibukan. Walaupun awalnya dipenuhi oleh kekhawatiran dan kecemasan, keputusan April untuk mengambil risiko dan berlibur bersama orang-orang yang belum dikenal sebelumnya akhirnya menghasilkan pengalaman yang berharga untuknya. Dari cerita April, kita belajar tentang pentingnya keterbukaan terhadap perbedaan, menghargai keindahan alam, dan menjalani setiap pengalaman dengan penuh semangat dan rasa ingin tahu. Seperti yang terjadi pada April, terkadang hidup memang memerlukan keberanian untuk mengambil langkah di luar zona nyaman, tetapi pengalaman-pengalaman baru yang didapat akan membawa berkah dan pembelajaran yang tak terduga. Tenang saja, masih ada long weekend lainnya yang bisa digunakan untuk berlibur, kok. Jadi, siapkan dirimu untuk healing juga, ya!
Penulis: Anis Adinda Putri, Komunikasi Digital dan Media
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda