Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Merayakan Demokrasi Tanpa Polarisasi

Merayakan Demokrasi Tanpa Polarisasi

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
22 Agustus 2023, 08.57 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Merayakan Demokrasi Tanpa Polarisasi
Left and right populism. Illustration: Dominic McKenzie

Oleh: Muhammad Fakhrur Rodzi, S.IP

JurnalPost.com - Topik/ Isu yang selalu menarik dikonsumsi oleh semua kalangan. Ketika masuk pada tahun politik sampai dengan saat ini, istilah demokrasi, politik, pemilu akan terus kita dengar didiskusikan,dibicarakan bahkan menjadi perdebatan oleh berbagai elemen yang ada, baik itu secara langsung didunia nyata, didunia maya/media sosial, media cetak, elektronik dan lain sebagainya. Indonesia juga sebagai negara yang menganut sistem demokrasi. Demokrasi di Indonesia sendiri dimulai dari demokrasi perlementer sampe dengan demokrasi pasca reformasi seperti yang kita anut pada sampai hari ini. Demokrasi di Indonesia sendiri mengalami pasang surut perkembangannya karena dipengaruhi oleh sejarah dan politik. Pembicaraan mengenai demokrasi tidak bisa terlepas dari yang namanya pemilu.

IKLAN

Pemilu merupakan sarana masyarakat/warga negara Indonesia untuk memilih pemimpin mereka untuk memimpin dalam cakupan periodesasi kepemimpinan selama 5 tahun yang akan datang. Pemilu kian mendekat akan menghampiri masyarakat diseluruh Indonesia, Ketika pada momentum pemilu ataupun tahun politik seperti ini, baik itu pemilihan anggota legislatif (Pileg) Presiden dan wakil Presiden, (Capres dan Cawapres) biasanya istilah yang sering kita dengar yaitu terkait dengan polarasi.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

IKLAN

Pesta demokrasi melalui pemilu, baik pemilihan umum anggota legislatif (Pileg) maupun pemilihan Presiden dan wakil Presiden (Capres dan Cawapres) merupakan sarana untuk memilih pemimpin dan pemilu juga merupakan salahsatu aspek dari demokrasi. Dalam pelaksanaan pesta demokrasi ini, masyarakat menjadi objek utama dalam penyelenggaraan pesta demokrasi yang datang dalam setiap 1 kali dalam lima tahunan ini, dan masyarakat juga memiliki kedaulatan yang sangat tinggi pesta demokrasi ini. Pada catatan penulis lewat tulisan ini ada beberapa poin yang akan dibahas terkait dengan perayaan demokrasi tanpa adanya polarasi.

Perayaan Demokrasi Tanpa Adanya Polarisasi Gegap gempita pemilu 2024 mulai terasa hingga saat ini. Masih melekat pada ingatan bahwa pemilu 2019 lalu polarisasi itu terjadi karena perbedaan friksi yang pada dua calon presiden dan wakil presiden kala itu dan juga hadirnya isu “sara”. Sebagai negara yang menjalankan paham demokrasi indonesia juga merupakan negara yang memiliki DNA sebagai negara yang bhineka tunggal ika yang dikenal dengan keberagaman maupun kemajemukannnya. Artinya demokrasi di Indonesia menyatukan perbedaan yang ada pada masyarakatnya, baik itu perbedaan dari segi suku, agama,rasa maupun budaya semua ada di Indonesia begitupun dengan perbedaan politik pada saat pemilu pada negara demokrasi hal yang lumrah dan biasa ketika temui, karena juga demokrasi harus dijaga agar tidak menjadi ajang pertarungan yang menggerus pilar-piar kerukunan dan keutuhan kita sebagai bangsa.

Dalam momen pemilu dan pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan datang, saatnya masyarakat/pemilih mulai berdewasa dalam berdemokrasi terutama dalam hal memilih pemimpin tidak ada lagi polarisasi ditengah masyarakat dikarenakan perbedaan pilihan, ras, suku, agama dan lainnya, harusnya isu polarisasi itu harus dikubur dalam-dalam lagi dan juga saatnya elit politik, politisi ditingkat lokal lebih-lebih ditingkat nasional dapat memberikan contoh maupun memberikan kesadaran juga pendidikan politik yang baik kepada masyarakat agar pada pesta/perayaan demokrasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2024 mendatang, tidak terjadi lagi polarisasi yang dapat memecah belah sesama anak bangsa, seperti pemilu 2019 lalu, juga elit politik memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya serta calon pemimpin juga bisa menawarkan ide maupun gagasannya kepada masyarakat terkait visi dan misi dalam membangun bangsa dan negara kedepannya.

Sudah waktunya perayaan demokrasi lewat pemilu tahun 2024 mendatang akan dirayakan dengan riang dan gembira, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan dan proses pemilu, berbeda dalam berdemokrasi juga menjadikan tahu bahwa sesungguhnya berbedaan yang ada akan menyatukan akan perbedaan yang ada demi terwujudnya kesehjateraan, cita-cita secara bersama dalam rangka mencapai tujuan negara Indonesia.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/merayakan-demokrasi-tanpa-polarisasi/57840/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Pilihan Editor

  1. 1 Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

  4. 4

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  5. 5

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.