Oleh: Mohamad Hilmi Najib, Mahasiswa teknik Informatika, Politeknik Harapan Bersama
JurnalPost.com - Pada tahun 2045, dunia akan berada di puncak perkembangan teknologi digital. Revolusi digital yang dimulai pada abad ke-21 telah mengubah masyarakat secara keseluruhan, dan pada tahun ini, era digital akan mencapai puncaknya. Namun, di tengah semua kemajuan dan manfaat yang diberikan oleh era digital. Dan pada tahun tersebut justru apakah membawa ancaman atau kebebasan bagi masyarakat.
Bisa kita lihat bagaimana era digital telah mengubah cara kita hidup. Dalam 10 tahun terakhir, internet telah menjadi pusat komunikasi global. Akses yang mudah dan cepat untuk mendapatkan informasi dan koneksi dengan orang-orang di seluruh dunia telah memperluas kita. Era digital telah membawa perubahan dalam bidang pendidikan, bisnis, dan lain sebagainya. Teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) telah merubah cara kita bekerja, bermain, dan berinteraksi.
Namun, dengan semua manfaatnya, era digital juga membawa sejumlah tantangan dan ancaman yang perlu kita hadapi. Salah satu ancaman terbesar adalah privasi dan keamanan data. Semakin banyaknya data pribadi yang dikumpulkan dan diproses oleh perusahaan dan pemerintah bisa menimbulkan risiko penyalahgunaan atau pelanggaran privasi. Serangan kebocoran data menjadi ancaman yang nyata bagi individu maupun organisasi. Pada tahun 2045, dengan semakin canggihnya teknologi, tantangan ini kemungkinan akan semakin kompleks.
Selain itu, era digital juga menghadirkan masalah dalam hal pemakaian. Meskipun akses internet semakin meluas, aksesibilitas dan kompetensi digital masih ada di berbagai negara dan kelompok masyarakat. Hal ini dapat mempengaruhi kegiatan sosial dan ekonomi, dengan mereka yang tidak mampu mengikuti kemajuan teknologi tertinggal dalam hal pendidikan, pekerjaan, dan kesempatan lainnya.
Di tengah semua tantangan ini, era digital juga membawa banyak kebebasan dan peluang. Akses terbuka mendapatkan informasi dan pengetahuan telah memaksa individu untuk belajar, berkembang, dan berbagi ide-ide mereka dengan dunia. Media sosial dan platform berbagi konten telah memberikan suara kepada individu yang sebelumnya tidak terdengar. Inovasi teknologi telah mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru dan peluang bisnis yang tidak terbayangkan sebelumnya.
Saat ini era digital telah membawa perubahan mendasar dalam hal efisiensi dan kemudahan hidup. Proses bisnis dan administrasi yang dulunya memakan waktu berhari-hari, sekarang dapat diselesaikan dalam hitungan menit. Hal tersebut tentu akan sangat membantu proses kehidupan masyarakat indonesia. Oleh karena itu, hampir kehidupan umat manusia tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi digital saat ini.
Di tengah gempuran era digital sebagai sarana membentuk indonesia emas, tentu dibutuhkan proses pendidikan yang memadai untuk pemuda indonesia. Maka disinilah institut pendidikan menjadi aspek utama untuk menyiapkan masa transformasi menuju generasi indonesia emas. Selain pendidikan, moral dan pengunaan inovasi teknologi juga sangat berpegaruh untuk menuju transisi indonesia emas.
Selain institut pendidikan, peran keluarga juga tak kalah penting sebagai sarana pembentukan moralitas bagi pemuda. Mengingat di era sekarang banyak pemuda yang memilih kehidupan luar dibandingkan dengan bersama keluarga, hal ini disebabkan memiliki tekanan dan kurangnya supportifitas dari keluarga. Selain di lingkungan nyata, pihak keluarga juga harus senantiasa memantau perilaku anak dalam memakai social media diera sekarang ini. Hal ini dikarenakan banyak anak muda yang terjerumus ke dalam hal negative karena pemakaian social media yang diluar kendali.
Sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan memiliki moral tingi menjadi syarat terbentuknya peradaban yang tinggi. Sebaliknya, SDM yang rendah hanya akan menghasilkan peradaban sebuah negara yang rendah juga. Hal tersebut dapat kita lihat melalui negara negara tetangga. Banyak negara yang memiliki inovasi teknologi yang tinggi, namun memiliki moral dibawah rata-rata. Tentunya akan membuat negara tersebut sulit untuk membuat peradaban yang lebih maju.
Sama halnya didunia nyata, dalam dunia maya juga perlu adanya moral dalam penggunaanya. Mengingat di era digital ini banyak sekali konten media yang kurang mendidik, seperti postingan pornografi, hoax, dan hal-hal yang kurang mendidik lainnya. Tentunya sangat meghambat perubahan sebuah bangsa yang maju.
Refrensi Rizkia Yulianti. (2017). “Generasi Emas Produktif, Indonesia Siap di Tahun 2045”, https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/11/21/indonesia-bisa-lahirkan-generasi-emas-bukan-micin, diakses pada 29 Mei 2023 pukul 18.17. Asri Kusuma Dewanti. (2022). “Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045”, https://www.umm.ac.id/id/arsip-koran/bhirawa/pendidikan-menuju-indonesia-emas-2045.html, diakses pada 29 Mei 2023 pukul 18.17. Muhamad Danuri. (2019). “Perkembangan Dan Transformasi Teknologi Digital”, Jurnal INFOKAM, No. II (2019): 2019.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda