Menjadi Mahasiswa di Era yang Serba Cepat
Sumber: patreon.com
“Ga kerasa udah malem”
Kalimat tersebut seringkali dilontarkan oleh para mahasiswa setelah seharian berkegiatan. Sehari penuh terlewat begitu saja tanpa melakukan aktivitas yang bermakna. Waktu berlalu begitu cepat dan sebagian mahasiswa merasa bisa melakukan lebih banyak kegiatan bermakna di hari itu. Pada akhirnya, mereka perlu mengorbankan jam tidur karena 24 jam tidaklah cukup.
Sekarang, masyarakat tinggal di dunia yang fast-paced. Istilah tersebut tentunya bukan sesuatu yang asing didengar. Dunia yang kita tinggali saat ini berkembang dengan sangat cepat dan pesat; kemunculan ekonomi digital, fluktuasi ekonomi, perkembangan e-commerce. Digital, digital, dan digital. Berbagai perkembangan digital tersebut bermaksud untuk memudahkan manusia, bukan untuk menghambat manusia.
Bagi sebagian orang yang terbiasa bergerak cepat dan disiplin waktu, adaptasi terhadap era serba cepat ini mudah untuk dilakukan karena perkembangannya sesuai dengan ritme mereka. Namun, terkadang dunia ini bergerak sangat cepat sehingga kita tidak menyadari apa yang kita lakukan. Otak kita berjalan secara autopilot.
Era serba cepat ini telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sebagai mahasiswa, terdapat tuntutan untuk selalu unggul secara akademik, tetapi juga mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tekanan untuk selalu produktif. Di tengah arus perkembangan yang deras ini, muncul pertanyaan besar: bagaimana mahasiswa dapat bertahan dan berkembang tanpa kehilangan arah?
Artikel Terkait
REKOMENDASI JURNALPOST
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda