Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Menjadi Mahasiswa di Era yang Serba Cepat

Menjadi Mahasiswa di Era yang Serba Cepat

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
31 Desember 2024, 00.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Menjadi Mahasiswa di Era yang Serba Cepat
Sumber: patreon.com “Ga kerasa udah malem” Kalimat tersebut seringkali dilontarkan oleh para mahasiswa setelah seharian berkegiatan. Sehari penuh terlewat begitu saja tanpa melakukan aktivitas yang bermakna. Waktu berlalu begitu cepat dan sebagian mahasiswa merasa bisa melakukan lebih banyak kegiatan bermakna di hari itu. Pada akhirnya, mereka perlu mengorbankan jam tidur karena 24 jam tidaklah cukup. Sekarang, masyarakat tinggal di dunia yang fast-paced. Istilah tersebut tentunya bukan sesuatu yang asing didengar. Dunia yang kita tinggali saat ini berkembang dengan sangat cepat dan pesat; kemunculan ekonomi digital, fluktuasi ekonomi, perkembangan e-commerce. Digital, digital, dan digital. Berbagai perkembangan digital tersebut bermaksud untuk memudahkan manusia, bukan untuk menghambat manusia. Bagi sebagian orang yang terbiasa bergerak cepat dan disiplin waktu, adaptasi terhadap era serba cepat ini mudah untuk dilakukan karena perkembangannya sesuai dengan ritme mereka. Namun, terkadang dunia ini bergerak sangat cepat sehingga kita tidak menyadari apa yang kita lakukan. Otak kita berjalan secara autopilot. Era serba cepat ini telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Sebagai mahasiswa, terdapat tuntutan untuk selalu unggul secara akademik, tetapi juga mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tekanan untuk selalu produktif. Di tengah arus perkembangan yang deras ini, muncul pertanyaan besar: bagaimana mahasiswa dapat bertahan dan berkembang tanpa kehilangan arah?

Memanfaatkan Kebebasan

Kebebasan merupakan sesuatu yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Di dunia perkuliahan, mahasiswa memiliki kebebasan yang lebih banyak ketimbang di sekolah. Kelas-kelas di perkuliahan memiliki jadwal yang berbeda setiap harinya. Mahasiswa lebih bebas memanfaatkan waktu sebagaimana yang mereka inginkan. Waktu yang luang bisa digunakan untuk nongkrong, mengerjakan tugas, rapat, dan lain-lain. Namun, apakah kebebasan ini memberikan kesempatan untuk berkembang atau malah menjadi suatu perangkap? Kebebasan yang dimiliki mahasiswa seringkali diartikan sebagai kesempatan untuk mengikuti sebanyak mungkin kegiatan, mulai dari organisasi, kepanitiaan, hingga perlombaan atau mengikuti sesedikit mungkin kegiatan. Pilihan-pilihan yang tersedia tidaklah salah selama itu tidak menimbulkan efek negatif terhadap mahasiswa. Jangan sampai kebebasan ini menjadi bumerang sehingga mengalihkan fokus dari esensi kuliah yang sebenarnya–belajar dan mengembangkan potensi diri.

Pentingnya Adaptasi - Transisi dari SMA

Bertransisi dari bangku SMA ke bangku kuliah membuat mahasiswa berkumpul dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam. Ada yang sudah sering mengikuti lomba sejak bangku sekolah, ada yang sangat aktif kegiatan organisasinya, ada yang sudah mengerti materi bahkan sebelum diajarkan, ada yang hanya menganggap kuliah sebagai lelucon. Sangatlah beragam. Terkadang timbul keraguan dalam diri mahasiswa tentang apakah mereka bisa mengimbangi mahasiswa yang lain di lingkungan yang kompetitif ini. Namun, perlu juga ditanamkan dalam diri sendiri bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di dunia perkuliahan. Entah dulu saat di bangku sma sudah aktif entah dulu saat di bangku sma belum aktif. Lingkungan yang kompetitif perlu mendorong kita untuk berkembang, bukan membuat kita merasa tertinggal. Semua orang berada di panggung yang sama untuk mengembangkan diri mereka masing-masing dan berusaha yang terbaik. Adaptasi tidak hanya dilakukan di semester 1 perkuliahan saja. Namun, adaptasi akan terus diperlukan di semester berikutnya dan sepanjang hidup. Ini merupakan kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Menetapkan Tujuan

Seringkali muncul pernyataan, “Kegiatan perkuliahan mengganggu kegiatan nonakademik.” Pernyataan ini mencerminkan bagaimana mahasiswa terkadang terjebak dalam dilema antara prioritas akademik dan tuntutan aktivitas nonakademik. Dengan memiliki tujuan, mahasiswa akan memiliki fondasi dan prinsip untuk dipegang, tidak rentan untuk terjebak dalam dilema. 1. Apa tujuan saya setelah lulus? 2. Apakah saya ingin aktif organisasi? 3. Apakah saya ingin bergabung ke organisasi eksternal? 4. Apakah saya ingin hanya fokus ke akademik? 5. Apakah saya ingin bergabung ke kepanitiaan dan bukan organisasi? Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanyalah sebagian yang bisa ditanyakan kepada diri sendiri. Sesuaikan tujuan dengan rencana masa depan. Jika sudah menetapkan tujuan, tujuan tersebut haruslah menjadi fondasi selama kehidupan kuliah berlangsung dan akan membantu mahasiswa untuk memilah serta memilih kegiatan dengan baik. Dengan menetapkan tujuan yang jelas dan memegang teguh prioritas, mahasiswa dapat menjalani kehidupan kuliah yang seimbang dan produktif. Mahasiswa perlu mengetahui bahwa waktu dan tenaga merupakan sesuatu yang terbatas sehingga mahasiswa perlu mengenal kapasitas diri masing-masing.

Menghadapi FOMO (Fear of Missing Out)

Mahasiswa di era serba cepat seringkali dihadapkan pada fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yakni ketakutan kehilangan momen penting yang terlihat menyenangkan atau bermakna dari pengalaman orang lain, terutama melalui media sosial. FOMO sering mempengaruhi mahasiswa untuk mengikuti banyak kegiatan kampus, seperti organisasi atau kepanitiaan, karena merasa tertinggal dibanding teman-temannya. Akibatnya, banyak mahasiswa yang terjebak dalam rutinitas padat tanpa mempertimbangkan tujuan utama mereka, yaitu meraih pendidikan akademik. Fenomena ini juga terlihat pada mahasiswa "kura-kura" (kuliah-rapat-kuliah-rapat) dan "kupu-kupu" (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Keduanya memiliki kelebihan masing-masing; mahasiswa yang aktif berorganisasi mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk dunia kerja, sementara mereka yang tidak aktif dapat lebih fokus pada akademik atau mengembangkan keahlian tertentu. Namun, baik kura-kura maupun kupu-kupu, mahasiswa harus tetap menjaga prioritas agar tidak kehilangan esensi perkuliahan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk mengelola waktu dan menetapkan batasan. Jangan biarkan FOMO menggusur fokus pada studi atau membebani diri dengan terlalu banyak kegiatan.

Mengelola Waktu di Tengah Jadwal yang Padat

Banyaknya tugas akademik, kegiatan organisasi, hingga tuntutan sosial sering kali membuat mahasiswa kewalahan. Akibatnya, tidak jarang mahasiswa mengalami burn out karena kesulitan mengatur kegiatannya. Kesadaran tentang pentingnya kuliah perlu ditanamkan dalam diri setiap mahasiswa sehingga muncul sikap inisiatif dan tanggung jawab. Tidak ada lagi guru yang mengingatkan tugas dan ulangan, bahkan dosen jarang mengenal setiap mahasiswa secara pribadi layaknya guru di SMA. Hal-hal ini dapat dilakukan supaya mahasiswa bisa mengelola waktu dengan baik: 1. Jangan menunda-nunda Tidak seperti di sma, tugas kuliah memiliki banyak tenggat di akhir semester. Jika mahasiswa terus menunda-nunda karena tidak adanya urgensi mengerjakan tugas, mahasiswa akan kesulitan mengerjakan tugas yang telah menumpuk. 2. Menggunakan planner Planner berguna supaya mahasiswa mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Meskipun, terdapat berbagai rencana mendadak, setidaknya mahasiswa telah membuat planner yang berguna untuk menjaga semua tugas tetap on track. Di era serba cepat ini, mahasiswa menghadapi tantangan sosial dan harus mampu untuk menyesuaikan diri secara terus menerus. Dengan kebebasan yang dimiliki, mahasiswa tetap perlu memiliki prinsip dan tujuan selama mengeksplor dunia yang baru ini. Tidak masalah untuk mengeksplor banyak kegiatan, tetapi jangan sampai itu melebihi kapasitas diri sendiri dan malah menjadi bumerang. Selain itu, jangan pula merasa tertinggal ketika ada orang lain yang melakukan sesuatu yang tidak kita lakukan. Terakhir, aturlah waktu dan energi kita sedemikian rupa agar tidak keluar dari tujuan utama. Penulis: Haranufa Andrea Gloris Suryanto, Mahasiswa Universitas Airlangga

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/menjadi-mahasiswa-di-era-yang-serba-cepat/76634/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 23.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

Parkir Liar di Pinggir Jalan: Menjadi Kebiasaan atau Justru Sudah Menjadi Pola Hidup Masyarakat?

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.