24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Meningkatkan Perhatian Terhadap Kode Etik Dalam Melaksanakan Kegiatan Jurnalistik

Oleh : Rahman Naldi Eka Haerumi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Muhammadiyah Mataram (UMM)

JURNALPOST – Kebebasan berpendapat, kemerdekaan berekspresi dan kemerdekaan pers merupakan hak asasi manusia (HAM) yang dilindungi oleh pancasila dan Yundang-undang Dasar 1945. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia juga menyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat, dan norma-norma agama. Adanya media siber di indonesia merupakan bentuk kemerdekaan berpendapat dan kemerdekaan pers. Media siber sendiri merupakan segala jenis media yang menggunakan internet sebagai sarana penyampaian informasi dalam melaksanakan kegiatan jurnasitik.

Oleh karena itu perlu adanya pedoman khusus bagi media siber supaya pengelolaannya dapat dilaksanakan secara profesional, memenuhi fungsi, hak dan kewajiban sesuai Undang-Undang nomor 40 Tahun 1999 tentang pers dan kode etik jurnalistik. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan memperoleh perlindungan hukum dari negara, masyarakat, dan perusahaan pers. Tugas jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi melalui media massa.

Dalam menjalankan tugas jurnalistik, wartawan dilindungi dari tindak kekerasan, pengambilan, penyitaan dan atau perampasan alat-alat kerja, serta tidak boleh dihambat atau diintimidasi oleh pihak manapun Meskipun undang-undang mengenai kode etik dan pers telah diatur dan ditegakkan tak sedikit dari para jurlanis maupun wartawan yang melanggar kode etik tersebut.

Kode etik atau UU ITE sendiri dibuat sebagai pedoman untuk meningkatkan profesionalitas dari seorang wartawan. Dalam membuat berita wartawan atau jurnalis hendak melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada media yang diberitakan atau individu yang terlibat dalam karya tulisnya. Jika telah dikonfirmasi keakuratannya maka berita tersebut dapat disiarkan dan tidak akan menimbulkan masalah maupun pelanggaran dalam jenis apapaun.

Banyak kasus yang menyeret deretan wartawan tentang pelanggaran kode etik jurnalistik salah satunya yaitu kasusu antara PT. Jhonlin Agro Raya VS Antata Putra Sumedi yaitu seorang mantan pimpinan redaksi banjarhits. Dalam kasus tersebut ditemukan bahwa PT. JAR ini merasa difitnah dan menilai berita yang diupdate tidak akurat, bohong dan tidak ada konfirmasi dari PT. JAR itu sendiri.

Dalam kajian beritanya juga Putra Sumedi dianggap melanggar kode etik jurnalistik Pasal 8 , Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Oleh karena itu PT. JAR mengadu ke Dewan Pers untuk menyelesaikan kasus tersebut. Setelah dilakukan pengaduan Dewan pers memberi peringatan kepada putra sumedi untuk melakukan klarifikasi dan permintaan maaf dalam kurun waktu 2×24 jam. Dewan pers juga melakukan upaya mediasi dalam penyelesaian kasus tersebut namun tidak ada kesepakatan antara PT. JAR sehingga melakukan pemidanaan terhadap saudara putra sumedi.

Pemidanaan terhadap seorang wartawan atas karya jurnalistiknya yang dihasilkannya tentu dapat mengakibatkan dampak buruk bagi sistem kemerdekaan pers dinegara demokrasi seperti indonesia. Namun pihak yang merasa keberatan dengan karya jurnalistik tersbut juga memiliki hak atas benar atau tidaknya berita yang dilayangkan terhadap sebuah media, individu atau organisasi.

Kasus yang menimpa putra Sumedi merupakan kasus pers, oleh karena itu sudah sepatutnya diselesaikan yang sebagaimana telah diatur berdasarkan UU Pers No.40 Tahun 1999. Menyelesaikan kasus pers menggunakan Undang-undang atau diluar Uu Pers merupakan sebuah penyelewengan yang dapat mengakibatkan penyimpangan terhadap komitmen untuk menjaga prinsip-prinsip kemerdekaan pers indonesia.

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik

Pentingnya menjaga prinsip-prinsip dan komitmen kemerdekaan pers supaya tidak menurunkan indeks demokrasi dan kemerdekaan pers indonesia. Pemerintah dan semua pihak yang peduli terhadap citra indonesia di mata dunia internasional semestinya memperhitungkan resiko ini. Dewan pers telah menghimbau kepada seluruh perusahaan pers di indonesia untuk tidak menjalankan bentuk bentuk-bentuk kerjasama dengan kontributor perseorangan, perusahaan pers yang lain maupun pihak – pihak non- pers yang bertentangan dengan UU Pers No.40 Tahun 1999.

Perlu diperhatikan juga kepada seluruh jurnalis atau wartawan maupun dewan pers untuk menaati peraturan dewan pers tentang standar perusahaan pers dan khususnya menyangkut kewajiban perusahaan pers untuk memiliki badan hukum Indonesia, memiliki penanggung jawab bersertifikat dan wartawan utama, memiliki sertifikat wartawan, terdaftar di dewan pers dan menaati kode etik jurnalistik.

Solusi dari kasus tersebut perlu adanya peningkatan kualitas dari wartawan itu sendiri, meningkatkan kualitas profesionalisme wartawan maka akan meminimalsisr terjadinya sengketa antara wartawan dengan media siber atau medialainnya. Memberi edukasi dan mekakukan uji kompetensi sebagaimana telah dirancang untuk seorang wartawan profesional. Serta menekankan kode etik bagi wartawan dalam melakukan kegiatas jurnalistik sehingga tulisannya dapat dikaji dan dianalisis sesuai dengan pedoman dan peraturan Pers sebagaimana telah diatur dalam UU Pers No.40 Tahun 1999.

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.