JurnalPost.com - Mixue adalah perusahaan es krim yang dikenal sebagai pionir dan inovator dalam menciptakan es krim unik dengan variasi produk menarik. Mixue berasal dari negara China dan telah mendapatkan popularitas karena menghadirkan es krim dengan harga yang terjangkau atau merakyat.
Produk-produk Mixue menawarkan beragam rasa dan variasi yang menarik bagi konsumen, sehingga berhasil menarik minat banyak orang. Mixue telah menjadi merek yang dikenal luas dan memiliki basis penggemar yang besar di berbagai negara di seluruh dunia.
Mixue diketahui merupakan perusahaan es krim China pertama yang didirikan oleh Zhang Hongchao pada tahun 1997 dan telah hadir di Indonesia sejak tahun 2020. Tetapi pernahkah kalian terbesit dalam pikiran kalian mengapa Mixue bisa cuan meskipun jual produk dengan harga murah atau extreme low price dan memiliki banyak cabang di seluruh dunia termasuk di Indonesia?
Strategi Penjualan? Mixue bukan perusahaan es krim melainkan perusahaan Supply Chain, karena mayoritas dari pendapatan mereka berasal dari jual bahan baku dan packaging serta menerapkan economic of scale.
Mixue memanfaatkan strategi penjualan dengan mengedepankan harga yang sangat terjangkau atau "extreme low price". Dengan menjual produk es krim dengan harga yang murah, Mixue berhasil menarik minat konsumen yang mencari variasi produk yang menarik namun terjangkau. Hal ini memungkinkan mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menarik lebih banyak pelanggan.
Selain itu, Mixue juga menerapkan strategi ekonomi skala atau "economies of scale". Economies of scale adalah penghematan biaya dicapai ketika bisnis memperluas skala produksinya dan supply chain merupakan jaringan antara perusahaan dan pemasoknya untuk memproduksi dan mendistribusikan produk tertentu kepada pembeli akhir.
Dengan skala produksi yang besar, Mixue dapat mengurangi biaya produksi per unit, sehingga mereka bisa menjual produk dengan harga yang murah namun masih tetap menguntungkan. Skala produksi yang besar juga memungkinkan Mixue untuk memperoleh harga yang lebih baik dalam pengadaan bahan baku dan packaging, sehingga mereka dapat menghemat biaya dan meningkatkan margin keuntungan.
Selain fokus pada harga yang terjangkau dan ekonomi skala, Mixue juga melakukan ekspansi global dengan membuka banyak cabang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dengan memiliki banyak cabang, mereka dapat meningkatkan visibilitas merek dan mencapai lebih banyak konsumen potensial. Ekspansi global juga memberikan peluang untuk memperluas jaringan pasokan mereka dan mengurangi biaya logistik.
Sistem Perpajakan? Franchise merupakan hubungan kerja sama dalam distribusi barang maupun jasa antara franchisor dan franchisee: Franchisor adalah pihak atau perusahaan yang memiliki merek dagang. Franchisee adalah individu atau perusahaan yang memperoleh hak dari franchisor untuk menggunakan merek dagang.
Dalam bisnis franchise sendiri dibagi menjadi franchise dalam negeri dan franchise luar negeri. Dalam aspek perpajakan bahwa hal ini sangat mempengaruhi dalam menentukan tarif pajak. Karena Mixue berasal dari merk luar negeri maka dikenakan franchise luar negeri.
Dalam konteks perpajakan, franchise Mixue di Indonesia akan tunduk pada regulasi perpajakan yang berlaku di negara tersebut
Penulis : Alifvia Arubah Shofaa/ Mahasiswa Universitas Pamulang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda