Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mengenal Gejala Depresi dan Bagaimana Menanganinya Secara Mandiri

Mengenal Gejala Depresi dan Bagaimana Menanganinya Secara Mandiri

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
27 Desember 2024, 08.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
Mengenal Gejala Depresi dan Bagaimana Menanganinya Secara Mandiri

Apa itu Depresi?

Depresi bisa dikaitkan dengan reaksi emosional seseorang dan bahkan menyalur ke fisik. Depresi adalah hal yang harus dicegah dengan pola hidup sehat dan jauh dari lingkungan buruk. Depresi yang tidak ditangani secara cepat bisa memendam didalam hidup seseorang dan alhasil tidak bisa ditangani.Manusia dikaruniai perasaan dan juga pikiran yang selalu berperan dalam kehidupan sehari-hari. Otak Manusia tidak pernah berhenti berpikir dan berimajinasi. Stres hingga depresi kadang kala dirasakan ketika kita memasuki fase hidup yang memaksa kita untuk terus beradaptasi dan merubah diri kita sendiri. Stres hingga depresi bisa dipicu oleh situasi-situasi yang kurang mengenakkan pada diri sendiri terutama cara kerja otak kita dan perasaan kita. Banyak sekali hal-hal yang memicu seseorang menjadi stres, depresi ringan, hingga berat.

Gejala apa saja yang biasa dirasakan seseorang jika Depresi?

• Gejala fisik: Sakit kepala, lemas, insomnia, Pusing yang secara tiba-tiba, Bicara menjadi lambat, naiknya berat badan atau sebaliknya. Jika seseorang sedang mengalami stres, tidak hanya mental nya saja yang melemah, melainkan fisik menanggung resiko nya. • Gejala emosional: Mudah marah, mudah tersinggung, sensitif dengan hal kecil, selalu cemas, mudah lupa hal kecil, kewalahan, dan mulai tidak produktif untuk menjalani hari-hari. Sangat disayangkan betapa banyak nya gejala emosional yang dirasakan seseorang jika mereka mengalami stres hingga depresi. • Gejala perilaku: Makan berlebihan, Tidak makan sama sekali, Menarik diri dari orang lain atau bahkan selalu terlihat ceria ataupun murung secara tiba tiba. Kondisi perilaku yang tidak stabil ini disebabkan karena situasi hati dan pikiran yang tidak stabil maka dari itu tersambung kepada perilaku seseorang sewaktu stres.

Penyebab Depresi terhadap seseorang

Ada beberapa penyebab yang menyebabkan seseorang mengalami depresi ringan, sampai depresi berat. • Masalah Biologis Seseorang yang mengidap depresi bisa jadi karena adanya perubahan fisik pada otak mereka. • Hormon Perubahan pada masa anak-anak ke remaja hingga remaja ke dewasa seringkali ada perubahan hormon pada diri individu. Hormon yang dialami berbeda-beda dan membuat seseorang menjadi lebih emosional bahkan sensitif. Seperti remaja yang baru saja puber, perempuan yang melalui menopause, hingga perempuan yang sedang mengandung. • Penyakit keturunan Siapa bilang gangguan atau penyakit mental tidak bisa diwariskan kepada keturunan? Jawaban nya bisa. Orang tua yang mempunyai riwayat masalah mental bisa menurunkan nya ke anak-anaknya dan lebih beresiko mengalami kondisi yang sama. • Kejadian buruk dimasa lalu seseorang Depresi bisa dipicu oleh kejadian buruk dimasa lalu seseorang. Seperti kehilangan keluarga, kejadian traumatis, bullying, kisah cinta, pertemanan, dan masih banyak lagi yang dialami berbeda-beda orang diseluruh dunia. Mereka akan mengalami trauma yang sangat mendalam dan seringkali sangat takut ataupun sungkan meminta pertolongan.

Dampak Depresi Jika tidak Dikelola

Dampak depresi yang tidak dikelola bisa menghambat ataupun merusak sistem kekebalan tubuh, dan bisa membuat seseorang lebih gampang terserang penyakit maupun itu mental ataupun psikis. Bahkan ada yang bisa memperpendek harapan untuk hidup dikarenakan dampak dari stres berkepanjangan yang tidak pernah dihandle oleh diri sendiri dan mengacuhkan sinyal dari diri sendiri bahwa seorang tersebut butuh pertolongan yang tepat untuk mental nya. Dan apa saja dampak nya jika tidak ditangani dengan baik? 1. Menyalahgunakan kebutuhan obat 2. Menyalahgunakan Alkohol 3. Selfharm (Menyakiti atau melukai diri sendiri) 4. Berdiam dan menarik diri dari lingkungan luar 5. Tidak mementingkan kebutuhan diri sendiri seperti mandi, menyikat gigi, mogok makan, bahkan tidak tidur. 6. Menghabiskan diri dengan cara tidur berlebihan (Setiap orang berbeda-beda menangani depresi). 7. Berhalusinasi 8. Tidak bisa fokus kepada hal-hal kecil 9. Mudah lupa akan hal penting 10. Tidak semangat untuk merawat diri dengan baik Berita: “Pengakuan penyintas bunuh diri: ‘Jangan anggap orang depresi kurang iman.’–BBCNews Indonesia. Video Berikut: https://youtu.be/C2uV0FxUYmU?si=4kKnYU1pXAYFQC-p “ Jangan anggap orang depresi orang kurang iman.” – BBC News Indonesia, (2020). Dina (nama samaran) mencoba mengakhiri hidupnya pada tahun 2019 lalu, namun gagal. Dina mengidap bipolar, bipolar ada salah satu dari sekian banyak nya gangguan mental. Pengidap bipolar biasanya sangat sering mengalami perubahan suasana hati yang sangat ekstrem. “Faktornya itu menurutku mulai dari 2018 sampai 2019. Dimana banyak sekali kejadian yang membuat aku depresi dan mungkin juga karena faktor penyakit mentalku karena aku pengidap bipolar. Sering merasa hidup sudah tidak ada gunanya. Banyak sekali kejadian yang benar-benar menumpuk lalu sekali ada pemicu (trigger) yang sangat kuat disitulah aku melakukan (percobaan bunuh diri). – Dina (nama samaran), BBC News Indonesia, (2020). Dina (nama samaran) merasa tidak mempunyai siapa-siapa dikarenakan Mama Dina yang sudah berpulang, Papa Dina yang menikah lagi dengan kekasih baru, dan juga Dina tidak akrab dengan sang kakak.

Bagaimana seseorang mencegah depresi sebelum semakin buruk?

Cara awal yang dibutuhkan seseorang untuk mencegah hal ini semakin buruk kepada dirinya adalah untuk bisa menarik dirinua sendiri dari lingkungan toxic yang membuatnya menjadi stres ataupun depresi. Berani ambil tindakan untuk menolak hal-hal negatif datang kepada diri sendiri seperti arus lingkungan yang buruk. Usahakan untuk dikelilingi oleh lingkungan dengan energi positif yang bisa menarik diri menjadi lebih positif dan memotivasi diri untuk terus berkegiatan dan berpikiran positif. Berani bercerita kepada orang yang dipercayai (keluarga, sahabat, psikolog) untuk melepas semua beban yang ada dipikiran dan batin. Berani meminta tolong dan jangan sungkan untuk berbicara butuh bantuan. Jangan merasa sendiri disituasi keruh dan hitam karena selangkah dua langkah kita akan melihat cahaya yang terang didepan dan lanjutkan lah langkah kita untuk bisa melihat cahaya itu lebih jelas lagi. Anda bahkan bisa memulai dengan Journaling, Yoga, Private Vlog, Membaca buku dengan genre yang anda sukai. Bahkan mencoba Coffeeshop baru di kota anda adalah salah satu membahagiakan diri sendiri. Manjakan diri kita, karena yang kita butuhkan disaat ada disituasi keruh adalah diri kita sendiri. Kita lah yang menarik kembali jiwa dan raga kita untuk terus bersemangat dan menjalani semuanya. Sesekali mulai lah ucapkan terimakasih untuk diri sendiri karena sudah bertahan dan kuat untuk apa yang sudah dilangkahkan selama ini dan sudah kuat untuk berjalan selama ini. Dan meminta maaf karena jarang memanjakan diri sendiri seperti self reward atau bahkan memakan makanan yang manis saja jarang. Ucapkan hal-hal tersebut sebelum tidur dan diwaktu bangun tidur. Berilah waktu selama 5-10 menit untuk mengapresiasi diri sendiri. Tindakan paling berani dan bijak pada seseorang adalah untuk mengucapkan maaf, tolong, terimakasih. Tapi jangan hanya gunakan kata-kata tersebut untuk orang lain, sesekali terapkan ke diri sendiri.

Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa kita sebagai makhluk individu yang membutuhkan sosialisasi, membutuhkan pertolongan juga untuk ketenangan diri. Jangan sungkan untuk mengatakan tolong demi keselamatan diri sendiri. Sayangilah diri sendiri dan apresiasi lah diri sendiri setiap hari nya. Oleh: Permata Indah L. Komunikasi Massa, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mengenal-gejala-depresi-dan-bagaimana-menanganinya-secara-mandiri/76447/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan
  2. 2

    Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

  3. 3

    Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

  4. 4

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.