Apa itu Depresi?
Depresi bisa dikaitkan dengan reaksi emosional seseorang dan bahkan menyalur ke fisik. Depresi adalah hal yang harus dicegah dengan pola hidup sehat dan jauh dari lingkungan buruk. Depresi yang tidak ditangani secara cepat bisa memendam didalam hidup seseorang dan alhasil tidak bisa ditangani.Manusia dikaruniai perasaan dan juga pikiran yang selalu berperan dalam kehidupan sehari-hari. Otak Manusia tidak pernah berhenti berpikir dan berimajinasi. Stres hingga depresi kadang kala dirasakan ketika kita memasuki fase hidup yang memaksa kita untuk terus beradaptasi dan merubah diri kita sendiri. Stres hingga depresi bisa dipicu oleh situasi-situasi yang kurang mengenakkan pada diri sendiri terutama cara kerja otak kita dan perasaan kita. Banyak sekali hal-hal yang memicu seseorang menjadi stres, depresi ringan, hingga berat.Gejala apa saja yang biasa dirasakan seseorang jika Depresi?
• Gejala fisik: Sakit kepala, lemas, insomnia, Pusing yang secara tiba-tiba, Bicara menjadi lambat, naiknya berat badan atau sebaliknya. Jika seseorang sedang mengalami stres, tidak hanya mental nya saja yang melemah, melainkan fisik menanggung resiko nya. • Gejala emosional: Mudah marah, mudah tersinggung, sensitif dengan hal kecil, selalu cemas, mudah lupa hal kecil, kewalahan, dan mulai tidak produktif untuk menjalani hari-hari. Sangat disayangkan betapa banyak nya gejala emosional yang dirasakan seseorang jika mereka mengalami stres hingga depresi. • Gejala perilaku: Makan berlebihan, Tidak makan sama sekali, Menarik diri dari orang lain atau bahkan selalu terlihat ceria ataupun murung secara tiba tiba. Kondisi perilaku yang tidak stabil ini disebabkan karena situasi hati dan pikiran yang tidak stabil maka dari itu tersambung kepada perilaku seseorang sewaktu stres.Penyebab Depresi terhadap seseorang
Ada beberapa penyebab yang menyebabkan seseorang mengalami depresi ringan, sampai depresi berat. • Masalah Biologis Seseorang yang mengidap depresi bisa jadi karena adanya perubahan fisik pada otak mereka. • Hormon Perubahan pada masa anak-anak ke remaja hingga remaja ke dewasa seringkali ada perubahan hormon pada diri individu. Hormon yang dialami berbeda-beda dan membuat seseorang menjadi lebih emosional bahkan sensitif. Seperti remaja yang baru saja puber, perempuan yang melalui menopause, hingga perempuan yang sedang mengandung. • Penyakit keturunan Siapa bilang gangguan atau penyakit mental tidak bisa diwariskan kepada keturunan? Jawaban nya bisa. Orang tua yang mempunyai riwayat masalah mental bisa menurunkan nya ke anak-anaknya dan lebih beresiko mengalami kondisi yang sama. • Kejadian buruk dimasa lalu seseorang Depresi bisa dipicu oleh kejadian buruk dimasa lalu seseorang. Seperti kehilangan keluarga, kejadian traumatis, bullying, kisah cinta, pertemanan, dan masih banyak lagi yang dialami berbeda-beda orang diseluruh dunia. Mereka akan mengalami trauma yang sangat mendalam dan seringkali sangat takut ataupun sungkan meminta pertolongan.Dampak Depresi Jika tidak Dikelola
Dampak depresi yang tidak dikelola bisa menghambat ataupun merusak sistem kekebalan tubuh, dan bisa membuat seseorang lebih gampang terserang penyakit maupun itu mental ataupun psikis. Bahkan ada yang bisa memperpendek harapan untuk hidup dikarenakan dampak dari stres berkepanjangan yang tidak pernah dihandle oleh diri sendiri dan mengacuhkan sinyal dari diri sendiri bahwa seorang tersebut butuh pertolongan yang tepat untuk mental nya. Dan apa saja dampak nya jika tidak ditangani dengan baik? 1. Menyalahgunakan kebutuhan obat 2. Menyalahgunakan Alkohol 3. Selfharm (Menyakiti atau melukai diri sendiri) 4. Berdiam dan menarik diri dari lingkungan luar 5. Tidak mementingkan kebutuhan diri sendiri seperti mandi, menyikat gigi, mogok makan, bahkan tidak tidur. 6. Menghabiskan diri dengan cara tidur berlebihan (Setiap orang berbeda-beda menangani depresi). 7. Berhalusinasi 8. Tidak bisa fokus kepada hal-hal kecil 9. Mudah lupa akan hal penting 10. Tidak semangat untuk merawat diri dengan baik
Berita: “Pengakuan penyintas bunuh diri: ‘Jangan anggap orang depresi kurang iman.’–BBCNews Indonesia.
Video Berikut:
https://youtu.be/C2uV0FxUYmU?si=4kKnYU1pXAYFQC-p
“ Jangan anggap orang depresi orang kurang iman.” – BBC News Indonesia, (2020).
Dina (nama samaran) mencoba mengakhiri hidupnya pada tahun 2019 lalu, namun gagal. Dina mengidap bipolar, bipolar ada salah satu dari sekian banyak nya gangguan mental. Pengidap bipolar biasanya sangat sering mengalami perubahan suasana hati yang sangat ekstrem.
“Faktornya itu menurutku mulai dari 2018 sampai 2019. Dimana banyak sekali kejadian yang membuat aku depresi dan mungkin juga karena faktor penyakit mentalku karena aku pengidap bipolar. Sering merasa hidup sudah tidak ada gunanya. Banyak sekali kejadian yang benar-benar menumpuk lalu sekali ada pemicu (trigger) yang sangat kuat disitulah aku melakukan (percobaan bunuh diri). – Dina (nama samaran), BBC News Indonesia, (2020).
Dina (nama samaran) merasa tidak mempunyai siapa-siapa dikarenakan Mama Dina yang sudah berpulang, Papa Dina yang menikah lagi dengan kekasih baru, dan juga Dina tidak akrab dengan sang kakak.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda