24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Mengapa Kita Memilih Membenci?

JURNALPOST – Pernah berpikir kenapa orang orang membenci kamu?,  pernah  membenci orang lain tanpa sebab? atau kamu bertanya tanya mengapa manusia itu membenci?

Dilansir dari Meriam Webster, membenci adalah sebuah ekspresi sangat tidak suka atau jijik yang biasanya berasal dari rasa takut, marah, atau rasa terluka. Menurut Sigmund Freud yang merupakan bapak  dari Psikoanalisis, kebencian itu merupakan hal yang normal dan manusiawi sekali walaupun kebencian ini adalah hal yang negatif.

Walaupun kebencian itu manusiawi, bukan berarti kita boleh untuk menyakiti seseorang. Setiap tahunnya frekuensi kebencian mengalami peningkatan. Apalagi di jaman teknologi sekarang ini. Orang orang dengan mudah berkomentar terhadap siapapun dan dengan mudah mengekspresikan kebenciannya melalui media sosial. Menyakiti seseorang seperti berkomentar jahat,  menghina, menertawakan, mengutuk seseorang atau bahkan memukul seseorang, bisa mengakibatkan tekanan secara fisik dan psikis.

Sebuah kasus yang terjadi kepada sulli yang merupakan girl group f (x)  Korea Selatan  meninggal akibat bunuh diri. Tindakan bunuh diri ini disebabkan oleh ujaran kebencian yang didapatkannya disetiap postingan instagramnya. Sedangkan Kekeyi Rahmawati Putri Cantikka, yang merupakan selebriti asal Indonesia yang juga banyak mendapat komentar jahat di sosial media. Seperti youtube dan instagram dia mengaku sering mendapat bullying dari para netizen di Indonesia.

Menurut pandangan dari Sigmund Freud, kondisi ego  dalam membenci membuat seseorang berkeinginan untuk menghancurkan sesuatu yang membuat seseorang bahagia. Tidak heran jika seseorang pembenci memiliki emosi negatif yang berkepanjangan. Itu mengakibatkan ia ingin menjatuhkan korban,  bullying serta dalam konteks yang lebih kompleks seorang pembenci dapat membunuh si korban.

Menurut piramida kebencian,  kebencian itu sendiri meliputi 5 level

  1. Sikap bias, dilevel ini kita mulai menolak hal yang baik dari seseorang. Hal baik kita anggap tidak benar terhadap seseorang
  1. Tindakan bias, seperti melakukan bullying seperti menghina,  candaan yang meremehkan serta perundungan.
  1. Diskriminasi, adanya ketidakadilan dalam berbagai bidang termasuk politik,  pekerjaan,  pendidikan, ekonomi dan lain-lain.
  1. Kekerasan dan pembatasan ruang gerak. Dibumbui kekerasan fisik seperti pemerkosaan, pemukulan dan pembunuhan
  1. Genosida, yaitu berupa tindakan pembunuhan yang biasanya terjadi pada suatu kelompok. Contoh :  pengungsi rohingnya yang dibakar, dan  lain sebagainya.

Seseorang terkadang mengajak orang lain untuk membenci hal yang ia tidak sukai. Seseorang juga bisa untuk membenci hal tanpa sebab. Seperti yang dilansir dari journals.plos.org, Semir Zeki dan John Paul Romaya meneliti tentang Neural Correlates of hate (2008) di mana subjek di studi ini ditunjukkan poto orang yang dibenci. Bagian Frontal korteks otak aktif,  dimana frontal korteks ini memiliki fungsi sebagai penilaian,  pemecahan masalah, perilaku sosial dan lain lain.  Sementara subjek saat ditunjukkan foto orang yang mereka sayangi atau mereka sukai, frontal korteks nya menjadi kurang aktif. Itulah sebabnya mengapa yang seseorang lakukan selalu salah dimata si pembenci.

Lantas mengapa hal ini bisa terjadi? Apa penyebab seseorang itu membenci?

Menurut Gita Savitri  Devi dalam unggahan vidionya di youtube,  ada 4 aspek untuk dapat membenci orang lain, yaitu:

  1. Mengalami kejadian kurang menyenangkan yang berulang ulang dari orang tersebut. Contoh seperti berkali kali dipermalukan,  ditertawakan,  diacuhkan serta diabaikan
  1. Kita membenci seseorang yang berbeda dengan kita. Dalam Why Your Brain Hates Other People (2017) karya Robert Salpolsky, ketika kita melihat orang yang berbeda dari kita, wilayah otak yang terkait dengan rasa takut dan agresi berkobar. Ini akan memicu rasa ketidaksukaan apalagi ditambah dengan suatu tindakan. Dari perbedaan ini timbul perasaan tidak aman dari si pembenci serta perasaan takut sehingga muncul pemikiran pemikiran yang belum tentu benar dan anti terhadap orang tersebut.
  1. Kurangnya penghargaan diri. Seseorang yang memiliki Insecurity atau self esteem yang rendah akan memproyeksikan amarah itu kepada orang lain.
  1. Identitas terancam. Ini terjadi dalam konteks kelompok. Dimana kelompok merasa indentitasnya terancam karena adanya kelompok lain serta memiliki pandangan yang bersebrangan dengan kelompok lain.

Kebencian memang manusiawi. Tapi kebencian bisa dikendalikan atau kita bisa memilih untuk tidak membenci. Lalu bagaimana cara kita agar bisa meminimasir kebencian?

  1. Mencintai diri sendiri. Dengan mencintai diri sendiri kita bisa setidaknya sedikit rasional. Kita jadi bisa berpikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain.
  1. Pahami dan simpati. Cobalah untuk mengerti orang lain dan coba Untuk menerima perbedaan.
  1. Observasi diri. Memikirkan kembali mengapa kita bisa sebenci itu dengan orang lain, untuk apa,  apa yang kita dapatkan dari benci itu sendiri.

Oleh sebab itu, membenci bukanlah hal yang menguntungkan bagi kita. Membenci juga dapat memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hidup pun jadi tidak tenang. Apalagi,  korban kebencian bisa menjadi stres, depresi,  self esteem yang rendah dan korban dapat melakukan bunuh diri. Cobalah untuk terbuka dalam setiap perbedaan yang ada,  hargailah orang lain serta rangkulah orang orang yang mengalami korban kebencian serta bullying. Damai itu indah kan?

Penulis, Putri Najmi merupakan mahasiswi Universitas Syiah Kuala jurusan Psikologi angkatan 2020.

Referensi
Zeki S, Romaya JP (2008). Neural Correlates Of Hate. Diakses dari https://mjgkdglfnfd6nghc6dcw3he2u4-achv5f5yelsuduq-journals-plos-org.translate.goog/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0003556

https://ab55ntbxvlkvtxudiyzqhxyihi-achv5f5yelsuduq-m-nautil-us.translate.goog/issue/55/trust/why-your-brain-hates-other-people-rp

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.