oleh Khaerunnisa- Relawan Pelita
JurnalPost.com -Jalan menanjak dan berbatu tidak menyurutkan langkah para relawan Pelita. Membawa semangat “Nyala Asa Pelita”, para penyala, sebutan untuk Relawan Pelita, menempuh perjalanan menuju SDN 46 Waetuo, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkep, Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk menghadirkan ruang belajar, bacaan dan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak di wilayah ujung utara Pangkep.
Perjalanan dari titik kumpul di kawasan perkotaan menuju sekolah yang menjadi tujuan pertama program ini terbilang cukup panjang. Medan yang menantang menjadi bagian dari perjalanan para relawan untuk menjangkau daerah dengan akses literasi yang masih terbatas.
Setibanya di lokasi, lelah perjalanan seketika terbayar oleh sambutan hangat kepala sekolah, staf pengajar dan tenaga pendidik SDN 46 Waetuo. Antusiasme semakin terasa ketika para relawan memasuki ruang kelas dan disambut wajah-wajah ceria adik-adik yang telah menantikan kehadiran mereka.
“Nyala Asa Pelita” kemudian dimulai dengan kegiatan Membaca Buku Bersama. Seperti kunjungan sebelumnya, para relawan mendampingi anak-anak membaca buku sesuai kelompok masing-masing. Namun, kali ini kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pemetaan kemampuan membaca sebagai bagian dari evaluasi dan upaya melihat perkembangan kemampuan literasi anak dari setiap kunjungan.
Setelah membaca bersama, anak-anak diajak mengikuti kegiatan Bercerita Isi Buku. Perwakilan dari setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menceritakan kembali buku yang telah mereka baca. Mereka juga diajak menemukan pesan dan nilai pembelajaran dari cerita tersebut.
Kegiatan ini dirancang agar kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca teks. Anak-anak juga didorong untuk memahami isi bacaan, menyampaikan kembali informasi, serta menemukan nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui permainan Tebak Posisi Gambar. Permainan sederhana ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk bersenang-senang sekaligus melatih kemampuan mengingat, bekerja sama, memahami instruksi, dan mengikuti aturan permainan.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan Membaca Nyaring, salah satu kegiatan baru yang diperkenalkan dalam kunjungan kali ini. Melalui metode tersebut, relawan membacakan cerita secara interaktif dan mengajak anak-anak mengikuti alur cerita. Anak-anak juga diajak memahami pesan serta poin pembelajaran yang terdapat dalam cerita.
Tak hanya membaca, kreativitas anak-anak turut diasah melalui kegiatan menghias donat. Dengan berbagai kreasi dan imajinasi masing-masing, adik-adik diberikan kesempatan untuk menghias donat sesuai keinginan mereka. Kegiatan kreatif ini terlaksana berkat dukungan salah satu UMKM Pangkep, Donat DJ.
Di penghujung kegiatan, Pelita turut menyerahkan donasi Pustaka Kecil Pelita berupa rak buku beserta koleksi buku bacaan. Donasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ruang baca yang terus dimanfaatkan anak-anak setelah kunjungan para relawan berakhir.

Selain itu, para siswa juga mendapatkan peralatan alat tulis dari Sedekah Terus Project serta donat dari Donat DJ.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Bagi para relawan, perjalanan panjang dan medan yang menantang seolah terbayar lunas melalui senyum dan keceriaan anak-anak selama mengikuti kegiatan.
Apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Kepala sekolah, staf pengajar, dan tenaga pendidik SDN 46 Waetuo menyampaikan sambutan dan apresiasi atas kehadiran para relawan serta kegiatan literasi yang dibawa ke sekolah mereka.

Kunjungan ke SDN 46 Waetuo menjadi langkah pertama perjalanan “Nyala Asa Pelita” dalam menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Pangkep. Lebih dari sekadar membawa buku, perjalanan ini menjadi upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka ruang bagi anak-anak untuk membaca, bercerita, berpikir, dan berkreasi.
Dari ujung utara Pangkep, nyala itu dimulai. Para penyala berharap langkah kecil ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak daerah, sehingga semangat literasi tidak hanya tumbuh di ruang-ruang yang mudah dijangkau, tetapi juga hadir di pelosok-pelosok yang membutuhkan.
Nyala Asa Pelita akan terus berjalan. Sebab setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk membaca, belajar, dan menyalakan asanya masing-masing.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda