JurnalPost.com - Menyadari urgensi dalam memerangi penyebaran HIV AIDS, Tim PPK Ormawa StopHIVa telah membuat gebrakan dengan menyelenggarakan Reaktualisasi Warga Peduli AIDS (WPA) yang melibatkan dua generasi, yakni remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 25 Agustus 2023 di Kantor Kelurahan Pindrikan Lor, Kota Semarang. Kegiatan yang terintegrasi dengan KKN Tematik Tim PPK Ormawa StopHIVa ini, menggambarkan kolaborasi yang kuat serta komitmen untuk memberikan edukasi dan dukungan maksimal dalam upaya melawan HIV/AIDS.
Pengorganisasian kembali WPA sebagai fokus utama dari rangkaian acara ini menggambarkan bagaimana Tim PPK Ormawa StopHIVa dengan bijaksana mempertimbangkan kebutuhan dan peran dua kelompok tersebut dalam pencegahan AIDS. Proses pengesahan SK WPA oleh Lurah Pindrikan Lor, Kota Semarang menjadi sebuah tonggak penting dalam menegaskan keberadaan dan dedikasi WPA sebagai kelompok peduli terhadap penyebaran penyakit ini.
Momentum emosional tercipta saat Lurah Pindrikan Lor, Kota Semarang dengan bangga menyerahkan secara simbolis SK WPA kepada Ketua WPA. Serah terima ini bukan sekadar pertukaran simbolis, melainkan sebuah pesan kuat tentang kepedulian serta tanggung jawab yang harus diemban bersama.
Wisnu Effendy selaku Lurah Pindrikan Lor mengungkapkan, "Kami sangat mengapresiasi Tim PPK Ormawa StopHIVa atas inisiatifnya dalam melibatkan remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak dalam upaya pencegahan HIV AIDS. Keterlibatan dua generasi ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan dukungan harus diberikan kepada semua kelompok dalam masyarakat."
Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota StopHIVa yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan reaktualisasi WPA. Tidak hanya itu, kemitraan dengan Puskesmas Poncol, PKBI Jawa Tengah, KDS Arjuna Plus, dan UNAIDS telah menguatkan upaya WPA dalam memberikan informasi, layanan, dan dukungan kepada masyarakat. Ketua WPA, Ibu Retno menegaskan, "Melalui kolaborasi dengan pihak-pihak tersebut, kami berharap dapat merangkul lebih banyak orang dan mengurangi stigma yang masih melekat terhadap HIV/AIDS."
Ketua Tim PPK Ormawa StopHIVa dan Ketua WPA, bersama para mitra
Aditya Kusumawati, S.K.M., M.Kes. selaku dosen pembimbing menyatakan bahwa "Melibatkan berbagai pihak seperti Puskesmas Poncol, PKBI Jawa Tengah, KDS Arjuna Plus, dan UNAIDS menunjukkan komitmen Tim PPK Ormawa StopHIVa dalam memberikan dampak positif yang luas dalam masyarakat. Saya yakin bahwa reaktualisasi WPA ini bukan hanya sekadar acara, tetapi sebuah upaya berkelanjutan yang akan membawa perubahan nyata dalam pemahaman dan sikap terhadap HIV AIDS."
Reaktualisasi Warga Peduli AIDS (WPA) telah menandai langkah nyata dalam perang melawan HIV AIDS. Kolaborasi antara generasi yang berbeda, dukungan dari berbagai pihak, dan kesadaran bersama merupakan pondasi penting dalam membentuk masyarakat yang lebih peduli dan bebas dari ancaman penyakit ini.
Oleh Tim PPK Ormawa StopHIVa UNDIP Selasa, 5 September 2023
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda