Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Membajak Film atau Berlangganan, antara tuntutan Ekonomi atau Etika

Membajak Film atau Berlangganan, antara tuntutan Ekonomi atau Etika

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 April 2024, 13.43 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Membajak Film atau Berlangganan, antara tuntutan Ekonomi atau Etika
Sumber gambar; https://images.app.goo.gl/inF3RhicMFYJsWJF7

Oleh: Miranti Dameria Mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Pamulang

JurnalPost.com - Membajak film berlangganan merupakan sebuah dilema yang sering dihadapi masyarakat, dimana terdapat antara tuntutan ekonomi dan etika. Disisi ekonomi, membajak film dapat dipandang sebagai solusi yang lebih terjangkau bagi masyarakat dengan pendapatan terbatas. Biaya langganan untuk streaming legal seringkali dianggap terlalu mahal, terutama bagi mereka yang harus memprioritaskan kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, dan Pendidikan. Dengan membajak film, mereka dapat mengakses konten hiburan tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan besar.

IKLAN

Namun, dari perspektif etika, membajak film merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan. Hal ini merupakan pelanggaran terhadap hak cipta dan merugikan para pencipta, baik itu penulis skenario, sutradara, aktor, maupun seluruh kru yang terlibat dalam produksi film tersebut. Industri perfilman tergantung pada pendapatan dari penjualan tiket bioskop dan langganan layanan streaming untuk dapat terus berproduksi dan menciptakan karya-karya baru.

Late Night Health Search Anxiety
Baca Juga

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Ketika masyarakat membajak film, mereka secara tidak langsung menghambat perkembangan industri perfilman dan mengurangi minat investasi di dalamnya. Hal ini dapat mengancam kelangsungan hidup para pekerja di industri tersebut, serta membatasi pilihan dan kualitas konten yang tersedia di masa depan.

Selain itu, tindakan membajak film juga dapat memberikian dampak negatif terhadap pembentukan karakter dan budaya hukum masyarakat. Ketika masyarakat terbiasa melanggar hak cipta, hal tersebut dapat memicu perilaku melanggar hukum lainnya. Hal ini tentunya bertentangan dengan upaya untuk membangun masyarakat untuk taat hukum dan menghargai karya intelektual orang lain.

IKLAN

Lebih dari itu, Tindakan pembajakan film merupakan pelanggaran terhadap undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta. Dalam undang-undang tersbut, disebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekonomi atas karya sinematogafi dapat dikenai sanksi pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

Dengan adanya payung hukum yang jelas, seharusnya masyarakat lebih mempertimbangkan risiko yang ditanggung jika membajak film. Meskipun alasan ekonomi kerap menjadi pembenaran, tetapi kita tidak bisa mengesampingkan konsep etika dan kepatuhan hukum yang berlaku.

Nasya Fahma Aulia
Baca Juga

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Disisi lain, berlangganan layanan streaming legal dapat menjadi solusi yang lebih etis dan berkelanjutan. Meskipun biayanya mungkin lebih tinggi, namun hal ini memastikan bahwa para pencipta film mendapatkan imbalan layak atas karya mereka. Selain itu, dengan berlangganan masyarakat juga mendukung perkembangan industri perfilman dan memastikan ketersediaan konten berkualitas dimasa depan.

Tentu saja, solusi terbaik adalah jika pemerintah dan industri perfilman dapat bekerja sama untuk menyediakan layanan streaming legal yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Hal ini dapat dilakukan dengan mengatur harga yang lebih adil atau memberikan subsidi bagi masyarakat dengan berpendapatan rendah. Selain itu, penegakan hukum, yang tegas terhadap pembajakan film ini juga diperlukan untuk menciptakan efek jera dan mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan legal.

Pada akhirnya, pilihan membajak film atau berlangganan streaming legal merupakan pertimbangan antara tuntutan ekonomi dan etika. Meskipun membajak film mungkin terlihat sebagai solusi yang lebih murah, namun hal tersebut dapat memberikan dampak negatif jangka panjang bagi industri perfilman dan pembentukan hukum di masyarakat. Oleh karena itu, solusi yang lebih berkebelanjutan adalah dengan mendukung layanan streaming legal dan mendorong pemerintah serta industri untuk menyediakan layanan yang lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/membajak-film-atau-berlangganan-antara-tuntutan-ekonomi-atau-etika/67350/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 04.33 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Pilihan Editor

  1. 1 Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur
  2. 2

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  3. 3

    Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi

  4. 4

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  5. 5

    Berawal dari Jualan Mango Sago, Rini Astuti Kembangkan Usaha Kuliner Berkat Dukungan KUR BRI Bojonegoro

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.