JEPARA, JurnalPost.com – Di tengah derasnya arus disrupsi informasi dan tantangan independensi pers, Queensha Jepara mengambil langkah strategis yang menandai fase baru perjalanan medianya. Portal berita digital berbasis di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini resmi mendirikan badan usaha sendiri bernama Queensha Multi Media, sebagai fondasi kelembagaan untuk memperkuat profesionalisme dan keberlanjutan jurnalistik.
Sejak kelahirannya pada 15 Mei 2025, Queensha Jepara dikenal sebagai media lokal yang mengusung semangat nasional dengan slogan “Cepat, Tepat, dan Terpercaya”. Media ini konsisten mengangkat isu-isu lokal—mulai dari sosial, hukum, ekonomi, hingga kebijakan publik—dengan pendekatan kritis, berimbang, dan berpegang pada etika jurnalistik.
Pendirian Queensha Multi Media menjadi penanda penting bahwa Queensha tidak ingin berhenti sebagai media daring yang hanya mengejar kecepatan. Lebih dari itu, langkah ini mencerminkan keseriusan membangun media yang kokoh secara struktural, mandiri secara ekonomi, dan bebas dari intervensi kepentingan politik maupun bisnis.
Queensha Multi Media dipimpin oleh Taufiqurrochman, yang dikenal dengan nama Vico Rahman, sebagai Direktur Utama. Ia bersama dua rekan pendiri, Yusron dan Agus Adodi, menjadi motor penggerak arah manajemen dan kebijakan redaksional perusahaan.
Vico Rahman menegaskan bahwa pendirian perusahaan ini bukan sekadar memenuhi aspek legalitas, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab moral kepada publik sebagai konsumen utama informasi.
“Pendirian Queensha Multi Media adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan media yang benar-benar independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik. Kami ingin memastikan setiap informasi yang disajikan lahir dari proses jurnalistik yang beretika, berimbang, dan bertanggung jawab. Media lokal harus kuat, berani, dan tetap menjaga integritas di tengah berbagai tekanan,” ujar Vico Rahman.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Yusron, yang menekankan bahwa media memiliki fungsi strategis sebagai ruang edukasi dan kontrol sosial, bukan sekadar penyampai berita cepat.
“Queensha bukan hanya media pemberitaan, tetapi ruang edukasi dan kontrol sosial bagi masyarakat. Dengan berdirinya Queensha Multi Media, kami ingin memperkuat kualitas konten sekaligus memperluas peran media dalam membangun kesadaran publik. Queensha harus menjadi referensi informasi yang mencerahkan—bukan hanya cepat, tetapi juga benar,” kata Yusron.
Sementara itu, Agus Adodi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC GRIB Jaya Kabupaten Jepara, memandang berdirinya Queensha Multi Media sebagai sinyal positif bagi iklim kebebasan pers di daerah.
“Saya mengapresiasi berdirinya Queensha Multi Media sebagai langkah maju bagi penguatan media lokal di Jepara. Media yang independen sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan demokrasi dan menyuarakan kepentingan masyarakat kecil. Saya berharap Queensha Jepara tetap konsisten menjaga integritas, keberanian, dan objektivitas dalam mengawal kebijakan publik dan isu-isu kerakyatan,” ungkapnya.
Berdasarkan dokumen pendirian, Queensha Multi Media bergerak di sektor informasi dan komunikasi, mencakup pengelolaan portal berita digital, jurnalistik independen, aktivitas kreatif, hingga pengembangan platform media berbasis teknologi.
Langkah ini dipandang sebagai bukti bahwa media lokal memiliki daya tahan dan kemampuan untuk tumbuh secara profesional tanpa harus mengorbankan idealisme. Di tengah krisis kepercayaan publik terhadap media dan gempuran informasi instan, Queensha Jepara menegaskan posisinya sebagai ruang informasi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Dengan berdirinya Queensha Multi Media, Queensha Jepara meneguhkan komitmennya untuk terus menjadi penjaga nalar publik, pengawal kepentingan masyarakat, serta pilar demokrasi di tingkat lokal—tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam perubahan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda