Perayaan Hari Batik Nasional Bersama Penyandang Down Syndrome berlangsung di Hotel Shangri-la Surabaya (03/10/2024)
JurnalPost.com - Dalam lingkungan kerja yang semakin kompetitif, keterampilan teknis tidak cukup untuk mencapai kesuksesan. Soft skills, yang mencakup keterampilan interpersonal dan manajerial, menjadi faktor kunci bagi individu dalam lingkungan professional saat ini.
Program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus memberikan kesempatan nyata bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan non-teknis atau soft skills. Salah satu contohnya adalah kegiatan event sosial yang di inisiasi mahasiswa magang di Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Surabaya, yang sukses memberikan pengalaman berharga dalam hal komunikasi, adaptasi, kolaborasi, problem solving, hingga perancangan acara.
Kolaborasi Untuk Inklusi
Pelaksanaan event sosial yang diadakan BK3S yang berkolaborasi dengan beberapa mitra seperti POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) ini bertujuan untuk membantu audience sekitar dengan pendekatan inklusif. Kegiatan ini melibatkan penyandang Down Syndrome sebagai peserta utama. Berbagai penampilan kreatif dan edukatif, seperti pelatihan membatik, pameran karya seni, penampilan angklung, fashion show guna meningkatkan kepercayaan diri teman-teman Down Syndrome, dan sesi edukasi untuk membuka kesadaran Masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Kegiatan ini diselenggarakan guna memperingati Hari Batik Nasional Bersama Penyandang Down Syndrome dan Hari Disabilitas Internasional. Saya, Fifiana Putri, salah satu Mahasiswa magang dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya yang juga mengikuti program magang MKBM di BK3S bertempatan di mitra POTADS, terlibat langsung dalam kegiatan ini, merasa sangat senang. Melalui bahasa tanda dan gerakan sederhana, saya berhasil membangun koneksi yang mendalam dengan teman-teman penyandang Down Syndrome. Tidak hanya itu, saya juga mendapatkan pengalaman berharga dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya.Pengalaman Berharga Selama Magang
Sebagai Mahasiswa ilmu komunikasi, saya juga melihat bagaimana kegiatan ini membantu diri untuk mengasah kemampuan bekerja dalam tim. Kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BK3S dan POTADS, membuat saya bisa lebih memahami pentingnya empati, inovasi, dan koordinasi dalam mewujudkan acara yang sukses dan inklusif. Melalui pendampingan dan pengalaman langsung dalam keterlibatan sebuah event membantu saya untuk mengembangkan soft skills, memperluas wawasan, dan meningkatan kompetensi dalam perencanaan dan pelaksanaan acara.
Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024 diselenggarakan di Gedung BK3S Jawa Timur, Surabaya, Rabu (11/12/2024)
Salah satu momen yang berkesan adalah saat para peserta dengan Down Syndrome tampil percaya diri di atas panggung. Senyumnya merekah begitu lebar dan Momen seperti ini mengingatkan saya betapa pentingnya memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan kemampuan mereka. Meskipun terkadang komunikasi dengan mereka cukup menantang, namun kesabaran dan kreativitas adalah kunci untuk membangun hubungan yang baik.
Dari pengalaman ini, banyak mengajarkan saya pentingnya soft skills di lingkup besar, termasuk memanajemen waktu, komunikasi efektif, kreativitas, dan kerja tim. Soft skills ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks acara sosial, tetapi juga akan menjadi modal utama dalam karier saya di bidang komunikasi. Saya berharap pengalaman ini menjadi langkah awal untuk keberlanjutan dalam menciptakan program-program inklusif yang dapat terus memberikan manfaat bagi teman-teman penyandang down syndrome dan Masyarakat luas.
Author: Fifiana Putri
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda