Malang, JurnalPost.com — Keterbatasan lahan tidak selalu menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Hal itu coba dibuktikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Merdeka Malang (UNMER) Kelompok 13 melalui pengembangan kebun hidroponik di Dusun Petungpapak, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Mengusung program bertajuk “Hidroponik: Satu Langkah Kecil, Dampak Besar untuk Negeri”, para mahasiswa memperkenalkan metode pertanian tanpa tanah sebagai alternatif pemanfaatan ruang terbatas di kawasan permukiman.
Program tersebut berangkat dari kondisi lahan produktif di lingkungan Dusun Petungpapak yang relatif terbatas. Di sisi lain, masyarakat tetap memiliki peluang mengembangkan kegiatan pertanian rumah tangga dengan menggunakan metode yang lebih efisien dalam penggunaan ruang.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 13, Cahya Nova Kurniawan, mengatakan hidroponik dipilih karena dapat diterapkan pada lahan yang tidak terlalu luas sekaligus relatif mudah dikembangkan di lingkungan rumah.
“Kami mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi pertanian yang aplikatif dan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Hidroponik ini menjadi jawaban atas keterbatasan lahan di Dusun Petungpapak, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk tetap produktif bertani meski tanpa lahan tanah yang luas,” ujar Cahya Nova Kurniawan.
Warga Terlibat Langsung dalam Pembuatan Hidroponik
Program hidroponik tidak hanya dilakukan dengan membuat instalasi percontohan. Mahasiswa KKN juga melibatkan warga dalam sejumlah tahapan, mulai dari observasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, pembuatan instalasi, praktik budidaya hingga pendampingan pemeliharaan tanaman.
Instalasi dibuat dengan memanfaatkan sistem pipa yang disusun menjadi rak bertingkat. Model tersebut dipilih agar penggunaan ruang lebih efisien, tetapi tetap mampu menampung sejumlah tanaman dalam satu instalasi.
Media tanam menggunakan rockwool dan netpot sebagai pengganti tanah. Mahasiswa juga menyiapkan bak penampung air dan larutan nutrisi yang menjadi sumber kebutuhan tanaman selama proses pertumbuhan.
Tahap berikutnya dimulai dengan penyemaian benih sayuran. Setelah bibit tumbuh dan dinilai cukup kuat, tanaman dipindahkan ke lubang tanam yang telah disiapkan pada instalasi hidroponik.
Nutrisi AB Mix diberikan dengan takaran yang disesuaikan kebutuhan tanaman melalui aliran air yang bersirkulasi. Kondisi tanaman kemudian dipantau secara rutin hingga memasuki masa panen.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga tidak hanya melihat proses pembuatan instalasi, tetapi juga mengikuti praktik sehingga dapat memahami tahapan budidaya hidroponik secara langsung.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pengetahuan mengenai hidroponik tidak berhenti setelah kegiatan KKN selesai, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Jadi Percontohan Pemanfaatan Lahan Sempit
Kehadiran instalasi hidroponik mendapat respons positif dari perangkat setempat. Aminulloh, perangkat Dusun Petungpapak, menilai program tersebut dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan ruang yang selama ini belum digunakan secara optimal.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa KKN UNMER. Hasil karya hidroponik ini sangat bermanfaat bagi warga sekitar, terutama sebagai contoh nyata bahwa lahan sempit pun bisa dimanfaatkan untuk bertani secara produktif. Semoga ilmu yang dibagikan bisa terus dikembangkan oleh warga,” ungkap Aminulloh.
Selain menghasilkan instalasi hidroponik, kegiatan tersebut menjadi sarana pengenalan teknik budidaya tanpa tanah kepada masyarakat.
Warga memperoleh pengalaman mulai dari penyemaian benih, penyiapan media tanam, pemberian nutrisi hingga pemantauan pertumbuhan tanaman.
Dengan keterampilan tersebut, hidroponik berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan pertanian skala rumah tangga, terutama bagi warga yang tidak memiliki lahan cukup luas untuk menggunakan metode pertanian konvensional.
Diharapkan Tetap Berlanjut Setelah KKN Selesai
Mahasiswa KKN UNMER Kelompok 13 merancang program tersebut agar tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa pengabdian mereka di Dusun Petungpapak.
Instalasi yang telah dibuat diserahkan sebagai sarana pembelajaran dan percontohan bagi masyarakat. Warga diharapkan dapat melanjutkan pemeliharaan tanaman sekaligus mengembangkan instalasi serupa apabila program tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan mereka.
Kegiatan ini juga menjadi pengalaman lapangan bagi mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa tidak hanya belajar menjalankan sebuah program kerja, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan, menyusun solusi yang sesuai dengan kondisi lingkungan, serta mendampingi masyarakat dalam penerapannya.
Bagi warga Dusun Petungpapak, keberadaan kebun hidroponik memberikan alternatif baru dalam memanfaatkan lahan terbatas. Sementara bagi mahasiswa, program tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKN UNMER Kelompok 13 menyampaikan terima kasih kepada perangkat desa dan warga Dusun Petungpapak, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan KKN.
Tim Mahasiswa KKN UNMER Kelompok 13:
Muhammad Haris A.I.P, Ayu Pasha Dewi, Gracella Dara A, Jasmin Agus S.M, Saverius Moses W.W, Nurfazila, Glen Steven A., Ahmad Hasan, Maria Lourdes E.L, Nirmala Verni H., Fransiska Istika J., Vincentius Agung N., Teressa Prasasti D., Rafli Putra P., Ahya Sofya T., Stevania Srina P., Irvani Khoiril B., Soenita Anggriani M., Luke Maxilliano W., dan Revandika Vico I.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL):
Cahya Nova Kurniawan
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda