Oleh: Muhammad Widi Daifullah
JurnalPost.com - Mahasiswa KKN Universitas Andalas telah berhasil memperkenalkan kepada beragam komunitas yang berada di nagari Aie angek tentang Pupuk PSB ramah lingkungan melalui tahapan sosialisasi, produksi,serta pengaplikasian secara langsung terhadap lahan pertanian setempat.
Photosynthetic Bacteria yang kerap disapa PSB ini merupakan bakteri autotrof yang dapat berfotosintesis dengan sendirinya,dikenal memiliki manfaat yang mutakhir terhadap tumbuh kembang tanaman yang bekerja melalui stimulasi kekebalan tanaman serta penguatan akarnya. PSB sendiri memiliki bahan pembuatan yang ramah lingkungan mudah didapatkan dari kehidupan sehari-hari,seperti telur,MSG,terasi,air,dan juga bantuan sinar matahari,sehingga banyak dimanfaatkan oleh petani konvensional untuk bercocok tanam.
Berawal dari survei serta pemetaan masalah dari kebutuhan wilayah nagari Aie Angek, program kerja ini diinisiasi oleh kelompok KKN Aie Angek UNAND yang menyadari bahwa mayoritas mata pencaharian dari masyarakat setempat bergerak di sektor pertanian. Mereka mengetahui bahwa tantangan nyata yang sedang dihadapi di Nagari tersebut adalah bagaimana cara tanaman serta hasil panen yang terdapat di wilayah Nagari dapat tumbuh subur secara cepat dan optimal tanpa harus merogoh secara dalam saku masyarakat.
Pembuatan PSB bersama SDN 35 Aie Angek
Kegiatan ini dieksekusi oleh seluruh mahasiswa KKN Aie Angek UNAND yang dipandu oleh penanggung jawab program kerja sektor pertanian termasuk mahasiswa dari Fakultas Pertanian. Berbekal ilmu dan praktek yang telah didapat dari kegiatan belajar mengajar di kampus,mahasiswa datang ke beberapa titik lokasi untuk memberi sosialisasi kepada beberapa kelompok tani lokal yang terdapat di Nagari,Sekolah Lapang yang berfokus pada botani dan juga Sekolah Dasar yang memelihara tanaman obat keluarga dan langsung membuat produk pupuk PSB ditempat.
Masyarakat dengan tangan terbuka memberikan atensi serta dukungan terhadap kegiatan ini. Melalui partisipasi penuh,masyarakat aktif dalam forum sosialisasi dan turut serta membuat produk pupuk PSB. Kepala Sekolah SDN 35 Aie Angek memberikan pernyataan “Dengan keterbatasan anggaran sekolah,dan antusiasme anak-anak disekolah ini terhadap kegiatan bercocok tanam,diharapkan kepada mahasiswa dapat mengajarkan kepada tenaga pendidik dan siswa-siswi bagaimana cara membuat pupuk yang ekonomis dan mudah dibuat sebagai kenang-kenangan yang berarti bagi sekolah dan masyarakat”.
Para cendikiawan muda ini menyadari bahwa untuk meningkatkan kualitas komoditas yang dapat mensejahterakan komunitas lokal dibutuhkan tindakan nyata yang dapat berdampak bagi masyarakat. Salah satu Mahasiswa KKN Aie Angek UNAND 2025 menyatakan bahwa “ kami melaksanakan kegiatan ini bukan semata-mata bertujuan untuk menyelesaikan tuntutan proker namun untuk melepaskan beban moril yang dipikul,mengetahui bahwa ilmu yang kami miliki ini perlu disalurkan kepada wilayah yang belum mendapat kesempatan yang sama”.
Mahasiswa KKN juga menghimbau agar masyarakat terus membuat pupuk PSB meskipun kegiatan telah selesai dijalankan. Dengan harapan bahwa kegiatan yang mereka lakukan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda