Jurnalpost - Mahasiswa posko 89 KKN Reguler Dari Rumah ke 75 UIN Walisongo Semarang, mengadakan suatu bentuk program kerja yaitu pelestarian permainan tradisional anak-anak di Dusun Kauman, Desa Boja, Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Jumat (06/11/2020).
Di Dusun Kauman sendiri, banyak anak-anak berusia tiga sampai sepuluh tahun yang sudah jarang melakukan permainan tradisional seperti bekelan, dakonan dan sudah manda. Selain itu anak-anak di Dusun Kauman juga lebih tertarik dengan smartphone mereka.
Hal inilah yang membuat Rosdiana, salah satu anggota posko 89 KKN RDR ke 75 UIN Walisongo menerapkan program kerja pelestarian permainan tradisional di dusun tersebut.
Program kerja dilaksanakan bertepatan dengan hari pahlawan (10/11/2020). Anak-anak diajarkan terlebih dahulu bagaimana cara memainkan permainan bekel dan dakon. Meskipun pada awalnya masih banyak yang belum dapat bermain bekel maupun dakon, anak-anak dapat dengan mudah mempelajarinya setelah beberapa kali mencoba dan mendapat bimbingan bagaimana cara memainkannya. Anak-anak terlihat sangat senang dengan permainan tersebut. Anak-anak terlihat lebih dapat berinteraksi dengan teman sebaya mereka dan mengalihkan perhatian mereka dari smartphone.
“Saya merasa berterima kasih dengan adanya program pelestarian permainan tradisional. Anak-anak jadi tidak melulu berhadapan dengan gadget. Sudah jarang pula permainan ini dimainkan oleh anak-anak.” Ucap Anik, salah satu orang tua anak-anak di Dusun Kauman. Dengan adanya program kerja ini memang diharapkan agar anak-anak dapat melestarikan permainan tradisional yang hampir dilupakan dan tergantikan dengan permainan yang ada di smartphone. Selain itu permainan tradisional juga menjadi suatu warisan budaya yang perlu tetap lestari.
"Kuliah kerja nyata di tengah pandemi memang diperlukan kekreatifan dalam menyusun program kerja. Permainan tradisional dapat mengurangi frekuensi anak-anak dalam berhadapan dengan gadget mereka yang intensitas penggunaannya meningkat di tengah pandemi ini." Imbuh Pak Diyan, selaku ketua rt tiga Dusun Kauman.
Penulis : Rosdiana Maulidiah Fakultas : Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda