Penulis: Zeva Chiara Elvina
SURABAYA, JurnalPost.com – Dalam semangat mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali ikut serta dalam memajukan dunia pendidikan. Lewat Program Kampus Mengajar yang diadakan oleh Kemendikbudristek, sembilan mahasiswa Untag Surabaya ditugaskan di SMP Negeri 41 Surabaya untuk terlibat langsung dan memberikan dampak positif di sekolah tersebut.
Salah satu peserta program adalah Zeva Chiara Elvina, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Untag Surabaya. Dalam keterlibatannya, Zeva dan rekan-rekannya membawa program kerja yang bertujuan membantu siswa-siswi SMPN 41 Surabaya dalam mengembangkan bakat dan kreativitas mereka. Program-program ini dibagi ke dalam empat divisi utama, yaitu Public Speaking, Desain Grafis, Content Creator, dan Creative Writing.
Setiap divisi dirancang agar sesuai dengan minat dan potensi siswa. Misalnya, divisi Public Speaking melatih siswa agar lebih percaya diri saat berbicara di depan umum. Divisi Desain Grafis mengenalkan dasar-dasar desain visual yang bisa digunakan untuk membuat poster, brosur, atau media promosi sekolah. Kemudian, divisi Content Creator mengajarkan cara membuat konten menarik seperti video pendek, vlog, dan kampanye edukatif yang cocok untuk media sosial.
Sementara itu, divisi Creative Writing menjadi salah satu divisi yang cukup menarik karena berhasil membuat siswa SMPN 41 Surabaya yang suka menulis tertarik. Di sini para siswa bisa belajar mengekspresikan diri lewat kata-kata, menulis cerita pendek, puisi, hingga esai, dengan suasana belajar yang santai dan menyenangkan. Program ini diharapkan mampu membuka ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan menulis sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap dunia literasi.
Program Creative Writing dari mahasiswa Untag Surabaya di SMPN 41 bukan sekadar mengajarkan teknik menulis, tapi juga mendorong siswa lebih percaya diri mengekspresikan ide dan imajinasi. Lewat pendekatan yang santai dan kreatif, menulis tak lagi terasa kaku atau membosankan.
Siswa diajak menulis bebas, menggali inspirasi, membangun cerita, dan menemukan gaya mereka sendiri. Mereka juga diberi ruang untuk membacakan karya, berdiskusi, dan mendapat apresiasi. Yang merupakan proses untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat untuk terus berkarya.
Salah satu siswi SMPN 41 Surabaya yakni Nadira yang berada di kelas 8, mengungkapkan kesannya mengikuti kegiatan ini, “Aku suka banget ikut kelas Creative Writing. Dulu aku cuma nulis di buku harian, sekarang aku jadi tahu cara bikin cerita pendek dan puisiku dibacain bareng teman-teman. Seru banget dan bikin aku jadi lebih semangat nulis” ujar Nadira.
Selain program Creative Writing, mahasiswa Untag Surabaya juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi lain melalui beberapa program lainnya. Salah satunya adalah Public Speaking, di mana siswa dilatih untuk berbicara dengan percaya diri, menyampaikan pendapat di depan umum, dan aktif dalam diskusi. Tujuannya tak lain adalah agar siswa lebih berani dan terbiasa berkomunikasi secara efektif, baik di lingkungan sekolah maupun di luar.
Program Desain Grafis mengenalkan siswa pada dunia visual melalui aplikasi sederhana seperti Canva. Mereka diajak membuat poster, infografis, dan kampanye edukatif seputar literasi digital dan sekolah sehat. Selain melatih kreativitas, program ini juga membantu memperindah tampilan website sekolah dan mendesain buku kenangan bagi siswa kelas akhir.
Program Content Creator hadir untuk membekali siswa dengan keterampilan membuat konten digital seperti video edukatif, vlog, dan kampanye sosial yang positif. Selain itu, divisi ini juga aktif membantu SMPN 41 Surabaya merekam dan mengolah momen-momen penting sekolah untuk dijadikan konten Reels akun Instagram dan video YouTube resmi sekolah.
Dari seluruh rangkaian kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya datang untuk mengajar, tetapi juga belajar. Mereka terjun langsung di lingkungan sekolah, memahami dinamika siswa, dan bekerja sama dengan guru serta staf sekolah. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari pembelajaran mereka sebagai calon pendidik dan pemimpin masa depan.
Program ini mencerminkan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa Untag Surabaya membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas. Meski tugas mereka berakhir, jejak yang ditinggalkan seperti buku karya siswa, website, dan media sosial sekolah lebih aktif. Dengan semangat merah putih, mereka menunjukkan bahwa menulis dan berkarya bukan hanya keterampilan, tapi juga cara membangun karakter dan masa depan.
Zeva Chiara Elvina, mahasiswa semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, turut menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing, Bagus Cahyo Shah Adhi Pradana, S.Sos., M.Med.Kom, atas bimbingan dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan program. Berkat arahan dan dorongan dari dosen pembimbing, mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan baik dan memperoleh pengalaman berharga di lapangan, terutama dalam hal pengabdian kepada masyarakat dan penerapan ilmu komunikasi secara langsung.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda