Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Agen Perubahan dan Peranan Sebagai Pilar Kebangsaan untuk Indonesia Maju

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya: Agen Perubahan dan Peranan Sebagai Pilar Kebangsaan untuk Indonesia Maju

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Januari 2025, 10.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
07 Jan 2025, 10.15 WITA · 6 menit baca
6 menit baca
Perubahan Sosial
Oleh: Vito Firjatullah 1152300147 JurnalPost.com - Saat berbicara mengenai generasi penerus bangsa, maka salah satu generasi dan juga harapan yang dapat disebutkan secara lantang adalah mahasiswa. Mereka adalah anak muda yang memiliki jiwa idealisme yang sangat tinggi disertai dengan semangat yang masih membara. Terlebih lagi mahasiswa merupakan status yang dimiliki oleh seorang individu yang berhasil mengenyam pendidikan yang paling tinggi sebagai seorang pelajar di perguruan tinggi. Harapan dan juga ekspektasi yang dimiliki oleh banyak masyarakat Indonesia terhadap mahasiswa seringkali tinggi, dan melampaui kemampuan beropini dan menyampaikan aspirasi masyarakat pada umumnya. Peranan penting mahasiswa dalam menyuarakan opini dan juga pandangan, disertai dengan strategi untuk menjaga dan memperkuat nilai-nilai pancasila menjadi hal yang penting. Khususnya apabila berkaitan dengan pancasila dan kebangsaan. bagi mahasiswa ilmu komunikasi, sebagai salah satu jurusan yang mempelajari terkait dengan penyampaian informasi dan juga penerapan komunikasi manusia(Jannah & Sulianti, 2021). Membangun pandangan, menyampaikan opini dan mendengar suara publik, menjadi harapan terbesar serta keinginan masyarakat. Mahasiswa kerap kali menjadi salah satu jembatan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, untuk dapat menyampaikan kembali aspirasi kepada pihak yang berwenang. Sebagai salah satu contoh yaitu pemerintah misalnya Pemerintah Daerah, DPR, hingga Presiden RI. Fakta ini menjadikan nilai kebangsaan menjadi sangat penting khususnya bagi mahasiswa, terutama mahasiswa ilmu komunikasi dan peranan mahasiswa sebagai pilar kebangsaan agar membantu Indonesia menjadi lebih maju.

Pentingnya Nilai Kebangsaan bagi Mahasiswa Ilmu Komunikasi

Nilai kebangsaan merupakan hal yang penting yang dimiliki oleh seseorang yang tinggal di sebuah negara. Adanya nilai kebangsaan dapat membantu kita untuk memahami karakter dan juga identitas dari sebuah negara, dan menjadi salah satu poin penting yang dapat mempertahankan rasa nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat yang ada di dalam negara tersebut. Mahasiswa menjadi salah satu pihak yang sangat penting yang dapat menyuarakan betapa pentingnya nilai kebangsaan yang dimiliki oleh seorang warga negara Indonesia. Dengan adanya era globalisasi, Ditambah lagi dengan adanya informasi dan juga teknologi yang semakin canggih di Indonesia menjadikan informasi dan juga budaya dari luar Indonesia lebih mudah untuk masuk. Bahkan mempengaruhi pandangan serta budaya masyarakat secara luas(Vinasy dkk, 2024) Hal ini juga turut melunturkan nilai kebangsaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang cenderung lebih menyukai budaya luar dan menghilangkan nilai kesopanan hingga nilai kebangsaan yang dijunjung tinggi selama ini. Adanya isu dan permasalahan ini menjadi salah satu isu besar yang dapat menyebabkan terganggunya nilai kebangsaan negara dan rasa nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat khususnya generasi muda. Mahasiswa diharapkan menjadi agen perubahan yang dapat mengembalikan nilai kebangsaan di tengah mahasiswa dan juga generasi muda untuk tetap bisa menjunjung tinggi nasionalisme walaupun adanya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia. Tidak menutup kemungkinan bahwa kita tetap bisa menerima globalisasi yang masuk tanpa harus membuang nilai kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang selama ini telah dijunjung oleh masyarakat Indonesia.

Implementasi Nilai Kebangsaan di Era Modern

Menerapkan nilai kebangsaan dengan tujuan untuk memajukan Indonesia tentu saja harus mengikuti zaman dan juga generasi yang sedang berlangsung. Tidak dapat dipungkiri bahwa anak muda khususnya mahasiswa zaman sekarang pasti lebih senang untuk mengikuti perubahan zaman dan juga mengikuti arus tren masa kini. Apabila dulu nilai kebangsaan dan juga rasa nasionalisme dipupuk dengan memperlihatkan Bagaimana perjuangan pahlawan yang telah membela negara dan juga memenangkan kemerdekaan(Dina & Nuraeni, 2021). Selain itu cara lama mungkin menunjukkan bagaimana implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan juga bagaimana pentingnya memahami undang-undang dasar 1945 sebagai nilai kebangsaan yang baku. Namun solusi dan juga strategi seperti itu tentu saja tidak bisa diterapkan di era modern seperti sekarang ini. Terlebih mahasiswa saat ini memiliki pandangan yang lebih kritis disertai dengan pemahaman terkait dengan nilai kebangsaan dan mengapa rasa nasionalisme harus dipupuk sejak dini, menjadikan implementasi nilai kebangsaan harus mengikuti cara yang lebih modern dan strategi harus diubah. Dalam hal ini mahasiswa yang bekerja sebagai agen perubahan dan juga memiliki peranan sebagai pilar untuk bisa memajukan Indonesia maju dapat menjadi salah satu solusinya. Mahasiswa memiliki banyak sekali ide kreatif yang disesuaikan dengan target dan juga referensi yang lebih disukai oleh anak muda lainnya. Terdapat beberapa cara modern yang diterapkan banyak mahasiswa Indonesia, untuk menjunjung nilai kebangsaan: 1) Mempromosikan Hari kemerdekaan melalui berbagai konten menarik di media sosial 2) Mengadakan kompetisi untuk anak-anak muda ataupun remaja dengan menggambarkan nilai kebangsaan dan semarak kemerdekaan. Tidak lupa Mahasiswa juga sering mengadakan kompetisi yang ditujukan untuk anak-anak sebagai generasi selanjutnya agar memahami nilai kebangsaan dan juga memupuk rasa nasionalisme sejak muda. 3) Adanya diskusi dan juga kajian terbuka terkait ilmu komunikasi dan juga politik yang berkaitan dengan Indonesia maju, serta Strategi dan juga program yang dapat dilaksanakan oleh mahasiswa yang berkaitan dengan nilai kebangsaan. 4) Terus serta menyuarakan opini dan juga aspirasi yang dimiliki baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, berkaitan dengan mahasiswa yang terlibat aktif mengawasi pesta politik di Indonesia 5) Memanfaatkan cara kreatif lain yang lebih menyenangkan untuk bisa disuguhkan dan juga dinikmati oleh sesama mahasiswa. Sehingga rasa nasionalisme dan juga nilai kebangsaan tidak terasa kaku, menyeramkan dan lebih menyenangkan

Tantangan Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan dan Pilar Kebangsaan

Menurut Matang & Riyanti (2023), Mahasiswa sebagai agen perubahan dan juga pilar kebangsaan tentu saja akan menemui berbagai tantangan saat mengimplementasikan berbagai strategi di tengah masyarakat. Hal ini dikarenakan berbagai faktor mulai dari adanya keberagaman pandangan yang dimiliki oleh masyarakat. Adapun tantangan yang akan ditemui oleh mahasiswa saat menerapkan berbagai strategi untuk bisa mendukung Indonesia maju dan memupuk nilai kebangsaan pada generasi selanjutnya seperti: 1) Misinformasi dan Disinformasi Tantangan pertama terjadi akibat adanya misinformasi dan juga disinformasi yang tersebar di tengah masyarakat Indonesia. Cukup sehingga seringkali muncul isu dan juga permasalahan terkait informasi yang penyampaiannya salah atau bahkan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Mahasiswa harus bisa menyampaikan informasi dengan jelas sehingga strategi penerapan nilai kebangsaan dan juga permasalahan tidak menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat. 2) Arus Globalisasi Kenyataannya tidak semua mahasiswa menyadari bahwa mereka adalah agen perubahan dan memiliki peranan penting sebagai Pilar Kebangsaan dan generasi selanjutnya yang dapat memajukan Indonesia. Hal ini berkaitan dengan arus globalisasi yang sangat tinggi, dan adanya budaya asing yang masuk ke Indonesia. Belum lagi kebiasaan yang berubah turut menjadi masalah dan tantangan bagi mahasiswa dalam menerapkan nilai kebangsaan. 3) Isu Politik Seringkali mahasiswa khususnya jurusan ilmu politik dan ilmu komunikasi, menghadapi tantangan dalam implementasi rasa nasionalisme dalam program yang unik dan menarik karena adanya ranah politik yang mengganggu. Tidak jarang bahwa isu politik sering mengganggu dan turut menyeret mahasiswa masuk kedalamnya. Adanya rasa idealisme yang tinggi dan seringkali tindakan yang belum bijak menimbulkan masalah, dan menjadikan mahasiswa melenceng dari agen perubahan menjadi agen politik. Kondisi ini mengharuskan mahasiswa harus berhati-hati dan tetap waspada.

Daftar Pustaka

Dina, F. M. A., & Nuraeni, E. (2021). Peran Mahasiswa Dalam Membangun Jiwa Nasionalisme Melalui Potensi Masyarakat Desa Neglasari Sukabumi. Proceedings Uin Sunan Gunung Djati Bandung, 1(4), 95-110. Jannah, F., & Sulianti, A. (2021). Perspektif mahasiswa sebagai agen of change melalui pendidikan kewarganegaraan. ASANKA: Journal of Social Science And Education, 2(2), 181-193. Matang, M., & Riyanti, D. (2023). Kewargaan digital dalam membentuk nasionalisme mahasiswa di era digital. Journal of Humanities and Civic Education, 1(1), 9-16. Vinasty, R. Z., Monica, C., Wangisuta, G. M., Salsabila, K. S., & Kembara, M. D. (2024). IMPLIKASI KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP JIWA NASIONALISME DAN SEMANGAT CINTA TANAH AIR TERHADAP MAHASISWA. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 3(2), 888-902.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-ilmu-komunikasi-untag-surabaya-agen-perubahan-dan-peranan-sebagai-pilar-kebangsaan-untuk-indonesia-maju/77046/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 05.12 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sejarah Kodifikasi Al-Qur’an: Dari Hafalan Para Sahabat hingga Lahirnya Mushaf Utsmani

Mengenal Styphelia javanica, Semak Xerofit yang Mampu Bertahan di Tengah Kekeringan Savana Bromo

Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam: Antara Semangat Mendirikan Lembaga dan Tantangan Manajemen

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mempersiapkan Santri Menghadapi Dunia Kerja Digital, Pesantren Perlu Perkuat Keterampilan Teknologi

Ketoprak Sedap Malam di Cirebon Jual 35 Porsi Sehari, Ini Hasil Kajian Kelayakan Usahanya

Atlet Petanque Pangkep Raih Perak dan Perunggu di Porprov Sulsel 2026, Sakila Tembus Final Shooting Putri

Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

Pilihan Editor

  1. 1 Poltekkes Kemenkes Jakarta II Latih Kader Kesehatan Pancoran Jadi Agen Edukasi Gigi Tiruan
  2. 2

    FH UI dan KOMPAK Jakarta Edukasi Anak Muda Kenali Modus Perdagangan Orang Lewat Simulasi Interaktif

  3. 3

    Beli Elektronik di Bojonegoro Kini Lebih Praktis, Nasabah BRI Tak Perlu Bawa Uang Tunai Berkat QRIS

  4. 4

    Relawan SIBAT dari Tujuh Desa di Sukabumi Uji Coba WargaSiaga untuk Belajar Kesiapsiagaan Bencana

  5. 5

    Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.