Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya: Menghidupkan Semangat Kebangsaan di Era Digital

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya: Menghidupkan Semangat Kebangsaan di Era Digital

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
07 Januari 2025, 00.15 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
thumb
JurnalPost.com - Di era digital yang penuh dengan kemajuan teknologi, peran generasi muda menjadi semakin penting dalam menjaga dan menghidupkan semangat kebangsaan. Kemajuan ini tidak hanya menawarkan berbagai peluang untuk memperkuat rasa cinta tanah air tetapi juga menghadirkan tantangan besar. Generasi muda, khususnya mahasiswa, dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi secara bijak agar nilai-nilai nasionalisme tetap relevan dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan ini. Sebagai calon pemimpin bangsa yang dibekali pengetahuan mendalam tentang komunikasi, mereka memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan secara efektif melalui berbagai platform. Namun, bagaimana sebenarnya mahasiswa dapat berkontribusi dalam menjaga dan menghidupkan semangat kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi

Tantangan Era Digital Terhadap Nasionalisme

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial manusia secara drastis. Globalisasi yang didorong oleh teknologi membawa berbagai dampak, baik positif maupun negatif. Di satu sisi, teknologi mempermudah akses informasi, memperluas wawasan, dan mempererat hubungan antarbangsa. Namun, di sisi lain, globalisasi juga berpotensi mengikis nilai-nilai kebangsaan, terutama ketika generasi muda lebih tertarik pada budaya asing dibandingkan budaya lokal. Selain itu, era digital juga diwarnai dengan maraknya disinformasi dan hoaks yang dapat merusak persatuan bangsa. Polarisasi opini yang sering terjadi di media sosial membuat keadaan menjadi lebih buruk, menciptakan jurang perbedaan yang sulit dijembatani. Dalam kondisi ini, semangat kebangsaan bisa melemah jika generasi muda tidak memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga nilai-nilai nasionalisme. Namun, tantangan ini bukanlah alasan untuk menyerah. Justru, era digital memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dengan cara yang lebih kreatif, relevan, dan menarik.

Peluang Era Digital untuk Nasionalisme

Kemajuan teknologi memberikan alat yang kuat untuk menyebarkan semangat kebangsaan. Media sosial, blog, podcast, dan platform digital lainnya memungkinkan penyampaian pesan kebangsaan kepada audiens yang lebih luas dengan cara yang lebih efektif. Misalnya, media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, seperti seni, tradisi, dan kuliner lokal. Video pendek tentang tarian tradisional, cerita rakyat, atau sejarah perjuangan bangsa dapat menarik perhatian generasi muda yang lebih sering menggunakan platform seperti TikTok dan Instagram. Selain itu, teknologi digital juga memungkinkan interaksi yang lebih personal dan langsung dengan audiens. Misalnya, mahasiswa dapat mengadakan diskusi online atau webinar tentang nasionalisme di era digital, melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda lainnya.

Peran Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sangat relevan untuk menghidupkan semangat kebangsaan di era digital. Berikut beberapa peran penting yang dapat mereka lakukan: 1. Menyebarkan Nilai-Nilai Kebangsaan Melalui Media Sosial Media sosial merupakan saluran komunikasi yang sangat efektif untuk menjangkau audiens luas, terutama generasi muda. Mahasiswa dapat memanfaatkan platform-platform ini untuk menyampaikan pesan kebangsaan yang menarik dan relevan. Misalnya, mereka dapat membuat konten-konten yang menggambarkan keberagaman budaya Indonesia, perjuangan para pahlawan, atau kisah inspiratif tentang tokoh-tokoh nasional. Selain itu, mahasiswa dapat membuat kampanye bertema kebangsaan di media sosial, seperti: #BanggaDenganProdukLokal #IndonesiaCintaDamai yang mendorong masyarakat untuk lebih menghargai kekayaan budaya lokal dan menjaga persatuan bangsa. Kampanye ini bisa menggunakan berbagai format, seperti foto, video, infografis, atau cerita yang diunggah di Instagram, TikTok, atau Twitter. 2. Melawan Hoaks dan Meningkatkan Literasi Digital Salah satu tantangan besar yang dihadapi di era digital adalah penyebaran hoaks atau informasi palsu yang dapat merusak persatuan dan kebangsaan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dapat berperan dalam memerangi hoaks dengan meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. Mereka dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengenali berita palsu, bagaimana cara memverifikasi informasi, serta pentingnya menyaring informasi yang diterima di media sosial. Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam kampanye untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya etika dalam berkomunikasi di dunia maya. Ini bisa dilakukan dengan membuat konten edukatif yang mengajarkan masyarakat untuk berpikir kritis terhadap informasi yang beredar di internet dan membangun budaya komunikasi yang sehat dan saling menghargai. 3. Memanfaatkan Budaya Lokal Sebagai Konten Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, tetapi banyak yang belum terekspos secara luas. Mahasiswa dapat menggali dan mempromosikan budaya lokal melalui media digital. Misalnya, mereka dapat membuat video dokumenter tentang tradisi atau seni lokal, yang tidak hanya memperkuat identitas nasional tetapi juga menarik minat generasi muda. 4. Mengadakan Diskusi dan Webinar tentang Nasionalisme di Era Digital Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya dapat mengadakan diskusi publik atau webinar yang membahas isu-isu kebangsaan di era digital. Misalnya, mereka bisa mengundang para akademisi, tokoh budaya, atau aktivis untuk berbicara tentang bagaimana menjaga semangat kebangsaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi. Diskusi ini dapat dilakukan secara online dan diikuti oleh audiens dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengadakan kompetisi menulis, lomba karya jurnalistik, atau lomba pembuatan konten kreatif bertema kebangsaan yang melibatkan mahasiswa di seluruh Indonesia. Dengan cara ini, semangat kebangsaan dapat lebih dirasakan dan diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. 5. Mengangkat Cerita Inspiratif Pahlawan Bangsa Cerita tentang perjuangan para pahlawan seringkali hanya dikenal melalui buku pelajaran. Mahasiswa dapat menggali kembali kisah-kisah ini dan menyajikannya dalam bentuk yang lebih menarik, seperti serial video, komik digital, atau podcast.

Kegiatan Nyata di Lingkungan Kampus

Untag Surabaya sebagai salah satu perguruan tinggi yang menjunjung nilai-nilai nasionalisme memberikan banyak wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi. Melalui organisasi mahasiswa, klub diskusi, atau media kampus, mahasiswa dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada penguatan semangat kebangsaan. Contohnya, mahasiswa dapat mengadakan seminar bertema “Nasionalisme di Era Digital,” yang mengundang pembicara dari berbagai latar belakang, seperti akademisi, tokoh budaya, atau praktisi media. Selain itu, mahasiswa juga dapat memproduksi majalah kampus atau konten multimedia yang berisi cerita-cerita inspiratif tentang Indonesia.

Kolaborasi Antar Generasi

Semangat kebangsaan tidak bisa hidup hanya dalam satu generasi. Dibutuhkan kolaborasi antara generasi tua dan muda untuk memastikan nilai-nilai nasionalisme tetap relevan. Mahasiswa dapat menjadi jembatan penghubung antara generasi yang lebih tua, yang memiliki kearifan lokal dan pengalaman sejarah, dengan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi. Misalnya, mahasiswa dapat mendokumentasikan cerita dari tokoh-tokoh lokal atau veteran perjuangan kemerdekaan, lalu menyebarkannya melalui media digital. Sebaliknya, mahasiswa juga dapat membantu generasi tua untuk memahami dan menggunakan teknologi digital sebagai sarana komunikasi. Di era digital, kreativitas menjadi kunci untuk menarik perhatian audiens. Mahasiswa harus mampu berpikir out of the box dalam menciptakan konten yang tidak hanya informatif tetapi juga menghibur. Misalnya, mereka dapat menggunakan teknologi augmented reality (AR) untuk membuat peta interaktif tentang sejarah perjuangan Indonesia, atau menciptakan game edukasi tentang pahlawan nasional. Selain itu, mahasiswa dapat memanfaatkan tren populer di media sosial, seperti meme atau tantangan video, untuk menyampaikan pesan kebangsaan dengan cara yang lebih santai namun tetap bermakna.

Kesimpulan

Menghidupkan semangat kebangsaan di era digital adalah tantangan sekaligus peluang bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi Untag Surabaya. Dengan bekal ilmu dan keterampilan yang mereka miliki, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa semangat kebangsaan ke dalam ruang digital. Tantangan seperti globalisasi, disinformasi, dan polarisasi harus dijadikan motivasi untuk berbuat lebih baik. Melalui kreativitas, kolaborasi, dan dedikasi, mahasiswa dapat menjaga semangat kebangsaan agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. Era digital bukanlah penghalang, tetapi justru kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam format yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Dengan semangat 17 Agustus yang terus berkobar, mahasiswa Untag Surabaya dapat menjadi teladan dalam membangun bangsa yang kuat, bersatu, dan berdaya saing. Oleh: Ahmad Andre Sahputra/1152300143/ Teknik Penulisan Ilmiah ( I)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/mahasiswa-ilmu-komunikasi-universitas-17-agustus-1945-surabaya-menghidupkan-semangat-kebangsaan-di-era-digital/77011/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 18.38 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Tarbiyah vs Taklim: Mengapa Santri Lebih Butuh Dididik daripada Sekadar Diajari?

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

Kisah Widji, Berawal dari Nasabah BRI Kini Sukses Jadi Agen BRILink di Bojonegoro dan Raup Omzet Besar

Pilihan Editor

  1. 1 Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah
  2. 2

    Peneliti FMIPA Universitas Negeri Malang Ungkap 4.126 Varian Bakteri Usus Katak Sawah di Kawasan Pertanian

  3. 3

    Kisah Nasabah BRI di Bojonegoro, Pedagang Sayur Raup Omzet Rp10 Juta hingga Berhasil Kuliahkan Anak di ITS Surabaya

  4. 4

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  5. 5

    Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.