Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Pendidikan
  3. Madrasah Diniyah Sebagai Lembaga Pembelajaran Agama Islam

Madrasah Diniyah Sebagai Lembaga Pembelajaran Agama Islam

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
24 April 2021, 18.45 WITA • Editor: Tim Editor JurnalPost
7 menit baca
Madrasah Diniyah Sebagai Lembaga Pembelajaran Agama Islam
JURNALPOST - Perkembangan zaman pada dunia pendidikan termasuk pendidikan islam sampai saat ini masih terus berubah dengan signifikan. Termasuk dengan pemikiran manusia pada zaman sekarang ini mengenai kehidupan. Kebanyakan orang pada saat ini lebih mementingkan kehidupan duniawinya saja, padahal kita sebagai manusia membutuhkan juga ilmu rohani agar hidup kita tidak terjerumus ke hal-hal yang menyalahi aturan agama islam. Para orang tua zaman sekarang yang tidak terlalu mementingkan ilmu agama islam yang justru akan sangat dibutuhkan untuk menjalani kehidupan anak-anaknya di masa nanti. Mereka justru lebih menjadikan ilmu umum sebagai tolak ukur kesuksesan kehidupa. Seharusnya orang tua harus sama-sama mementingkan kedua ilmu tadi, yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu agama digunakan sebagai ilmu rohani dan ilmu umum sebagai alat untuk mencari kehidupan yang baik di dunia. Saat ini, kebanyakan orang memiliki kemampuan ilmu agama islam yang sangat minim. Maka dengan itu, pembelajaran agama islam sangat dibutuhkan untuk kelancaran dalam proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. terutama terhadap anak-anak sebagai bekal kehidupan nantinya sangat penting. Alasan memperdala agama islam salah satunya adalah membuat manusia menjadi pemikir yang benar dan bersih serta dapat mengambil keputusan terbaik tanpa menyalahi syariat islam.  Karena dengan keadaan ini, maka dibutuhkan salah satu lembaga untuk memperdalam agama islam, salah satunya madrasah diniyah. (*Armila Khoirunnisak Nisa) Madrasah diniyah atau biasa disebut dengan madin adalah suatu lembaga non formal yang mengajarkan tentang ilmu-ilmu Islam. Biasanya madrasah diniyah dilakukan ketika sore hari setelah jam sekolah formal di sekolah selesai. Biasanya di dalam madrasah diniyah kurikulumnya berisi tentang pelajaran Fiqih, Tauhid, Aqidah Akhlak, Al-Qur`an dan Hadits, dan Tafsir yang biasanya tidak diperoleh ketika sedang ada di sekolah formal. Sejak tahun 1945, kelembagaan pendidikan madrasah telah diatur oleh Kementerian Agama yang memiliki dua kategori. Pertama, madrasah yang memiliki 30% kurikulumnya berisi pelajaran agama, dan 70% untuk pelajaran yang dibutuhkan dalam keseharian yang dikelola oleh pemerintan atau swasta. Kedua, madrasah yang kurikulumnya hanya berisi ilmu-ilmu agama islam dan dikelola oleh swasta. Madrasah kategori kedua inilah yang disebut dengan madrasah diniyah. Madrasah diniyah  memiliki peran yang sangat penting terhadap pendidikan masyarakat terutama pada generasi muda yang notabene generasi muda inilah yang biasanya mengikuti madrasah diniyah. Madrasah diniyah adalah madrasah yang menanamkan nilai-nilai moral keagamaan sejak dini. Sudah diketahui bersama, bahwa teknologi yang berkembang saat ini sangat pesat. Perkembangan itulah yang membuat para generasi muda melupakan pembelajaran agama, mereka hanya ingin mengikuti zaman dengan segala gadget yang mereka punya. Maka untuk menghindari itu semua, para orang tua hendaknya mengarahkan ana-anaknya untuk tidak terlalu terforsir kepada gadget namun juga harus belajar mengenai ilmu agama islam karena ilmu agama adalah bekal di hari akhir nanti. Orang tua harus mengarahkan anak-anaknya untuk tetap mempelajari ilmu agama misalkan dengan mengikuti madrasah diniyah di daerahnya. Hal itu bertujuan untuk menghindari dampak negatif pemanfaatan jaringan internet bagi masyarakat khususnya para generasi muda. Dalam perkembangannya, madrasah diniyah beradaptasi dengan bentuk lembaga modern. Hal ini diperkuat dengan UU Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaann memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia, diakuinya adanya sekolah umum yang berciri khas keagamaan yang merupakan pengakuan atas keberadaan madrasah dan sekolah islam. Karena itu, berarti negara sudah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan. Keberadaan peraturan perundangan tersebut telang menjadi tongkat penyangga bagi Madrasah Diniyah. Madrasah Diniyah yang kini berkembang di berbagai daerah dalam wilayah Indonesia, dapat dipandang sebagai salah satu jawaban terhadap perilaku keagamaan pada anak-anak terutama yang menjadi santri di sana. Kehadiran Madrasah Diniyah itu menurut dengan baik oleh orang tua, lebih-lebih setelah anaknya yang menjadi santri disana mulai mampu membaca al-Qur’an dengan baik dan benar, berdo’a pada waktu akan dan usai melakukan sesuatu, patuh pada orang tuanya, hormat pada orang lain dan sebagainya. Tujuan pembelajaran madrasah diniyah adalah sebagai berikut:
  • Memberikan bekal kemampuan dasar kepada warga untuk memgembangkan kehidupan sebagai warga muslim yang beriman, bertakqwa, dan berakhlak mulia.
  • Memberikan bekal kemampuan bagi warga untuk mengembangkan kehidupan sebagai warna negara yang berkepribadian baik, percaya diri, serta sehat jasmani dan rohani.
  • Membina warga agar memiliki pengalaman, pengetahuan, ketrampilan beribadah serta memiliki sifat terpuji yang akan berguna bagi perkembangan pribadinya.
Madrasah Diniyah mempunyai 2 model yaitu :
  •  Madasah diniyah model A, Madrasah diniyah yang diselenggarakan didalam pondok pesantren
  • yaitu madrasah diniyah yang naunganya pondok pesantren.
  •  Madrasah diniyah model B, madrasah diniyah yang diselenggarakan diluar pondok pesantren yaitu madrasah diniyah yang berada diluar pondok pesantren.
Madrasah diniyah dibagi menjadi 3 tingkatan yaitu : 
  • Madrasah diniyah Awaliyah (MDA)
  • MDA yaitu satuan pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat dasar.
  •  Madrasah diniyah Wustho (MDW)
  • MDW adalah satuan pendidikan keagamaan jalur sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat  menengah pertama sebagai pengembangan pengetahuan yang diperoleh pada madrsah diniyah Awaliyah.
  • Madrasah diniyah ulya (MDU)
  • MDU adalah satuan pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat menegah atas denan melanjutkan dan mengembangkan pendidikan madrasah diniyah wustho.
Dalam perkembangan pendidikan islam, madrasah diniyah tidak hanya mengenalkan tentang metode pembelajaran islam dengan sistem kelas dan media buku teks namun mulai digunakan media diskusi dan diseminasi untuk menampung pemikiran-pemikiran baru islam. Madrasah diniyah juga adalah suatu lembaga yang mampu menjadi benteng pertahanan moral bangsa dari berbagai tantangan globalisasi dan arus informasi. Karena lembaga pendidikan islam memiliki peran dalam mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya secara moril tapi juga membentu pendidikan karakter bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai keislaman. Manfaat mengikuti madrasah diniyah:
  •  Anak Mendapatkan Ilmu Pengetahuan Islam
  • Yang pertama adalah memperoleh ilmu pengetahuan Islam. Tentu dalam setiap pendidikan kita akan memperoleh ilmu. Nah dalam Madrasah Diniyah Takmiliyah sendiri ilmu yng didapatkan mayoritasnya merupakan Ilmu Pengetahuan Islam. Jadi anak akan mengetahui serta memahami aneka macam ilmu pengetahuan Islam, dari mulai qur'an hadits, bahasa arab, fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam, Aqidah Akhlak, serta masih tidak sedikit lagi.
  • Menjadikan Anak Disiplin
  • Fiqih adalah pelajaran yng berisi tetang syariat Islam yng mebahasa hukum aneka macam masalah ke hidup-an kita-kita. Dalam fiqih sendiri terdapat materi tetnang ibadah, lebih-lebih Shalat. Shalat sendiri adalah Ibadah umuat Islam yng Amat penuh yang dengannya kedisiplinan, mungkin ini lebih Perlu disiplin dibandingkan latihan militer. Dalam Shalat bisa kita ambil aneka macam semisal sikap disiplin semisal dalam disiplin waktu, dalam shalat kita tak boleh telat dalam melaksanakannya Perlu disiplin sesuai waktu yng telah ditentukan. Nah dari satu dari sekian banyaknya semisal yang telah di sebutkan, andai anak kita mengikuti Madrasah Diniyah Takmiliyah serta mengkaji ilmu ihwal shalat yng ada di Madrasah Diniyah Takmiliyah, anak akan mesugesti dari tiap materi disampaikan menjadikan anak akan mempunyai sikap disiplin.
  • Menjadikan Anak Berakhlak Mulia
  • Mampu kita lihat sendiri di zaman saat ini, ramai sekali anak-anak yng tak mempunyai akhlak serta tidak sedikit anak-anak yng bertindak tak senonoh. Itu seluruh lantaran minimnya pendidikan akhlak kepada anak itu sendiri. Amat disayangkan andai masih dimasa kanak-kanak, orang-orang telah mampu berbuat tak senonoh, bagaimana andai orang-orang dewasa kelak. Dengan mengikuti madrasah diniyah maka anak-anak akan lebih tertata akhlaknya dan imannya.
Dengan semua materi yang telah dibahas diatas, pendidikan islam sangat penting untuk manusia dari semua generasi, karena ilmu islam itu adalah bekal untuk di yaumul hisab nanti. Madrasah diniyah diharapkan dapat menarik banyak anak bangsa dan menanamkan akhlaqul karimah dan memiliki budi pekerti yang luhur. Madrasah diniyah perlu dilestarikan dalam kehidupan di masyarakat. Dengan terjaganya madrasah diniyah tetap ada mudah-mudahan akan terbentuk generasi-generasi anak-anak yang sholihin dan shalihaat, generasi pelopor kebaikan bukan hanya pengekor tanpa tahu kebenaran ilmu sesungguhnya, dan menjadi generasi yang berakarakter, taat beribadh, beradab, berbudi pekerti luhur, dan cerdas serta menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah SWT.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/madrasah-diniyah-sebagai-lembaga-pembelajaran-agama-islam/19913/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 26 Oktober 2026, 21.31 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Program MOVEPLAY Hadirkan Inovasi Gamifikasi untuk Kurangi Perilaku Sedentari Santri

Tim Ekspedisi Patriot UI Ajak Siswa SMAN 1 Kubu Perkuat Kebinekaan dan Cegah Perundungan

Mahasiswa UNAIR Gelar Pengabdian Masyarakat di Desa Rahia dan Kamama Mekar, Buton Tengah

MAN 2 Kota Malang Raih Best Group di Japan Youth Summit 2026 Berkat Inovasi Pengelolaan Limbah Tekstil

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mengenal eProbe, Drone yang Membantu Mengungkap Kehidupan Tersembunyi di Kanopi Hutan

Ketika Perempuan Berkuasa, Mengapa yang Dibahas Gaya Bicaranya?

Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) 2: Tanpa Kelaparan melalui Kegiatan Berbagi Makanan dan Pengurangan Pemborosan Pangan

Tidak Harus Selalu Kuat: Menjaga Kesehatan Mental lewat Psikologi Positif tanpa Terjebak Toxic Positivity

Pilihan Editor

  1. 1 Saat Uang Anak Kos Menipis, Agen BRILink di Desa Jadi Andalan Orang Tua Kirim Dana
  2. 2

    Relativisme di Era Modern: Di Tengah Banjir Informasi, Masihkah Kita Bisa Menemukan Kebenaran?

  3. 3

    Mahasiswa KKN UNY Ajak Siswa SD Negeri Srowolan Belajar Menulis Puisi dari Gambar

  4. 4

    Satu Undang-Undang, Dua Pintu Pelaporan? Menguji SK Ketua KKI dalam Semangat Omnibus Law Kesehatan

  5. 5

    Manajemen Perbankan dan Lembaga Keuangan dalam Sistem Keuangan Modern

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.