Penghargaan Perdamaian dari Soldiers of Peace International Association (SPIA) – Jenewa
Pada 22 Mei 2024, Rantastia menerima Commemorative Medal of Peace (Bronze) dari Soldiers of Peace International Association (SPIA) yang berpusat di Jenewa, Swiss. SPIA merupakan organisasi internasional yang beranggotakan para veteran penjaga perdamaian (Blue Helmets) di bawah naungan United Nations Peacekeepers Movement. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi luar biasa Rantastia dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan martabat manusia, sejalan dengan nilai-nilai Justice, International Law, and Social Progress yang dijunjung tinggi oleh PBB.Sertifikat Military Gender Advisor – 2025
Pada 22 Mei 2025, Rantastia berhasil menyelesaikan Military Gender Advisor Course, pelatihan daring bertaraf internasional yang menekankan integrasi perspektif gender dalam operasi militer dan perdamaian. Kursus ini memperkuat kapasitasnya sebagai Military Gender Advisor (MGA) sesuai standar UN Women dan NATO Gender Perspective Framework.Certificate of Peacekeeper – Peace Operations Training Institute (POTI), Virginia, AS
Rantastia juga meraih Certificate of Completion dari Peace Operations Training Institute (POTI) bekerja sama dengan Australian Defence Force (ADF) pada 10 April 2025. Ia menuntaskan sembilan kursus utama dengan hasil gemilang, di antaranya:- Protection of Civilians (100%)
- International Humanitarian Law (90%)
- UN Military Observers Course (96%)
Undangan Resmi ISMLLW – Seminar Hukum Militer Dunia di West Point, AS
Pada 20 Maret 2023, International Society for Military Law and the Law of War (ISMLLW) yang bermarkas di Brussels, Belgia, secara resmi mengundang Rantastia untuk menghadiri XIIIth International Seminar for Legal Advisors of the Armed Forces di United States Military Academy, West Point, New York. Seminar bertema “Fault Lines in the Laws of War” ini dihadiri penasihat hukum militer, akademisi, dan pejabat pertahanan dari berbagai negara. Dukungan dari Lieber Institute for Law & Warfare, USMA, menegaskan posisi Rantastia sebagai figur yang diakui secara global di bidang hukum militer internasional.Dialog Bersama Presiden Dewan Keamanan PBB – WFUNA, Markas Besar PBB, New York
Rantastia juga menerima undangan dari World Federation of United Nations Associations (WFUNA) untuk berpartisipasi dalam Civil Society Dialogue bersama Presiden Dewan Keamanan PBB, H.E. Dame Barbara Woodward, Duta Besar Tetap Inggris untuk PBB. Dialog bertajuk “Briefing on the United Kingdom’s Presidency of the UN Security Council” ini berlangsung di Conference Room 9, UN Headquarters, New York, dan disiarkan langsung melalui UN Web TV. Partisipasi Rantastia mencerminkan kontribusi aktif UIPM dalam membangun kemitraan antara masyarakat sipil dan lembaga internasional demi transparansi dan diplomasi global.Kontribusi dalam Peacekeepers Conference – UNA-UK
Sebelumnya, pada 2022, United Nations Association – United Kingdom (UNA-UK) juga mengundang Rantastia untuk menghadiri UN Peacekeepers Day Conference yang diselenggarakan bersama Royal United Services Institute (RUSI) dan UNA-Westminster Branch. Acara yang dihadiri Mr. Jean-Pierre Lacroix, Under-Secretary-General for Peace Operations PBB, ini membahas inisiatif Action for Peacekeeping+ (A4P+) serta menghormati para pasukan Blue Helmets yang gugur sejak 1948.Jejak Global untuk Perdamaian dan Kemanusiaan
Rangkaian penghargaan dan undangan tersebut mempertegas kiprah Lt. Gen. Rantastia Nur Alangan sebagai tokoh pendidikan, kemanusiaan, dan diplomasi perdamaian dunia. Melalui Universal Institute of Professional Management (UIPM), ia terus memperluas jejaring global dengan lembaga-lembaga berafiliasi PBB seperti UN ECOSOC, UNGC, HESI, APQN, dan QAHE, serta mitra perdamaian seperti SPIA Geneva dan Peace Operations Training Institute USA.Pernyataan Resmi Lt. Gen. Prof. Dr. Rantastia Nur Alangan
“Pengakuan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh insan pendidikan dan kemanusiaan yang telah berjuang tanpa pamrih bagi perdamaian dunia. UIPM berdiri bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan global, tetapi sebagai jembatan untuk membangun kesadaran kemanusiaan dan keadilan universal. Melalui semangat Education for Peace dan Justice through Knowledge, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi senjata paling damai untuk menjaga dunia dari perpecahan. Dunia tidak membutuhkan lebih banyak konflik, melainkan lebih banyak kolaborasi dan empati. UIPM akan terus berkomitmen menjadi bagian dari solusi global untuk perdamaian yang berkelanjutan.”– Lt. Gen. Prof. Dr. Rantastia Nur Alangan CEO Universal Institute of Professional Management (UIPM) Geneva – New York – Jakarta Sumber: RNA.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda