Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Kota Yogyakarta Masih Di Bawah Bayang-Bayang Masalah Sampah

Kota Yogyakarta Masih Di Bawah Bayang-Bayang Masalah Sampah

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
23 April 2025, 22.44 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Kota Yogyakarta Masih Di Bawah Bayang-Bayang Masalah Sampah

JurnalPost.com - Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah kota pelajar dan kota wisata budaya, sejak 2021 sudah dihadapkan sebuah permasalahan yang sangat besar terkait pengelolaan sampah yang kian menumpuk hingga pada tahun 2025 ini. Wilayah Kota Yogyakarta akhirnya bergantung pada satu tempat yang bukan merupakan wilayah kota Yogyakarta, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Dampaknya, seluruh masyarakat lokal menanggung risiko sampah dari masyarakat Kota Yogyakarta. Akibatnya, masyarakat yang berada di daerah piyungan terganggu luar biasa, saat terjadi Overload pada lokasi tersebut, imbasnya adalah masyarakat se-DIY juga terganggu karena tidak bisa membuang sampah seperti biasanya.

IKLAN

Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan dirancang untuk menampung 650 ton sampah per hari, akan tetapi volume sampah dari Yogyakarta, Bantul, dan Sleman sering kali melebihi angkat yang di tentukan. Data Tahun 2022 menunjukan bahwa volume sampah mencapai rata-rata 747 ton per hari.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Grafik volume produksi sampah harian per (ton), di Daerah Istimewa Yogyakarta dalam jangka waktu 5 Tahun Terakhir (sejak 2019 hingga 2023).
Sumber: Humas Pemda DIY, 2023   Lonjakan sampah pada tahun ini terjadi ketika Menjelang libur lebaran 2025. Dengan 1,1 juta wisatawan yang datang setiap hari, beban sampah mungkin meningkat menjadi ratusan ton per hari. Di sisi lain, sistem pengelolaan limbah di wilayah ini masih kurang efektif. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta memperingatkan bahwa ketidaksiapan pemerintah dalam menangani lonjakan sampah dapat memicu permasalahan baru. Kepala Divisi Kampanye Walhi Yogyakarta, Elki Setiyo Hadi, mengungkapkan bahwa jika setiap wisatawan menghasilkan sekitar 0,5 kilogram sampah per hari, maka ada tambahan 550 ton sampah setiap harinya selama musim liburan.   Mulai tahun 2024, TPA Regional Piyungan berhenti menerima sampah dari kota dan kabupaten DIY. Sebaliknya, pengelolaan sampah akan didistribusikan secara mandiri di seluruh negara. Namun, dalam kenyataannya, sampah tersebar di jalanan, gang, dan tempat umum selain di TPA. Dengan penutupan TPA Piyungan di Bantul Yogyakarta sejak 23 Juli 2023, masalah sampah menjadi semakin tidak terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun ada regulasi, pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan dengan baik.

Penulis: Arbi Surya Wnata Universitas Widya Mataram

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kota-yogyakarta-masih-di-bawah-bayang-bayang-masalah-sampah/80226/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Pilihan Editor

  1. 1 Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan
  2. 2

    Tinggalkan Buku Kas Manual, Pelaku UMKM Manggarsari Kini Kelola Keuangan Lewat Ponsel

  3. 3

    Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

  4. 4

    Benturan Kertas dan Layar: Saat Protokol Notaris Terjebak di Pusaran Legal Deadlock Digital

  5. 5

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.