Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. KORUPSI

KORUPSI

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 Mei 2023, 18.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
korupsi
Oleh: Nabilla waviq ayu lestari

Bahaya Korupsi terhadap Masyarakat dan Individu

Ketika korupsi merajalela di masyarakat dan menjadi santapan masyarakat setiap hari, membuat masyarakat menjadi masyarakat yang kacau balau dan tidak ada sistem sosial yang dapat berfungsi dengan baik. Setiap individu dalam masyarakat hanya mementingkan diri sendiri (self interest), bahkan mementingkan diri sendiri. Tidak akan ada kerja sama dan persaudaraan yang tulus. Bukti empiris dari penelitian di banyak negara dan dukungan teoritis dari ilmuwan sosial menunjukkan bahwa korupsi berdampak negatif terhadap rasa keadilan sosial dan kesetaraan sosial. Korupsi menciptakan perbedaan yang tajam antara kelompok sosial dan individu dalam hal pendapatan, prestise, kekuasaan dan lain-lain. Korupsi juga merusak standar moral dan intelektual masyarakat. Ketika korupsi merajalela, tidak ada nilai inti atau keluhuran dalam masyarakat. Theobald mengklaim bahwa korupsi menciptakan suasana keserakahan, keegoisan, dan sinisme. Chandra Muzaffar mengamati bahwa korupsi membuat seseorang menempatkan kepentingannya sendiri di atas segalanya dan hanya memikirkan dirinya sendiri. Ketika suasana sosial tercipta. Jika demikian, maka kerelaan masyarakat untuk berkorban demi masyarakat dan pembangunan terus berkurang bahkan mungkin hilang sama sekali.

Bahaya Korupsi terhadap Generasi Muda

Salah satu dampak negatif korupsi jangka panjang yang paling merusak adalah korupsi di kalangan generasi muda. Dalam masyarakat di mana korupsi telah menjadi hal biasa, anak-anak tumbuh dengan kepribadian antisosial, sedangkan generasi muda melihat korupsi sebagai hal yang normal (atau bahkan budaya) dan terbiasa dengan ketidakjujuran dan tidak bertanggung jawab dalam perkembangan pribadinya. Ketika generasi muda suatu bangsa dihadapkan pada situasi seperti itu, bisa dibayangkan betapa suramnya masa depan bangsa tersebut.

Bahaya Korupsi terhadap Politik Kekuasaan politik

Korupsi menciptakan pemerintahan yang tidak sah dan pemimpin masyarakat di mata publik. Jika hal ini terjadi, orang akan tidak mempercayai pemerintah dan para pemimpinnya dan akibatnya akan tidak patuh dan tunduk pada otoritas mereka. Selain itu, maraknya praktik korupsi dalam politik, seperti kecurangan pemilu, kekerasan pemilu, kebijakan moneter dan lain-lain, dapat merugikan demokrasi karena penguasa yang korup menggunakan kekerasan (otoriter) untuk mempertahankan kekuasaan atau melanggengkan korupsi di masyarakat. Selain itu, situasi seperti itu memicu ketidakstabilan sosial politik dan integrasi sosial akibat konflik antara penguasa dan rakyat. Bahkan, dalam banyak kasus hal ini menyebabkan hilangnya kekuasaan pemerintah secara hina, seperti yang terjadi di Indonesia.

Bahaya Korupsi Bagi Ekonomi Bangsa

Korupsi melemahkan pembangunan ekonomi negara. Jika suatu proyek keuangan dilaksanakan penuh dengan unsur korupsi (pemberian terkait dengan persetujuan proyek, nepotisme dalam penunjukan pelaksana proyek, penggelapan dalam pelaksanaan dan bentuk korupsi lainnya dalam proyek), pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dari proyek tersebut adalah . tidak untuk dijangkau. Penelitian empiris oleh Transparency International menunjukkan bahwa korupsi juga menyebabkan penurunan penanaman modal dalam dan luar negeri karena investor berpikir dua kali untuk membayar biaya investasi yang lebih tinggi (misalnya menyuap otoritas dalam memperoleh izin, biaya keamanan untuk pihak ketiga). keamanan, sehingga investasi aman dan biaya lain yang tidak perlu). Sejak tahun 1997, investor dari negara maju (AS, Inggris dan lain-lain) cenderung mengalokasikan dananya dalam bentuk foreign direct investment (FDI) ke negara-negara yang tingkat korupsinya rendah.

Bahaya Korupsi Bagi Birokrasi

Korupsi juga menyebabkan inefisiensi dalam birokrasi dan meningkatkan biaya administrasi dalam birokrasi. Ketika birokrasi dikelilingi oleh korupsi dalam berbagai bentuknya, maka prinsip dasar birokrasi yang berakal, efisien dan berkualitas tidak akan pernah terwujud. Kualitas pelayanan pasti sangat buruk dan mengecewakan masyarakat. Hanya orang-orang kaya yang mendapat jabatan baik, karena mereka bisa menyuap.19 Situasi ini dapat menyebabkan keresahan sosial yang meluas, ketimpangan sosial dan mungkin kebencian sosial, yang dapat berujung pada tergulingnya para birokrat.

Langkah Pemberantasan Korupsi

1. Menata kembali pelayanan publik, terutama di bidang yang berkaitan langsung dengan berlangsungnya kegiatan pelayanan masyarakat. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat umum dalam mengakses pelayanan publik yang profesional, berkualitas, dan tepat waktu tanpa membebani mereka dengan pungutan tambahan/pungutan liar. Langkah utama bertujuan untuk: (a) peningkatan sistem pelayanan publik; (b) meningkatkan kinerja pejabat; (c) meningkatkan kinerja lembaga layanan publik; dan (d) pemantauan yang lebih baik terhadap layanan publik, dengan tindakan prioritas yang diberikan pada matriks. 2. Transparansi, kontrol dan sanksi kegiatan pemerintah di bidang keuangan dan sumber daya manusia akan diperkuat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pemerintah dalam pengelolaan sumber daya pemerintah dan sumber daya manusia, serta untuk memberikan informasi dan berbagai isu yang memberikan kesempatan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam bisnis. Langkah utama bertujuan untuk: a) perbaikan sistem pengelolaan keuangan negara; (b) perbaikan sistem/pengadaan publik untuk barang dan jasa; dan (c) peningkatan sistem manajemen kepegawaian aparatur negara melalui langkah-langkah prioritas. 3. Meningkatkan pengaruh dukungan langkah-langkah dalam pencegahan korupsi. Tujuannya adalah untuk mempromosikan “prinsip negara hukum”, memperkuat budaya hukum dan memperkuat masyarakat dalam proses antikorupsi. Langkah utama bertujuan untuk: (a) meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik; dan (b) melengkapi Bahan Pendukung Hukum 4. Nampaknya pengurungan di penjara (penjara) bagi para koruptor bukanlah sebuah pencegah maupun cara yang paling efektif untuk memberantas korupsi. Lagipula, Lapas memang merupakan tempat yang tidak berbeda dengan tempat di luar Lapas, asalkan terpidana korupsi dapat membayar sejumlah tertentu untuk mendapatkan pelayanan dan fasilitas yang tidak berbeda dengan pelayanan dan fasilitas di luar Lapas. Maka lahirlah istilah penjara dengan fasilitas dan pelayanannya yang mewah. Melihat keadaan seperti itu, orang harus memikirkan cara lain untuk membuat orang merasa malu dan berpikir panjang dan keras tentang korupsi. Opsi yang memungkinkan misalnya, regulasi tentang publikasi keputusan akhir kasus korupsi oleh media. Ketentuan ini tidak hanya berfungsi untuk menginformasikan kepada masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai sanksi moral bagi pelaku korupsi. Selain itu, sanksi pencabutan hak tersangka kasus korupsi harus ditambah. Sangat penting untuk mengajarkan bahwa pemegang jabatan publik adalah orang yang bermoral dan berintegritas tinggi. 5. Penindakan pemberantasan korupsi harus dilakukan secara konsisten dan terpadu serta memiliki satu tujuan, yaitu pemberantasan korupsi. Pengurus harus merupakan orang-orang pilihan dan menunjukkan integritas yang tinggi. Sudah waktunya untuk mengakhiri ego sektoral atau kelembagaan polisi. Negara juga harus mempertimbangkan sebaik apa kesejahteraan polisi, tidak kekurangan dan polisi yang bersih. Bagaimana bisa bersih kalau sikat yang digunakan untuk membersihkannya adalah sapu yang kotor?

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/korupsi/49509/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 12.50 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Menatap Masa Depan Digital: Ketika Teknologi AI Hadir di Waduk Jatiluhur

Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah

Pernah Mencari “Sakit Kepala Sebelah” di Google, Lalu Takut Umur Tinggal Setahun?

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Kerja Kelompok atau Kerja Sendiri? Mengapa Transparansi Kontribusi Mahasiswa Perlu Diperkuat

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Pilihan Editor

  1. 1 Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan
  2. 2

    Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.