Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ketahanan Pangan Nasional dalam Konteks Perdagangan Global

Ketahanan Pangan Nasional dalam Konteks Perdagangan Global

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
17 April 2025, 09.34 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
gabah dan beras

Oleh : Virani Nabillah Putri

JurnalPost.com - Di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah, ketahanan pangan nasional menjadi isu strategis yang tidak bisa dikesampingkan. Sebagai kebutuhan dasar manusia, pangan bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan pilar keamanan dan kedaulatan suatu negara. Negara yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan warganya berada dalam posisi rentan, baik secara sosial, ekonomi, maupun politik.

IKLAN

Globalisasi perdagangan pangan telah menciptakan isu menarik. Di satu sisi, pasar global menawarkan akses terhadap beragam produk pangan dari seluruh dunia dengan harga kompetitif. Di sisi lain, ketergantungan berlebihan pada impor pangan dapat mengancam stabilitas nasional ketika terjadi lonjakan di pasar internasional. Hal ini termasuk pada ancaman krisis pangan global yang mengancam kestabilitas sebuah negara.

BPDD Jakarta
Baca Juga

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Krisis pangan global yang terjadi pada tahun 2008 serta terjadinya gangguan rantai pasok selama pandemi COVID-19 yang menjadi peringatan keras bagi setiap Negara untuk tidak melakukan penimbunan barang tertentu. Di Haiti saat pandemi, 90% petani memperkirakan penurunan yang signifikan dalam produksi sereal. Di Kolombia, lebih dari separuh peternak mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan untuk mendapatkan pakan. Di Sudan Selatan, dua pertiga responden mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan untuk mendapatkan bantuan kesehatan hewan.

IKLAN

Sehingga negara-negara pengekspor pangan utama tidak segan menerapkan pembatasan ekspor ketika menghadapi ancaman kekurangan pangan domestik, meninggalkan negara-negara importir dalam ketidakpastian. Imbasnya kenaikan tarif harga barang pada pangan yang membuat semakin lama pemilik barang menimbun barang yang dimiliki. Efeknya membuat lamanya kelangkaan barang pangan di pasar global.

Indonesia sendiri menghadapi kesulitan dalam hal ketahanan pangan. Sebagai negara agraris dengan lahan subur dan iklim tropis, Indonesia memiliki potensi besar untuk mencukupi pangan sendiri. 30% hasil panen Indonesia terbuang karena buruknya rantai pasok yang setara dengan kerugian Rp150 triliun per tahun. Namun kenyataannya kita masih mengimpor berbagai komoditas pangan pokok termasuk beras, kedelai, gula, dan daging. Kebijakan impor sering dijadikan solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, meskipun hal ini berdampak pada kesejahteraan petani lokal.

Ini menunjukkan ketakutan pasar terhadap penurunan penerimaan ekspor dan kemungkinan krisis perdagangan global. Karena ketidakpastian ini, beban utang sektor swasta di luar negeri semakin berat. Sentimen negatif tentang kebijakan Trump telah menyebabkan harga emas global turun, yang juga berdampak pada harga emas domestik. Di sisi lain, pasar saham juga mengalami kerugian. Untuk mengurangi ketegangan, Bursa Efek Indonesia bahkan harus mengubah batas perdagangannya.

Riverbank Environmental Inspection
Baca Juga

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Ketahanan pangan tidak sekadar soal produksi dalam negeri namun juga terkait intelligent supply management. Indonesia sendiri membutuhkan kerjasama kemitraan terkait bidang pertanian. seperti halnya kemitraan dengan Thailand/Vietnam untuk cadangan beras jangka panjang, bukan sekadar impor reaktif saat harga melonjak. Tidak hanya sebatas kerjasama namun perlu di imbangi dengan riset inovasi pertanian karena anggaran riset pertanian Indonesia hanya 0,2% dari PDB, jauh di bawah Vietnam (0,5%) atau Brasil (1,3%). Namun dalam perwujudannya indonesia sendiri masih mengalami tantangan. Terkait impor masih terlalu bergantung pada negara lain. Indonesia sendiri masih impor 60% kebutuhan kedelai dan 30% gula  di tahun 2024 membuat kita rentan gejolak harga global. Meski UU No. 18/2012 tentang Pangan mengamanatkan kemandirian,  namun 62% kebijakan pangan masih bersifat reaktif seperti impor mendadak saat harga naik.

Tak lupa peran petani Indonesia dalam menghadapi krisis pangan global. Hanya 15% petani Indonesia yang menggunakan alat pertanian modern. Hambatan lain yakni 30% bantuan pangan pemerintah terlambat 3-6 bulan dampaknya  memperparah kerawanan atau kelangkaan pangan. Perlunya pengawasan lebih mendalam terkait program ketahanan pangan untuk menghindari krisis pangan.  

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ketahanan-pangan-nasional-dalam-konteks-perdagangan-global/80025/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.42 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

Laba Naik, Arus Kas Turun: Ada Apa dengan Kinerja Keuangan Public Bank Berhad dan Maybank?

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Kepemimpinan yang Menanam Masa Depan: Ketika Pendidikan Menjadi Kunci Ketahanan Pangan Jawa Timur

Jangan Asal Sebar Angket! Pentingnya Uji Validitas dan Reliabilitas untuk Menjamin Kualitas Instrumen Penelitian

Pilihan Editor

  1. 1 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik
  2. 2

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  3. 3

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

  4. 4

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  5. 5

    Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.