Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Kenapa sih Kawasan Blok M semakin ramai?

Kenapa sih Kawasan Blok M semakin ramai?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
19 Desember 2024, 14.45 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Kawasan Blok M

JurnalPost.com - Pada saat pertama kali dibuat, kawasan Blok M merupakan kawasan perumahan elit yang dibuat oleh Belanda untuk mengatasi kepadatan penduduk di sekitar Gambir. Kemudian, nama Blok M ini berdasarkan pembagian blok-blok di daerah sekitar. Seiring berjalannya waktu, Blok M ini menjadi pusat perdagangan di Jakarta Selatan dengan mulai bermunculannya pasar dan mall seperti Pasar Melawai dan Blok M mall. Pada 1980-an, Blok M ini menjadi pusat hiburan di Jakarta, Banyak cafe-cafe bermunculan dan adanya terminal Blok M yang memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya. Namun, pada 2011–2019 kawasan Blok M ini mulai meredup. Banyak tenant tenant yang tutup dan mulai berkurangnya pengunjung-pengunjung. Semenjak berdirinya MRT dan dibuatnya kawasan TOD di Blok M ini mulai kembali ramai.

Semenjak dibuatnya MRT, banyak dibuatnya kawasan TOD yang mengintegrasikan transportasi umum ke kawasan kawasan penting salah satunya Blok M yang mengintegrasikan kawasan hiburan, pusat perbelanjaan dengan Transportasi publik. Sebelum selesainya pembangunan MRT kawasan Blok M mulai sepi pengunjung, banyak tenant tenant tutup, dan tidak adanya daya tarik lagi. Setelah dibuatnya TOD yang mengintegrasikan dengan MRT, kawasan Blok M menjadi ramai kembali. Puncaknya adalah saat dibuatnya kawasan Integrasi CSW (Cakra Selaras Wahana) yang mengkoneksikan Koridor 13 Transjakarta dengan MRT dan Koridor 1 Transjakarta.

IKLAN

Hal ini sangat penting karena dengan adanya integrasi ini berhasil membuat masyarakat mudah berpindah transportasi. Adanya MRT yang menghubungkan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan membuat masyarakat mudah untuk mengakses Blok M ini. Ditambah dengan MRT yang mempunyai akses keluar stasiun yang langsung terintegrasi dengan kawasan Blok M dan Taman Martha Tiahahu sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengakses kawasan tersebut. Koridor 13 Transjakarta juga tidak kalah berdampak untuk ramainya blok M ini. Dengan mengkoneksikan tangerang dan Jakarta, Koridor ini sangatlah ramai. Tak jarang menemukan penumpang rute ini ingin menuju Blok M untuk jalan-jalan. Adanya CSW juga memudahkan penumpang untuk pindah moda transportasi dari Transjakarta ke MRT sehingga penumpang dapat menuju Blok M dengan mudah. Bukan hanya itu saja, Kawasan Integrasi Dukuh Atas juga memiliki peran yang signifikan untuk menjangkau Blok M ini. Masyarakat dari Bekasi, Depok, dan Bogor pun berbondong-bondong untuk pergi ke Blok M ini. Sering sekali dijumpai penumpang yang keluar dari KRL atau LRT Jabodebek berpindah moda ke MRT untuk pergi ke Blok M.

Cozy Hijabi Home Study Corner
Baca Juga

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

IKLAN

Bukan hanya transportasi umum, adanya Taman Martha Tiahahu menjadi salah satu aspek kawasan ini semakin ramai. Dengan adanya taman ini, masyarakat bisa bermain ke kawasan yang gratis. adanya fasilitas perpustakaan gratis juga membuat masyarakat berbondong bondong untuk mengunjungi taman tersebut. Ditambah dengan kurangnya ruang publik di berbagai daerah sekitar seperti di Bekasi, Depok, dan Tangerang membuat taman ini sebagai destinasi utama untuk jalan-jalan bersama keluarga atau teman.

Blok M memiliki sejarah panjang, berawal hanya sebuah kawasan perumahan elit sekarang menjadi tempat rekreasi orang-orang dari berbagai daerah. Walaupun kawasan ini sempat redup, tetapi berhasil kembali ke masa kejayaannya kembali. Dengan adanya kawasan TOD membuat kawasan ini kembali ramai karena mudahnya masyarakat untuk menjangkau kawasan tersebut. Adanya Taman Martha Tiahahu juga berperan dalam mengembalikan kawasan Blok M ini ke masa kejayaannya. Integrasi transportasi umum merupakan hal yang penting. Dengan adanya hal ini, masyarakat lebih mudah untuk menjangkau tempat tempat tertentu termasuk tempat-tempat rekreasi seperti Blok M.

Profil Penulis: Imam Maulid Mahasiswa Universitas Airlangga

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenapa-sih-kawasan-blok-m-semakin-ramai/76107/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 17.43 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 1

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. B
    bayu andriansyah akustik nevert art 14 Maret 2025 15.07 WITA
    selamat siang saya penti dewi kuraesin yang suka main di arus kopaja antara lebak bulus kp rambujtan kuran

Artikel Terkait

Kamitetep, Si Kecil yang Nyaris Tak Terlihat: Ini Bahayanya

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 Dari Watchdog menjadi Trusted Advisor: Peran Baru Inspektorat Daerah sebagai APIP dalam Mengawal Kebijakan dan Tata Kelola Daerah
  2. 2

    82,4 Persen Guru Sangat Membutuhkan Flipbook Berbasis Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Kurikulum Merdeka

  3. 3

    Kejuaraan Tunas Juara Nasional 2026 Digelar di Tangerang, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pencak Silat Berprestasi

  4. 4

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.