Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Kenapa Kemampuan Sosial Anak Menurun?

Kenapa Kemampuan Sosial Anak Menurun?

Foto profil Annisa
Editor: Annisa
10 Mei 2021, 19.07 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Kenapa Kemampuan Sosial Anak Menurun?
JURNALPOST - Terkadang kemampuan sosial anak kian menurun ketika mereka menuju dewasa, kita harus memperhatikan hal tersebut agar bisa mengatasinya. Menurut Jurnal Psikologi sosial yang pernah saya baca yang berjudul ”Teori Perkembangan Sosial Menurut Para Ahli” dijelaskan bahwa perkembangan sosial anak adalah proses berkembangnya interaksi anak dengan sekitarnya. Jadi bagaimana jika proses tersebut makin menurun? Seperti anak yang selalu ceria tiba-tiba menjadi pendiam. Orangtua harus mewaspadai agar hal tersebut tidak terjadi. Menurut Hurlock perkembangan sosial anak dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungan. Perilaku anak sangat dipengaruhi oleh perlakuan orang tua dan orang disekitarnya dalam menerapkan aspek kehidupan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Orangtua harus memperhatikan tindakannya ketika berada dengan anak mereka karena itu bisa mempengaruhi perkembangan sosial anak. Lingkungan luar juga berpengaruh untuk perkembangan sosial anak dimana dia bisa mempelajari hal-hal baru di luar sana. Kemampuan sosial anak juga bisa menurun karena faktor-faktor tersebut. Berikut akan saya jelaskan penyebab dan cara mengatasinya.

Orangtua yang terlalu mengontrol anaknya

Orangtua tidak seharusnya memiliki kendali penuh atas anaknya. Anak akan merasa tertekan ketika mereka tidak bisa memberikan pilihan mereka sendiri dan kepercayaan diri mereka akan menurun karena hal tersebut. Seharusnya orangtua bisa membuat anak menentukan pilihannya sendiri.

Orangtua yang mengekspresikan amarahnya yang berlebihan

Memang wajar untuk kita semua jika kita marah akan sesuatu tetapi kita terkadang harus menahannya atau mengendalikannya di depan anak-anak kita. Ini bisa berpengaruh kepada kemampuan sosial anak dimana dia akan takut untuk mengekspresikan emosinya yang dimilikinya.

Orangtua yang tidak mengizinkan anaknya untuk bermain dengan temannya

Terkadang kita sebagai orangtua melarang anak kita bermain dengan temannya dengan berbagai alasan seperti untuk belajar dan jika bermain hanya membuang waktu. Pemikiran seperti itu tentu saja sangat tidak dibenarkan. Kita bisa mengatur waktu untuk bermain dan juga belajar di hari yang sama. Anak akan merasa tertekan dan tidak punya kepercayaan diri untuk memulai pertemanan.

Pembullyan yang dilakukan oleh orang sekitar

Hal ini bisa dilakukan olah teman sebaya maupun tidak dan juga oleh masyarakat sekitar. Biasanya orang-orang akan membicarakan tentang fisik si anak yang berbeda dengan yang lain seperti gendut, hitam dan jelek. Hal ini sangat berbahaya bagi anak dimana dia tidak lagi percaya diri untuk tampi di hadapan umum. Kita harus mengatasi hal tersebut dengan mengajarkan nilai-nilai yang membuat anak tersebut lebih mencintai diri sendiri. Kita juga harus memberikan pelajaran bagi orang-orang yang melakukan hal tersebut agar tidak mengulanginya. Sebagai orangtua kita harus memperhatikan perilaku dan juga lingkungan anak kita. Kita bisa mengajaknya berbicara atau bermain agar dia bisa lebih terbuka untuk menceritakan tentang kehidupannya di luar rumah. Kita harus  memberikan kasih sayang yang cukup kepadanya dan juga memberikan pelajaran agar dia menjadi lebih percaya diri. Kita bisa memberikan apresiasi ketika ia mampu untuk menunjukkan kepercayaan diri tersebut agar dia lebih semangat untuk melakukan hal tersebut. Penulis : Safra Ulfa/Mahasiswi Psikologi, Fakultas kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenapa-kemampuan-sosial-anak-menurun/20718/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 21.16 WITA

  • #@sosial anak
  • #Parenting

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Ketika Negara Gagal Menjaga Napas Warganya

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Penelitian di Cilacap Ungkap 93,94 Persen Pasien Gangguan Jiwa Patuh Minum Obat, Dukungan Keluarga Jadi Perhatian

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

PMK 37 Tahun 2025 Bukan Pajak Baru, Ini yang Perlu Dipahami Pedagang Online

Pilihan Editor

  1. 1 Resmi Dilantik, BPC GMKI Singaraja Periode 2026–2027 Fokus Kuatkan Kaderisasi dan Kolaborasi
  2. 2

    Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

  3. 3

    Mengenal Potensi Desa Menang dalam Mendukung Program Kabupaten/Kota Sehat di Jawa Timur

  4. 4

    Self-Sabotage: Ketika Kita Justru Menghalangi Diri Sendiri

  5. 5

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.