Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Kenali Lebih Detail Sejarah Islam melalui Masjid Agung Surakarta

Kenali Lebih Detail Sejarah Islam melalui Masjid Agung Surakarta

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
26 Februari 2020, 02.01 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Masjid Agung Surakarta
(sumber: indonesiakaya.com)
JURNALPOST - Solo memiliki masjid bersejarah yang pada zamannya sebagai tempat beribadah dan pusat syiar perkembangan Islam. Dengan bentuknya yang menyerupai Masjid Demak, masjid ini menjadi pusat kebudayaan dan tradisi Islam di Solo sampai sekarang. Masjid ini adalah Masjid Agung Surakarta. (sumber: indonesiakaya.com) Yuk, kenali lebih detail sejarah Islam dan hal yang berhubungan dengan masjid agung di Solo ini.

Tempat Penyebaran Islam pada Masa Prakemerdekaan di Solo

Masjid Agung Surakarta atau dikenal juga Masjid Agung Keraton Surakarta dibangun pada tahun 1749. Masjid yang dulunya bernama Masjid Ageng Keraton Hadiningrat ini memiliki fungsi sebagai tempat penyiaran agama Islam. Pada zaman dulu Masjid Agung Surakarta berfungsi sebagai pusat tempat pelaksana keperluan kasunanan yang berhubungan dengan acara keagamaan, seperti garebeg dan sekaten. Bagian alun-alun Masjid Agung Surakarta difungsikan sebagai sarana raja bertemu dengan rakyat dan pasar tempat kegiatan ekonomi berlangsung.

Arsitektur Masjid Bergaya Tajug Beratap Tumpang Tiga

Masjid Agung Surakarta memiliki kemiripan dengan masjid di Jawa pada umumnya. Masjid ini memiliki desain berupa tajug dengan atap bertumpang tiga. Di samping itu, ornamen mustaka ditambahkan pada puncak masjid. Atap tumpang tiga ini melambangkan kesempurnaan kehidupan yang dijalani oleh orang muslim, yaitu Islam, iman, dan ihsan. Masjid Bergaya Tajug (sumber : inibaru.id) Masjid Agung Surakarta berdiri di lahan dengan luas sekitar 19.180 meter² dan terdapat pagar yang mengelilingi masjid.

Memiliki 5 Bagian Bangunan Masjid

Masjid Agung Surakarta memiliki 5 bagian bangunan: kuncungan, serambi, gapura, menara, dan pagongan.

Kuncungan

Bagian pertama bangunan Masjid Agung Surakarta adalah kuncungan. Kuncungan ini terletak di pintu masuk utama sebelah depan masjid dan berfungsi untuk menyambut tamu.

Serambi

Bagian kedua adalah serambi masjid. Serambi Masjid Agung Surakarta memiliki bentuk persegi panjang dan dibangun pada masa Pakubuwono XII.

Gapura

Bagian ketiga adalah gapura. Gapura ini berfungsi sebagai gerbang utama yang menghubungkan kompleks Masjid Agung Surakarta dengan Alun-alun Keraton Surakarta.

Menara

Menara merupakan bagian keempat dari Masjid Agung Surakarta. Menara ini dulunya berfungsi sebagai tempat untuk mengumandangkan azan. Menara terbuat dari besi yang melingkar dan memiliki 138 buah anak tangga.

Pagongan

Pagongan berupakan bagian kelima dari Masjid Agung Surakarta. Bagian ini merupakan lokasi untuk menaruh gamelan. Saat itu gamelan digunakan sebagai media dakwah ulama untuk mengajak orang-orang mengenal Islam.

Mengalami Berbagai Renovasi

Masjid Agung Surakarta juga sudah mengalami beberapa kali renovasi atau pemugaran. Renovasi yang pertama dilakukan pada tahun 1856 pada masa pemerintahan Pakubuwono IV dan disempurnakan renovasinya pada zaman pemerintahan Pakubuwono X. Pada tahun 1858 Pangkubuwono IV melakukan pemugaran dengan menambahkan pagar yang mengelilingi masjid. Pada masa pemerintahan Pakubuwono X, menara dan jam matahari dibangun di sekitar masjid. Jam matahari ini memiliki fungsi sebagai penentu waktu salat. Selain itu, pintu masjid diganti dari pintu yang bercorak gapuran bangunan Jawa dengan atap limasan menjadi tiga pintu yang bercorak Timur Tengah. Pakubuwono XIII juga melakukan renovasi di masjid agung ini. Renovasi berupa pembangunan kolam yang mengelilingi bangunan utama masjid, ruang keputren dan serambi bagian depan masjid. Namun, kolam ini tidak lagi digunakan. Inilah informasi mengenai sejarah dan kebudayaan Islam di Solo melalui Masjid Agung Surakarta. Kenali lebih dekat tradisi Islam di Solo dengan berkunjung ke Masjid Agung Surakarta. Segera lakukan reservasi hotel syariah di Solo atau cari informasi berbagai penginapan murah di Solo melalui Airy.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenali-lebih-detail-sejarah-islam-melalui-masjid-agung-surakarta/11088/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 22.25 WITA

  • #Masjid Agung
  • #Sejarah Islam

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Pilihan Editor

  1. 1 Teknologi Sudah Tersedia, UPN Veteran Jatim Dorong Penguatan Literasi dan Keterbukaan Informasi Publik di Bondowoso
  2. 2

    Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

  3. 3

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

  4. 4

    Kejujuran Perlu Ekosistem: Membangun Budaya Integritas dari Lingkungan Kampus

  5. 5

    Warga Sampetan Belajar Kelola Lampu Jalan Tenaga Surya Berbasis IoT Bersama Dosen Polines

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.