Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Kenaikan PPN Menjadi 12 Persen: Akankah ini Menjadi Momok Bagi Para Pelaku UMKM?

Kenaikan PPN Menjadi 12 Persen: Akankah ini Menjadi Momok Bagi Para Pelaku UMKM?

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
30 Desember 2024, 17.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Dampak PPN
JurnalPost.com - Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan tarif yang dikenakan atas transaksi pembelian barang atau jasa kena pajak. PPN sendiri merupakan salah satu sumber pendapatan negara dan memiliki peran penting dalam mengatur perekonomian negara. Pada 2024, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan PPN menjadi 12% yang akan diberlakukan mulai per tanggal 1 Januari 2025. Kebijakan ini tentu memicu berbagai reaksi dari berbagai kalangan masyarakat, terlebih lagi dari para pelaku ekonomi. Salah satu jenis sektor ekonomi yang mungkin akan terkena dampak signifikan dari kebijakan ini adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM memiliki peran yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Selain menyediakan sumber lapangan pekerjaan, UMKM juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal. Lalu bagaimana kenaikan PPN berdampak pada para pengusaha UMKM?

Meningkatkan Biaya Produksi

Karena kenaikan PPN, tentunya biaya produksi akan meningkat daripada sebelumnya. Hal tersebut dapat terjadi karena pengusaha harus menghadapi kenaikan bahan baku produksi yang akan berdampak pada harga jual produk. Harga jual akan mengalami kenaikan yang berpotensi menyebabkan produk kurang bersaing di pasar. Dalam kondisi seperti ini, konsumen juga akan cenderung lebih teliti dalam membeli barang dari segi harganya.

Menurunkan Daya Beli Konsumen

Mendengar akan berita kenaikan PPN, saat ini banyak masyarakat yang mengungkapkan keresahan mereka di media sosial. Banyak dari mereka yang mengungkapkan akan menerapkan hidup hemat, atau mereka biasa menyebutnya dengan istilah frugal living. Topik ini menjadi trend di berbagai media sosial dan ini merupakan bukti nyata reaksi dan persiapan masyarakat dalam menghadapi kenaikan PPN ini. Hal ini dapat menyebabkan penurunan daya beli masyarakat di mana hal tersebut akan berpengaruh pada pendapatan UMKM.

Kesulitan dalam Mengelola Keuangan

Karena kenaikan biaya operasional dan harga bahan baku, pengusaha akan mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan. Perubahan tersebut akan membutuhkan pengelolaan keuangan yang bijak dan cermat serta strategi yang matang agar usaha tetap berlanjut. Kenaikan PPN ini dapat menjadi tantangan besar bagi para pelaku UMKM apabila tidak memiliki sistem manajemen keuangan yang baik.

Strategi yang Dapat dilakukan oleh para pelaku UMKM

1. Efisiensi operasional dapat dilakukan oleh pengusaha agar dapat mengurangi biaya produksi. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari alternatif bahan baku yang lebih terjangkau, melakukan penghematan dalam proses produksi, serta memperbaiki proses produksi. 2. Diversifikasi produk sebelumnya sudah banyak diterapkan oleh berbagai pengusaha. Hal ini dilakukan dengan menjual berbagai jenis produk sehingga mendapatkan peluang pendapatan dari berbagai produk dan tidak bergantung pada satu produk saja. 3. Manajemen keuangan yang efektif juga merupakan salah satu strategi yang penting untuk dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat anggaran yang realistis, memantau arus kas secara ketat, dan mencari sumber keuangan alternatif jika diperlukan. 4. Peningkatan Kualitas dan Inovasi Produk Kenaikan PPN menjadi 12% membawa tantangan besar bagi UMKM, mengingat peningkatan pada biaya produksi dan harga jual dapat mengurangi daya saing dan daya beli masyarakat. Namun, para pengusaha harus memiliki strategi yang tepat seperti peningkatan efisiensi operasional, diversifikasi produk, dan pengelolaan keuangan yang lebih baik, sehingga tantangan ini dapat diatasi dengan baik. Selain itu, inovasi dan peningkatan kualitas produk bisa menjadi upaya untuk tetap menarik minat konsumen. Peran dari pemerintah juga harus dilakukan dengan memberikan dukungan berupa insentif pajak, subsidi, serta program pelatihan dan pendampingan untuk membantu UMKM dalam beradaptasi dengan kenaikan PPN. Kerja sama antara upaya UMKM dan tindakan dari pemerintah dapat menekan berkurangnya dampak negatif kenaikan PPN terhadap UMKM di Indonesia. Untuk ke depannya, UMKM harus terus berinovasi dengan mengembangkan produk-produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan trend terkini. Selain itu, peningkatan efisiensi operasional melalui penggunaan teknologi, pengelolaan sumber daya yang lebih baik, dan proses produksi yang lebih efektif akan membantu UMKM untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Penting bagi UMKM untuk selalu mencari peluang baru, baik dari segi pasar maupun kerjasama dengan pihak lain yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis. Dengan adaptasi yang tepat dan responsif terhadap perubahan pasar, serta dukungan dari pemerintah berupa insentif pajak, akses ke pembiayaan yang lebih mudah, serta program pelatihan dan pendampingan, UMKM dapat berkembang lebih pesat. Pemerintah juga perlu menciptakan ekosistem yang mendukung bagi UMKM, termasuk infrastruktur yang memadai dan kebijakan yang ramah akan usaha. Jika strategi-strategi ini diterapkan dengan baik, UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan tetap menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Peran UMKM sebagai penggerak ekonomi, penyedia lapangan kerja, dan sumber inovasi akan semakin vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ditulis Oleh : Isma’ul Laili Mahasiswa Baru Prodi Manajemen Universitas Airlangga (NIM 142241053)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kenaikan-ppn-menjadi-12-persen-akankah-ini-menjadi-momok-bagi-para-pelaku-umkm/76624/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 01.15 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

HUT ke-58 Semen Tonasa, Transformasi Bisnis dan Efisiensi Jadi Fokus

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Dimsum Kini Tinggal Scan QRIS BRI Bojonegoro, Pelaku UMKM dan Pembeli Rasakan Kemudahan Transaksi Digital
  2. 2

    Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

  3. 3

    Edukasi Video HIMA-CARE Tingkatkan Perilaku Higiene Menstruasi Mahasiswi Baru di Kota Malang

  4. 4

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  5. 5

    Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Magang di Setda Mojokerto, Pelajari Evaluasi Kinerja dan Pelayanan Publik

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.