Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

Terbaru

  1. Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  2. Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

  3. Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  4. Dari Daun Kelor Menjadi Snackbar Bergizi, FK UPN “Veteran” Jakarta Ajak Masyarakat Kelurahan Pangkalan Jati Baru Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

  5. Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Kejutan yang Direncanakan: Menimbang Pro dan Kontra Gebrakan Apple di September 2026

Kejutan yang Direncanakan: Menimbang Pro dan Kontra Gebrakan Apple di September 2026

Foto profil Alvin Pradana
Editor: Alvin Pradana
16 September 2026, 22.28 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
9 menit baca
Pro dan Kontra Gebrakan Apple

Oleh:  Emir Murtaza Mazhardi

Ponsel lipat pertama Apple akhirnya hadir. Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Apple masih mampu berinovasi, melainkan untuk siapa sebenarnya inovasi tersebut dibuat.

IKLAN

Peluncuran produk Apple pada September 2026 membawa sesuatu yang selama bertahun-tahun hanya menjadi bahan rumor. Dalam acara bertajuk “Surprise and Shine” yang digelar di Cupertino pada 9 September 2026, Apple akhirnya memperkenalkan ponsel lipat pertamanya, iPhone Duo.

Langkah Mudah Memperkenalkan Teknologi Kepada Anak
Baca Juga

Langkah Mudah Memperkenalkan Teknologi Kepada Anak

Produk tersebut hadir bersama iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, Apple Watch Series 12, Apple Watch Ultra 4, dan AirPods 5.

Bagi sebagian orang, kemunculan iPhone Duo menjadi bukti bahwa Apple masih mampu menghadirkan kejutan setelah hampir dua dekade mempertahankan bentuk dasar iPhone sejak generasi pertama diperkenalkan pada 2007.

Namun, peluncuran tersebut juga memunculkan pertanyaan lain. Apakah inovasi ini benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan konsumen, atau lebih banyak berfungsi sebagai pernyataan bahwa Apple masih mampu tampil berbeda di tengah persaingan industri teknologi yang semakin ketat?

Strategi Peluncuran yang Berbeda

Salah satu hal menarik dari peluncuran Apple tahun ini adalah keputusan perusahaan untuk tidak menghadirkan seluruh keluarga iPhone 18 secara bersamaan.

Seberapa Penting Anti Virus Smartphone Bagi Anda
Baca Juga

Gejala-gejala Smartphone Kurang Sehat

Pada September 2026, Apple hanya memperkenalkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo. Sementara itu, iPhone 18 reguler, iPhone 18e, serta iPhone Air 2 disebut baru akan menyusul pada musim semi 2027.

Strategi ini menarik karena selama bertahun-tahun konsumen terbiasa melihat sebagian besar lini iPhone terbaru diperkenalkan dalam periode yang relatif berdekatan.

Dari sisi bisnis, langkah tersebut bisa dipahami sebagai upaya Apple mengelola produksi dan permintaan pasar dengan lebih terukur. Peluncuran bertahap memungkinkan perusahaan memusatkan perhatian pada perangkat premium terlebih dahulu sebelum memperluas pilihan bagi pasar yang lebih luas.

Namun, terdapat pula sisi lain yang layak dipertanyakan.

Pasfoto Rafael Bona Napitupulu
Baca Juga

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Ketika model dengan harga lebih terjangkau ditunda selama beberapa bulan, konsumen yang ingin menggunakan generasi terbaru tetapi tidak membutuhkan seri Pro praktis hanya memiliki pilihan untuk menunggu atau membeli perangkat yang lebih mahal.

Di sinilah strategi bisnis dan kepentingan konsumen mulai saling bersinggungan.

iPhone Duo dan Keberanian Apple Memasuki Pasar Lipat

Terlepas dari perdebatan mengenai harga dan strategi pemasaran, iPhone Duo tetap menjadi salah satu perubahan desain paling signifikan dalam sejarah iPhone.

Perangkat tersebut membawa layar lipat berukuran 7,6 inci dan menggunakan chip A20. Yang menjadi daya tarik utama bukan sekadar bentuk layar lipatnya, tetapi bagaimana Apple mengintegrasikan desain baru tersebut ke dalam ekosistem iOS yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan.

Apple memang datang relatif terlambat ke pasar ponsel lipat. Samsung dan sejumlah produsen asal Tiongkok telah lebih dahulu mengembangkan perangkat sejenis selama beberapa generasi.

Karena itu, iPhone Duo bukan sekadar produk baru. Kehadirannya juga menjadi ujian apakah pendekatan Apple yang cenderung menunggu teknologi menjadi lebih matang dapat kembali menghasilkan produk yang mampu menarik perhatian pasar.

Keunggulan Apple tetap berada pada integrasi perangkat keras, perangkat lunak, dan ekosistem. Bagi pengguna yang sudah memiliki MacBook, Apple Watch, AirPods, atau iPad, perpindahan ke perangkat baru masih menawarkan kesinambungan pengalaman yang sulit dipisahkan dari daya tarik merek tersebut.

Bukan Hanya iPhone

Perhatian terbesar memang tertuju pada iPhone Duo, tetapi Apple juga memperbarui sejumlah perangkat lain.

Apple Watch Series 12 dan Apple Watch Ultra 4 membawa pembaruan pada fitur pemantauan kesehatan, sementara AirPods 5 memperluas ekosistem audio perusahaan.

Di sisi perangkat lunak, iOS 27 juga mendapat sejumlah pembaruan, termasuk pengembangan Siri berbasis kecerdasan buatan serta peningkatan fitur keamanan untuk anak.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi Apple tetap bertumpu pada ekosistem.

Perusahaan tidak hanya menjual satu perangkat secara terpisah, melainkan pengalaman yang menghubungkan iPhone, Apple Watch, AirPods, Mac, layanan digital, dan berbagai perangkat lainnya.

Bagi Apple, kekuatan utama tersebut mungkin justru lebih penting dibandingkan inovasi pada satu perangkat tertentu.

Harga Menjadi Titik Perdebatan

Di tengah berbagai pembaruan itu, harga iPhone Duo menjadi salah satu bagian paling banyak diperdebatkan.

Di Amerika Serikat, perangkat tersebut dibanderol mulai sekitar USD 1.999. Di Tiongkok, harganya disebut mencapai sekitar 15.999 yuan.

Harga yang tinggi membuat iPhone Duo berada pada segmen yang sangat premium, bahkan untuk standar perangkat flagship.

Reaksi konsumen pun beragam. Sejumlah pengguna di Tiongkok membandingkan harga perangkat tersebut dengan tingkat pendapatan masyarakat dan memilih mempertimbangkan untuk menunggu generasi berikutnya.

Keraguan tersebut cukup masuk akal karena perangkat generasi pertama biasanya masih berada pada tahap pembuktian teknologi.

Sejumlah analis pasar juga mempertanyakan kemampuan ponsel lipat premium untuk menghasilkan pertumbuhan penjualan dalam skala besar.

“Ponsel lipat berisiko hanya menjadi pajangan mahal, memberi gengsi tetapi belum tentu memberikan pertumbuhan berarti.”

Pandangan tersebut mencerminkan salah satu tantangan terbesar Apple. iPhone Duo mungkin menarik perhatian, tetapi perhatian belum tentu langsung berubah menjadi penjualan dalam jumlah besar.

Harga Premium, tetapi Tetap Ada Kompromi

Harga tinggi biasanya menciptakan ekspektasi bahwa konsumen akan memperoleh perangkat tanpa banyak kompromi.

Namun, sejumlah perbandingan awal menunjukkan bahwa iPhone Duo masih membawa beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan perangkat flagship lain.

Perangkat tersebut disebut memiliki bodi yang relatif lebih tebal dan berat, kapasitas baterai yang lebih terbatas, tidak dilengkapi Face ID, serta tidak menawarkan lensa telefoto.

Jika laporan tersebut terbukti dalam penggunaan nyata, situasinya menjadi menarik.

Konsumen membayar harga sangat tinggi untuk mendapatkan desain lipat yang baru, tetapi pada saat yang sama harus melepaskan sejumlah fitur yang biasanya dianggap standar pada perangkat premium.

Kompromi semacam ini sebenarnya wajar bagi teknologi generasi pertama. Produsen harus menyeimbangkan ketebalan perangkat, ukuran baterai, engsel, kamera, bobot, hingga ketahanan layar.

IKLAN

Masalahnya, Apple selama bertahun-tahun membangun citra bahwa harga premium biasanya diikuti pengalaman produk yang sangat matang.

Karena itu, standar yang harus dipenuhi iPhone Duo juga lebih tinggi.

Siapa Sebenarnya Pengguna iPhone Duo?

Pertanyaan lain yang belum sepenuhnya terjawab adalah siapa target utama perangkat tersebut.

Apakah iPhone Duo dirancang untuk pengguna profesional yang membutuhkan layar lebih besar untuk multitasking?

Apakah ia ditujukan kepada kreator, pebisnis, dan pengguna produktivitas?

Ataukah perangkat ini sejak awal memang diciptakan sebagai produk eksklusif bagi penggemar teknologi dan pelanggan setia Apple yang ingin menjadi pengguna generasi pertama?

Jawaban atas pertanyaan tersebut penting karena sebuah inovasi pada akhirnya harus memiliki kegunaan yang jelas.

Layar besar memang menawarkan potensi untuk membaca dokumen, menonton video, melakukan panggilan video, atau menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan. Namun, manfaat tersebut harus cukup kuat untuk membenarkan harga dan kompromi yang diberikan.

Tanpa kegunaan yang benar-benar terasa dalam aktivitas sehari-hari, perangkat lipat berisiko menjadi teknologi yang mengesankan ketika diperlihatkan, tetapi tidak selalu dibutuhkan setelah dimiliki.

Mengingat Kembali Apple Vision Pro

Situasi ini mengingatkan pada peluncuran Apple Vision Pro pada 2023.

Perangkat tersebut mendapat banyak pujian dari sisi teknologi. Apple berhasil menghadirkan kualitas layar, pelacakan gerak, dan integrasi perangkat lunak yang sangat maju.

Namun, Vision Pro juga menghadapi tantangan dalam memperluas pasar karena harga tinggi dan manfaat yang belum dianggap cukup penting oleh sebagian konsumen.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan teknologi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan.

Sebuah produk juga harus menjawab tiga pertanyaan sederhana: siapa yang membutuhkannya, masalah apa yang diselesaikannya, dan apakah manfaat tersebut sebanding dengan harga yang harus dibayar?

iPhone Duo kini menghadapi pertanyaan yang kurang lebih sama.

Inovasi Memang Sering Mahal

Di sisi lain, tidak adil pula jika setiap teknologi baru langsung dinilai dari harga generasi pertamanya.

Banyak produk yang kini terasa biasa pernah menjadi barang mahal dan eksklusif ketika pertama kali diluncurkan.

iPhone generasi awal, MacBook Air, Apple Watch, hingga sejumlah teknologi layar modern membutuhkan beberapa generasi sebelum mencapai bentuk yang lebih matang, efisien, dan terjangkau.

Karena itu, iPhone Duo dapat dilihat sebagai langkah awal.

Generasi pertama mungkin bukan produk untuk semua orang, tetapi pengalaman yang diperoleh Apple dari perangkat tersebut dapat menjadi fondasi bagi generasi berikutnya.

Persoalannya adalah membedakan antara harga tinggi akibat biaya pengembangan teknologi baru dengan harga tinggi sebagai bagian dari strategi mempertahankan citra eksklusif.

Perbedaan inilah yang membuat reaksi publik terhadap peluncuran Apple kali ini menjadi menarik.

Layak Dibeli atau Cukup Dikagumi?

Pada akhirnya, keputusan membeli iPhone Duo tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial.

Ada pertanyaan yang lebih penting: apakah fitur yang ditawarkan benar-benar memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari?

Bagi pengguna yang membutuhkan layar besar dalam perangkat yang tetap dapat masuk ke saku, iPhone Duo mungkin menawarkan pengalaman baru.

Bagi pengguna yang selama ini sudah nyaman menggunakan iPhone berbentuk konvensional, manfaatnya mungkin belum cukup besar untuk membenarkan harga dan berbagai kompromi generasi pertama.

Dalam konteks tersebut, iPhone Duo tampaknya bukan perangkat yang dirancang untuk langsung menggantikan iPhone biasa.

Ia lebih menyerupai pernyataan teknologi: Apple ingin menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki jawaban terhadap tren ponsel lipat yang selama beberapa tahun berkembang tanpa kehadirannya.

Apakah pernyataan itu nantinya berkembang menjadi kategori produk utama atau hanya menjadi eksperimen mahal akan ditentukan oleh respons pasar dan penyempurnaan pada generasi berikutnya.

Namun, peluncuran September 2026 setidaknya menghadirkan satu pertanyaan yang layak direnungkan konsumen.

Ketika sebuah produk baru diperkenalkan dengan harga semakin tinggi, apakah kita membelinya karena teknologi tersebut benar-benar menjawab kebutuhan, atau karena kita ingin menjadi bagian dari momentum yang diciptakan sebuah merek?

Apple telah memberikan kejutan.

Sekarang giliran konsumen menentukan apakah kejutan itu cukup layak untuk dibeli, atau lebih menarik untuk sekadar dikagumi dari kejauhan.

Referensi

  1. MacRumors. (9 September 2026). Everything Apple Announced at the September 2026 Event.

  2. Popular Science. (9 September 2026). Everything Apple Just Announced at Its Fall 2026 Event.

  3. detikINET. (2026). iPhone Duo Tuai Reaksi Dingin di China, Kenapa?

  4. JawaPos.com. (10 September 2026). Harga iPhone Duo Seri Terendah Rp35 Juta, Berikut Kritik pada Produk Terbaru Apple Tersebut.

  5. CNN Indonesia. (13 September 2026). iPhone Duo Dibanderol Mulai Rp34 Juta, Mampukah Pikat Pasar?

Artikel ini merupakan opini pribadi yang disusun berdasarkan rangkuman pemberitaan mengenai peluncuran produk Apple pada September 2026.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kejutan-yang-direncanakan-menimbang-pro-dan-kontra-gebrakan-apple-di-september-2026/97713/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 19.48 WITA

  • #Apple
  • #Apple Event 2026
  • #Inovasi
  • #Ponsel Lipat
  • #Smartphone
  • #Teknologi
  • #gadget
  • #iPhone Duo

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Dari Instruksi ke Implementasi: Menguji Respons Kepemimpinan Presiden Prabowo dalam Penanganan Karhutla 2026

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

Capek Kok Dibanggakan? Membaca Hustle Culture dalam Kacamata Sartre dan Han

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

UMKM Bojonegoro Manfaatkan BRImo dan QRIS BRI untuk Permudah Transaksi, Berhasil Kumpulkan Tabungan Puluhan Juta

Makan Bergizi Gratis: Jangan Sampai Niat Menyehatkan Anak Justru Membahayakan Mereka

Dukung SDG 4 dan SDG 12, Laboratorium FTS UPN Veteran Jawa Timur Kini Terapkan SOP Pengelolaan Limbah B3

Membuka Kesempatan Kerja di Tengah Tantangan Ekonomi, Menatap Masa Depan Ketenagakerjaan Indonesia

Pilihan Editor

  1. 1 Peran Teknologi Pangan dalam Menjaga Ketahanan dan Keamanan Pangan Nasional
  2. 2

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

  5. 5

    Modernisasi Bioproses Pangan: Inovasi Teknologi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.