24 C
Jakarta
Kamis, Mei 6, 2021

Kecanduan Gadget Terhadap Kesehatan Milenial

JURNALPOST – Semakin hari kemajuan teknologi semakin berkembang, banyak dikalangan masyarakat pada umumnya mengunakan gadget sebagai bentuk alat komunikasi. Sebagian dari kita mengenal istilah gadget dengan sebutan gawai. Namun, kata kedua ini tidak asing lagi di dengar oleh masyarakat kita, khususnya para milenial.

Anak muda alias generasi milenial merupakan masa dimana banyak mengalami perubahan baik itu secara psikologis, emosional, maupun finansial. Selain perubahan hidup, kemajuan alat teknologi juga ikut berkontribusi terhadap generasi muda. Salah satunya yaitu penggunaaan gadget. Gadget ini banyak jenisnya, seperti handphone, laptop, komputer, tablet atau iPad, dan lainnya.

Walaupun semua orang mengunakan gadget dan memiliki fungsi yang baik, namun gadget bisa menimbulkan dampak yang buruk pula. Banyak dikalangan kita yang tidak tahu terkait dampak penggunaan gadget yang berlebihan terhadap kesehatan, kecanduan alat teknologi satu ini menjadi hasrat yang tidak terkendali oleh pengguna sehingga menimbulkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Seharusnya ini menjadi hal penting bagi kita menjaga kesehatan dan paham mengenai dampaknya pula. Jadi pada tulisan ini saya sedikit berbagi kepada para pembaca terkait ‘Kecanduan Gadget Terhadap Kesehatan Milenial’. Mulai dari pengertian gadget, dampak penggunaan gadget terhadap kesehatan mental, cara mencegah kecanduan gadget pada milenial, dan peran orang tua menanggulangi dampak gadget bagi psikologi anak. Ayuk disimak penjelasannya dibawah ini!

A. Pengertian Gadget

Menurut Derry (2014: 7), gadget merupakan sebuah perangkat atau instrument elektronik yang memiliki tujuan dan fungsi praktis untuk membantu pekerjaan manusia. Sedangkan menurut Garini dalam Rohman (2017: 27), gadget merupakan perangkat alat elektronik kecil yang memiliki banyak fungsi. Gadget (smartphone) memiliki banyak fungsi bagi penggunanya sehingga dinilai lebih memudahkan. Berdasarkan 2 pendapat para ahli ini maka dapat disimpulkan bahwa gadget merupakan sebuah perangkat alat komunikasi yang memiliki fungsi khusus yang membantu pekerjaan manusia dan mempunyai ukuran relatif kecil yang bisa dibawa kemana saja dengan lebih mudah.

  • Alasan remaja kecanduan gadgetKini penggunaan gadget pada generasi milenial tampaknya menjadi luar biasa. Teknologi dan internet ini membantu untuk belajar dan mengerjakan berbagai tugas yang ada, apalagi seperti masa pandemi covid 19 sekarang. Banyak para pelajar yang mendapatkan manfaat yang diperoleh dari gadget. Karena itu hampir semua orang terutama anak milenial selalu membawa gadget dimanapun dan kemanapun mereka pergi. Kegiatan manapun tidak lekang tanpa ada gadget didekatnya. Hal inilah yang membuat kecanduuan gadget pada generasi milenial. Sindrom kecanduan gadget ini dinamakan nomofobia, sebenarnya  sindrom ini menyerang banyak orang dari berbagai kalangan usia. Namun, golongan yang paling banyak terkena sindrom nomofobia ini adalah anak-anak milenial yang sangat suka dan selalu ingin update hal-hal baru dikehidupannya.Tingkat orang kecanduan terhadap gadget itu berbeda-beda, banyak orang yang tidak menyadari dirinya terkena sindrom nomofobia alias kecanduan gadget. Tanda-tanda yang bisa dilihat oleh setiap pengguna gadget yaitu, ketika sudah candu mereka lansung mencari gadget saat membuka mata di pagi hari, tidak bisa melewati hari tanpa mengunakan gadget, mereka merasa cemas dan panik apabila baterai handphone sangat rendah bahkan mati, selalu menggenggam gadget ketika melakukan aktifitas mana pun dan mengecek gadget nya dalam waktu kapanpun.
  • Pentingnya menjaga kesehatan mata terhadap pengaruh gadget Kesehatan sangatlah penting untuk dijaga. Banyak generasi milenial sibuk menghabiskan waktunya untuk bermain gadget selama berjam-jam, mereka juga rela membiarkan waktu istirahatnya berkurang. Tentu hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka, terutama kesehatan mata. Penglihatan mungkin akan terasa nyeri, tegang, sakit kepala, hingga insomnia. Maka dari itu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mata terhadap penggunaan gaget yang berlebihan, yaitu:
    • Mengatur jarak pandang layar sekitar 60 sentimeter
    • Menyesuaikan kecerahan layar supaya mata tidak mudah tegang
    • Mencegah menatap layar dalam keadaan gelap
    • Menjaga kelembapan mata, karena mata yang kering berdampak buruk bagi kesehatan
    • Berhenti mengunakan gadget sebelum tidur.

B. Dampak Negatif Penggunaan Gadget Terhadap Kesehatan Mental

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang membawa dampak besar pada kepribadian dan perilaku seseorang. Salah satunya kemajuan teknologi yang semakin canggih tersebar di dunia. Gadget memiliki nilai dan manfaat tersendiri bagi setiap orang. Akan tetapi, dampak negatif juga tidak berkurang yang muncul dikalangan milenial diantaranya:

  1. Dampak Kesehantan Psikologi                                                                    Kesehatan psikologi (mental) merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan. Remaja pada tahap ini rentan terkena gangguan mental. Kehidupan remaja bisa dibilang saraf dan emosinya masih labil atau naik turun. Sehubungan dengan dampak negatif kecanduan gadget, maka ada beberapa jenis gangguan psikologis yang mempengaruhinya, yaitu:
    • Depresi
    • Insomnia
    • Kesendirian
    • Kegelisahan/kecemasan
    • Agresi
    • Kurang empati
  2. Dampak Kesehatan Fisik                                                                                Kesehatan mental yang buruk dapat menimbulkan hal negatif terhadap kesehatan fisik. Walaupun nampaknya pikiran hanya ada dalam benak saja, nyatanya pikiran ikut serta mempengaruhi fungsi-fungsi tubuh lainnya. Dampak tersebut bisa kita lihat, diantaranya:
    • Orang yang mengalami depresi, diketahui mengalami peningkatan resiko penyakit jantung coroner.
    • Kebiasaan makan tidak terarur dan buruk menyebabkan kurang gizi, dan pertahananan daya tubuh juga menurun.
    • Kekurangan jam tidur sehinga bisa mengganggu prestasi akademik.
    • Gangguan pertumbuhan.
  3. Potensi Resiko Remaja Akibat Penggunaan Gadget Berlebihan
    • Cyberbullying. Ini merupakan situasi dimana teknologi digunakan untuk untuk melecehkan, mempermalukan, dan menggertak orang lain. Cyberbullying ini mencakup memposting pernyataan yang tidak benar, membuat akun palsu, dan mengunakan kata-kata yang tidak pantas juga menyakiti.
    • Trolling. Hal ini mengacu pada situasi ketika seseorang dengan sengaja membangkitkan tanggapan emosional di internet. Istilah ini juga sering disebutkan dengan memojokkan lawan supaya terjadi kesalapahaman.
    • Isolasi. Akibat terlalu banyak menghabiskan waktu dengan gadget, secara tidak lansung memicu hambatan dengan keluarga dan teman-teman.
    • Hubungan yang dilarang. Penggunaan media sosial yang berlebihan memungkinkan orang untuk menjalin hubungan yang tidak pantas dengan kaum muda.
    • Materi yang tidak seharusnya. Remaja kerap kali memposting konten atau gambar tidak pantas akhirnya mempermalukan diri sendiri.
    • Kurang bahagia dan berujung depresi.

C. Mencegah Kecanduan Gadget Pada Milenial

Kebebasan memiliki perangkat teknologi ini membuat kecanduan yang berdampak buruk bagi remaja. Berikut cara mencegah kecanduan gadget yang bisa dilakukan oleh remaja, yaitu:

  1. Batasi Waktu PenggunaannyaMembatasi waktu untuk penggunaan gadget menjadi cara terampuh supaya terhindar dari kecanduan media sosial. Kamu bisa mengunakan alaram atau stopwatch untuk mengontrol penggunaan. Ketika kamu sudah terbiasa membatasi waktu, maka kecanduan mengunakan media sosal pun berkurang dan terendam.
  2. Gunakan Secara Bijak Tidak perlu memiliki semua jenis aplikasi media sosial. Alternatifnya, kamu bisa aktif di media sosial yang memang sering digunakan dan menurut kamu memberikan manfaat. Semakin banyak aplikasi media sosial yang dimiliki, akhirnya banyak waktu pula yang dihabiskan. Maka, mengunakan gadget secara bijak bisa menjadi cara efektif untuk mengatasi kecanduan.
  3. Fokus pada Orang di Sekililingmu Menghabiskan waktu bersama orang di sekelilingmu salah satu cara untuk mengatasi kecanduan. Fokuskan dirimu terhadap keluarga, teman ketika sedang berkumpul dengan mereka. Ajak mereka ngobrol, jalan-jalan, dan liburan bersama.   Rasakan kehangatan kebersamaan meskipun sederhana, hal tersebut memberikan energi positif terhadap kamu dan juga mereka.
  4. Matikan Notifikasinya Cara ini juga tidak kalah ampuh untuk mencegah kecanduan media sosial. Di saat kamu lagi fokus mengerjakan tugas atau pekerjaan lainnya, konsentrasi kamu lebih terjaga dengan mematikan notif sehingga kegiatan yang kamu kerjakan tidak membutuhkan waktu lama dan segera siap.
  5. Hapus Akun yang Tak Digunakan Menurut Marie Potter, Marketing Director for Professional Organizers di Kanada, langkah awal menghentikan kecanduan terhadap media sosial adalah dengan mengonsolidasi perangkat dan menghapus platform apapun yang tidak kamu gunakan.
  6. Mencari Kegiatan Lain yang Bermanfaat Semakin sibuk menghabiskan waktu di kegiatan lain, maka waktu untuk di media sosial juga semakin minim. Cari kegiatan lain yang bermanfaat seperti mengalihkan perhatianmu pada olahraga, berkumpul bersama keluarga atau bahkan teman terdekat. Banyak hal-hal positif lainnya juga yang bisa kamu lakukan yaitu mencoba hobi dan mengasah bakat atau aktivitas baru yang menyenangkan, karena mengahabiskan waktu berjam-jam di media  sosial membuat kamu ketergantungan dan kurang memperhatikan orang disekitarmu.

D. Peran Orang Tua Menanggulangi Dampak Gadget bagi Psikologi Anak

  1. Komunikasi Efektif Komonikasi antara orang tua dengan anak sangatlah dituntut dan berpengaruh kepada hubungan baik dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Mendengakan dan mau didengarkan dengan baik menjadi salah ciri komunikasi efektif bagi keduanya.   Tidak Membangun Kekerasan.
  2. Tidak Membangun Kekerasan Memberikan kritikan dan saran tidak perlu mengunakan cara kekerasan, justru hal tersebut lebih berparah dan menyakiti anak. Orang tua harus bisa menyampaikan pesannya dengan netral tetapi tetap tegas yang tidak disertai dengan emosional. Apabila orang tua berhasil menyampaikan pesannya dengan baik, maka anak juga akan menerima dengan bain tanpa emosi.
  3. Mengubah Lingkungan  Mengubah lingkungan artinya, waktu penggunaan gadget harus dikondisikan. Ada saatnya memegang gadget, ada saatnya waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Dengan kebiasaan atau rutinitas semacam ini, membuat mereka terbiasa dengan situasi ini.
  4. Koreksi Diri Orang Tua Seperti kata pepatah “Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya”. Setiap anak yang tumbuh dan berkembang itu merupakan hasil didikan dari orang tua. Orang tua harus berani mengubah dirinya sendiri, jika selama ini masih ada yang salah. Jika selama ini egois, otoriter, kebiasaan ini mesti diubah demi kepentingan bersama. Pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi satu titik fokus utama yang terpenting supaya anak lebih terarah dan menghasilkan psikologi yang baik pula.

Penulis Misbahul Jannah/Mahasiswi Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala.

Jurnalpost.com adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Berita ini dibuat dengan formulir pengiriman. Silahkan login untuk memulai menulis!

Berita terbaru

Berita Menarik Lainnya

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Masuk

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Masuk

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.