Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Kebun Raya Bogor, Hutan Kecil di Tengah Perkotaan

Kebun Raya Bogor, Hutan Kecil di Tengah Perkotaan

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
08 Mei 2023, 23.10 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Taman Sudjana Kassan,
Taman Sudjana Kassan, Kebun Raya Bogor. (Dokumentasi Pribadi)
JurnalPost.com - Masa liburan menjadi momen spesial bagi banyak orang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Bagi warga yang tinggal di daerah perkotaan, momen liburan merupakan kesempatan untuk beristirahat dari hiruk pikuk kehidupan. Maka tidak mengherankan jika setiap akhir pekan masyarakat selalu berburu tempat wisata. Salah satu destinasi favorit masyarakat untuk melepas penat adalah Kebun Raya Bogor. Kebun Raya Bogor adalah kebun botani tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Letaknya strategis di tengah Kota Bogor sehingga mudah diakses masyarakat. Dengan cukup membayar tiket masuk sebesar Rp15.500 pada hari kerja dan Rp25.500 selama hari libur, wisatawan lokal bebas mengeksplorasi kebun seluas 87 hektar ini. Bagi para pengunjung yang tidak ingin kelelahan karena berjalan kaki, Kebun Raya Bogor menyediakan berbagai fasilitas rental seperti scooter listrik, sepeda, golf car, dan shuttle bus yang membantu wisatawan mengelilingi Kebun Raya Bogor. Pengunjung bisa mendapatkan fasilitas tersebut dengan membeli tiket tambahan yang disediakan di pintu masuk utama. Tak hanya itu, Kebun Raya Bogor juga menawarkan paket tur bersama pemandu wisata bagi masyarakat yang tertarik mempelajari situs dan koleksi Kebun Raya Bogor.

Asal-usul Kebun Raya Bogor

Di balik rindangnya pepohonan, Kebun Raya Bogor ternyata punya catatan sejarah yang panjang. Kawasan Kebun Raya Bogor merupakan salah satu saksi bisu dari keberadaan Kerajaan Pakuan Pajajaran. Cerita awal berdirinya Kebun Raya Bogor pada zaman Kerajaan Pakuan Pajajaran itu dituangkan di prasasti Batutulis. Dalam prasasti itu dijelaskan bahwa Kebun Raya Bogor adalah hutan buatan yang dibangun oleh Prabu Siliwangi dengan tujuan kebutuhan ritual. Rekam jejak Kerajaan Pakuan Pajajaran juga bisa dilihat langsung wisatawan dengan mengunjungi makam keramat Ratu Galuh, istri kedua Prabu Siliwangi. Namun, makam tersebut hanya dibuka untuk para pengujung yang memang ingin berziarah. Kebun Raya Bogor kemudian berkembang pesat pada masa penjajahan Belanda. Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang saat itu tinggal di Istana Bogor punya ketertarikan besar terhadap ilmu botani. Dengan bantuan William Kent, seorang ahli botani, Raffles akhirnya menyulap kawasan di sekitar Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang indah. Setelah resmi didirikan pada tahun 1817, pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai tempat percobaan untuk tanaman perkebunan milik Hindia Belanda. Akhirnya Kebun Raya Bogor menjadi rumah bagi berbagai jenis tanaman nusantara. Seiring berjalannya waktu, kegunaan Kebun Raya Bogor pun berubah. Setelah Indonesia merdeka, Kebun Raya Bogor berfungsi sebagai tempat konservasi dan penelitian botani. Selain itu, pengelola juga terus berinovasi dengan membangun taman dan museum agar masyarakat umum bisa menikmati Kebun Raya Bogor sebagai tempat rekreasi. Apalagi kini kebun raya sudah menyediakan tempat khusus untuk para penjual makanan dan minuman untuk memudahkan pengunjung bersantap sambil menikmati pemandangan.

Oasis Hijau di Tengah Perkotaan

Para pengunjung kebun raya bogor menikmati waktu akhir pekan mereka. (Dokumentasi Pribadi) Seakan memiliki daya magis tersendiri, Kebun Raya Bogor berhasil menarik perhatian banyak wisatawan. Setiap harinya, Kebun Raya Bogor tidak pernah sepi pengunjung terutama pada masa liburan. Bahkan saat libur lebaran, ada 10.000 pengunjung Kebun Raya Bogor yang datang dalam satu hari. Kondisi kebun raya yang dipadati orang-orang tidak menyurutkan semangat wisatawan untuk tetap bersantai di atas rerumputan hijau. Bagi wisatawan yang penat dengan lingkungan kota, Kebun Raya Bogor yang dikelilingi pepohonan membawa angin segar. “Ibu pengen refreshing aja, kalau di bekasi kan hawanya panas. Apalagi ibu orang pabrik (jadi) ini mumpung liburan ingin cari yang sejuk,” jelas Sri, salah satu pengunjung Kebun Raya Bogor. Hal serupa juga diungkapkan Miranti, wisatawan asal Jakarta. Dirinya rela datang dari jauh dan berdesak-desakan di kereta demi bisa menikmati suasana sejuk dan tenang. “Kebun raya itu adem dan luas, jadi ga sempit-sempitan. Ga seperti Jakarta yang panas,” tuturnya. Banyaknya masyarakat dari daerah penyangga ibu kota yang datang ke Kebun Raya Bogor demi bisa menikmati hutan kota adalah bukti minimnya usaha pemerintah untuk membangun ruang terbuka hijau. Pembangunan di perkotaan sering kali mengutamakan kemegahan gedung-gedung tinggi dan mengesampingkan kebutuhan dasar masyarakat. Beruntungnya Kebun Raya Bogor hadir untuk memberikan ruang terbuka hijau sekaligus tempat rekreasi masyarakat. Penulis: Fathiya Oktavianti/Bogor

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kebun-raya-bogor-hutan-kecil-di-tengah-perkotaan/48569/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 16.18 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

Jujur Dimulai dari Meja Kasir: Merancang Gerakan Kejujuran dari Kebiasaan Kecil Mahasiswa

Pilihan Editor

  1. 1 Christianto Salimanan Raih Best Pitching di Indonesia Youth Summit 2026, Usung 1.000 Garuda Impact
  2. 2

    Mini Bank SMK Plus An-Naba Jadi Sarana Praktik Nyata Siswa MPLB, Inspirasi bagi SMK di Indonesia

  3. 3

    Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

  4. 4

    Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

  5. 5

    Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.