Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Kadar Air: Kunci Utama Kerenyahan dan Daya Simpan Kerupuk

Kadar Air: Kunci Utama Kerenyahan dan Daya Simpan Kerupuk

Foto profil Fatimah
Editor: Fatimah
09 Juni 2025, 11.03 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
3 menit baca
Kerupuk
Sumber: dokumentasi pribadi
JurnalPost.com - Kerupuk menjadi salah satu makanan ringan favorit masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih tidak hanya menjadikan kerupuk sebagai makanan camilan saja, tetapi menjadi pelengkap yang ideal untuk berbagai hidangan utama khas Indonesia. Kehadirannya menambah kenikmatan pada makanan seperti gado-gado, nasi goreng, ketoprak, dan beragam sajian tradisional lainnya. Dibalik sensasi renyah yang menggoda saat menikmati kerupuk, terdapat faktor penting yang menentukan kualitas mutu dari kerupuk, yaitu kadar air. Kadar air merupakan jumlah air yang terkandung dalam suatu bahan atau produk pangan.

Mengapa Kadar Air Penting? Bagaimana Dampaknya Terhadap Kualitas Kerupuk?

Dalam produksi kerupuk, kadar air merupakan salah satu faktor kunci yang sangat memengaruhi kualitas kerupuk, baik dari segi tekstur, daya simpan, maupun mutu keseluruhan produk. Kerupuk dengan kadar air yang terlalu tinggi cenderung lembek, mudah ditumbuhi mikroorganisme seperti jamur dan bakteri, serta memiliki umur simpan yang pendek. Sebaliknya, kadar air yang terlalu rendah bisa menyebabkan tekstur kerupuk menjadi terlalu keras atau bahkan mudah hancur saat proses penggorengan berlangsung. Meski demikian, kadar air yang rendah dalam batas optimal justru memberikan dampak positif terhadap kerenyahan kerupuk. Studi Djunaedi (2016), menunjukkan bahwa semakin banyak air yang keluar dari bahan selama proses pengolahan, maka semakin banyak pula ruang kosong yang terbentuk dalam jaringan kerupuk. Ketika kerupuk digoreng, ruang-ruang kosong ini memungkinkan kerupuk mengembang secara maksimal, menghasilkan tekstur yang garing dan renyah.

Metode Analisis Kadar Air Apa Saja yang Dapat Digunakan?

Metode Oven Pengering (Gravimetri): Metode gravimetri merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur kadar air dengan cara menguapkan air melalui pemanasan dan menghitung selisih berat. Metode Thermogravimetri: Metode thermogravimetri merupakan metode yang prinsipnya hampir sama dengan metode gravimetri, yaitu mengukur kadar air dalam bahan pangan dengan dikeringkan, kemudian mengukur berat konstan setelah proses pengeringan selesai Moisture Analyzer Digital: Metode analyzer digital merupakan metode yang menggunakan alat canggih berupa moizture alayzer, dimana air yang menguap selama pemanasan dihitung sebagai persen kadar air. Metode ini menggabungkan prinsip pemanasan dan pengukuran otomatis untuk pengukuran kadar air Untuk mendapatkan kerupuk yang renyah dan awet, menjaga kadar air adalah hal yang sangat penting. Dengan mengukur kadar air secara tepat, produsen bisa mengendalikan proses produksi supaya kerupuk tidak cepat lembek atau malah jadi terlalu keras saat digoreng. Jadi, kerenyahan kerupuk bukan hanya dipengaruhi oleh rasa dan bahan, tapi juga oleh pengelolaan kadar air yang baik. Jika hal ini diperhatikan dengan serius, kerupuk kesukaan di meja makan akan semakin lezat dan tahan lama! Penulis: Asma Ainun Nisa

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/kadar-air-kunci-utama-kerenyahan-dan-daya-simpan-kerupuk/82083/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 05.42 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Mahasiswa UPN Veteran Jatim Ikuti Rapat DPRD Tuban, Pelajari Perdebatan Anggaran dan Prioritas R-APBD 2027

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

Qatar Hubungi Turki, Yordania, Mesir dan Lebanon, Perkuat Diplomasi untuk Redam Ketegangan Timur Tengah

Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan

Pilihan Editor

  1. 1 Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai
  2. 2

    Pasar.id BRI Bojonegoro Hadirkan Peluang Penghasilan Tambahan bagi Pengemudi Ojek Lokal

  3. 3

    Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

  4. 4

    Ketika Karhutla Mengancam Masa Kecil: Pentingnya Edukasi Lingkungan bagi Anak Sekolah Dasar

  5. 5

    UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.