Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Berita
  3. ITSEC Asia Luncurkan Cyber & AI Academy, Perkuat Talenta Keamanan Siber dan AI Indonesia

ITSEC Asia Luncurkan Cyber & AI Academy, Perkuat Talenta Keamanan Siber dan AI Indonesia

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
11 Agustus 2026, 06.25 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
6 menit baca
ITSEC Asia
JAKARTA, JURNALPOST – PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan talenta keamanan siber dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia. Peluncuran yang berlangsung di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta, Senin (10/8/2026), tersebut menghadirkan konsep pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata, serta pemanfaatan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan profesional maupun organisasi. Sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional menghadiri peluncuran tersebut, di antaranya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI Nezar Patria, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie. Hadir pula Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala serta Komandan Satuan Siber TNI AU Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya yang mewakili Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Peluncuran juga diikuti para pemimpin industri, profesional teknologi, mitra, dan insan media.

Kebutuhan Talenta Digital Terus Meningkat

Percepatan digitalisasi dan semakin luasnya penggunaan AI membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi terus meningkat. Organisasi tidak hanya membutuhkan tenaga yang memahami pengembangan teknologi, tetapi juga profesional yang mampu menghadapi serangan siber, menguji ketahanan sistem, mengembangkan solusi berbasis AI, serta memahami keamanan dan tata kelola teknologi. Nezar Patria mengatakan Indonesia masih menghadapi kesenjangan kebutuhan talenta digital yang cukup besar. “Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri,” ujar Nezar. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan ekonomi digital. “Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” katanya.

Pengalaman 16 Tahun ITSEC Asia

ITSEC Asia telah berkecimpung di bidang keamanan siber selama 16 tahun dan menangani beragam tantangan cybersecurity yang dihadapi organisasi. Pengalaman tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam program pendidikan dan pengembangan kompetensi melalui ITSEC Cyber & AI Academy. President Director ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan kehadiran Academy menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mempersiapkan generasi baru profesional keamanan digital. “Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia,” ujar Patrick. Ia menilai tantangan keamanan siber dan AI akan terus berkembang sehingga diperlukan lebih banyak tenaga profesional dengan kemampuan praktis. “Tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab,” katanya.

Defend & Attack, Build & Govern

ITSEC Cyber & AI Academy mengembangkan dua fokus utama, yakni Cybersecurity Academy: Defend & Attack serta AI Academy: Build & Govern. Program Cybersecurity Academy diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam memahami, menguji, mempertahankan, serta merespons ancaman keamanan siber. Peserta mendapatkan perspektif defensif sekaligus ofensif sehingga tidak hanya memahami bagaimana suatu sistem dilindungi, tetapi juga bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji. Sementara itu, AI Academy berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan, dan mengelola teknologi AI dengan tetap memperhatikan aspek keamanan serta tata kelola. Pendekatan tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya penggunaan AI dalam proses bisnis maupun pengambilan keputusan organisasi. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menekankan pentingnya kemampuan mengelola dan melindungi data dalam pengembangan AI. “Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan untuk melindunginya dan menggunakannya dengan tepat,” ujar Stella. Menurutnya, pemanfaatan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Indonesia membutuhkan tenaga yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga data yang menjadi fondasi teknologi tersebut.

Pembelajaran Berbasis Kondisi Nyata

President Director ITSEC Cyber & AI Academy Yulius C. Rusli mengatakan program Academy dikembangkan dengan pendekatan yang mengacu pada kebutuhan nyata profesional di lapangan. “Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan,” ujarnya. Menurut Yulius, ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI, dan JAGA memungkinkan proses pengembangan kompetensi dilakukan secara lebih terukur.

Ekosistem Teknologi dari Asesmen hingga Simulasi

ITSEC Cyber & AI Academy menggunakan sejumlah platform teknologi untuk mendukung proses asesmen, pembelajaran, pengembangan kompetensi, simulasi, hingga cyber awareness. AKSI atau Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi kandidat, baik kemampuan teknis, aptitude maupun soft skills. Sementara CAKRA atau Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi digunakan untuk membantu pengelolaan pembelajaran dan kompetensi dalam satu lingkungan. Untuk pembelajaran berbasis AI, Academy mengembangkan SAKTI atau Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi. Platform tersebut menyediakan pembelajaran adaptif pada bidang AI, cybersecurity, intelligence, data, dan programming, termasuk evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating. Adapun PERISAI atau Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur menyediakan cyber range berbasis AI yang dapat digunakan untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security, serta intelligence. Sedangkan JAGA atau Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional diarahkan untuk mendukung program cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif, dan analisis kinerja. Seluruh ekosistem tersebut dirancang untuk menghubungkan asesmen, proses pembelajaran, praktik, simulasi, dan evaluasi dalam satu jalur pengembangan kompetensi.

Bangun Pipeline Talenta Digital Indonesia

Peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy menjadi bagian dari perluasan kontribusi ITSEC Asia dalam mendukung ekosistem digital nasional. Perusahaan menilai pengembangan tenaga profesional keamanan siber dan AI membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara industri, pemerintah, institusi pendidikan, dan komunitas teknologi. Dengan membawa pengalaman selama 16 tahun dalam bidang cybersecurity ke dunia pendidikan, ITSEC Asia berharap dapat membantu memperkuat pipeline talenta yang diperlukan Indonesia untuk menghadapi ancaman keamanan digital sekaligus memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.

ITSEC CyberTalent Dukung Talenta Muda

Selain meluncurkan Academy, ITSEC Asia juga menghadirkan program ITSEC CyberTalent yang ditujukan untuk mendukung talenta muda Indonesia dengan potensi di bidang cybersecurity. Dukungan diberikan melalui akses pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman langsung di industri. Dalam rangkaian peluncuran ITSEC Cyber & AI Academy, ITSEC Asia memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah. Ibrahim sebelumnya menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) setelah menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy. Dukungan yang diberikan ITSEC Asia meliputi perangkat pendukung pembelajaran cybersecurity, sesi pelatihan privat bersama ahli keamanan siber ITSEC Asia, serta peluang mengikuti program magang setelah memenuhi persyaratan yang berlaku. Patrick Dannacher mengatakan talenta potensial dapat muncul dari berbagai daerah dan latar belakang. “Selama 16 tahun kami melihat bahwa talenta hebat dapat lahir dari mana saja. Tantangan terbesar sering kali bukan kemampuan, melainkan akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan kesempatan,” katanya. Melalui ITSEC CyberTalent, perusahaan ingin membuka lebih banyak kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan dan berkontribusi terhadap keamanan digital nasional. ITSEC Cyber & AI Academy selanjutnya akan terus mengembangkan program pembelajaran, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi, serta menghadirkan berbagai program pengembangan sumber daya manusia di bidang cybersecurity dan AI.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/itsec-asia-luncurkan-cyber-ai-academy-perkuat-talenta-keamanan-siber-dan-ai-indonesia/96816/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 00.09 WITA

  • #ITSEC Asia

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI

Digitalisasi Bank Syariah Permudah Transaksi, Keamanan Data Nasabah Jadi Tantangan Utama

Pilihan Editor

  1. 1 Beli Mainan Anak di Bojonegoro Kini Bisa Bayar Pakai QRIS BRI
  2. 2

    Jangan Terus Menyalahkan Guru atas Rusaknya Karakter Anak, Ada Paradoks Mutu Pendidikan yang Sering Diabaikan

  3. 3

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  4. 4

    Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa Hukum UNTAG Surabaya Dalami Dunia Legal Perusahaan Melalui Magang

  5. 5

    Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.