Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Interior Bukan Cuma Estetik: Bisa Jadi Terapi untuk Pikiran?

Interior Bukan Cuma Estetik: Bisa Jadi Terapi untuk Pikiran?

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
08 Mei 2025, 00.27 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
Interior
Sumber : Home furnishings with pastel beige tones. 31710322 Stock Photo at Vecteezy
JurnalPost.com - Desain interior sering kali dipandang sebagai aspek visual yang hanya bertujuan untuk memperindah ruang. Namun, semakin berkembangnya pemahaman tentang bagaimana lingkungan memengaruhi kesejahteraan kita, banyak yang mulai menyadari bahwa interior tidak hanya soal penampilan, melainkan juga tentang bagaimana ruang dapat berfungsi sebagai terapi bagi pikiran. Interior yang dirancang dengan cermat dan penuh perhatian dapat menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal atau bekerja—mereka bisa menjadi ruang penyembuhan. Sumber : Modern living room interior 26771286 Stock Photo at Vecteezy

Mengapa Interior Bisa Memengaruhi Pikiran?

Lingkungan fisik kita sangat memengaruhi kondisi mental. Hal ini tidak hanya berlaku pada tempat-tempat umum atau ruang kantor, tetapi juga pada rumah kita sendiri. Salah satu alasan utama adalah bagaimana stimulus visual, tekstur, warna, dan bahkan pencahayaan di sekitar kita memengaruhi otak. Psikologi warna adalah salah satu contoh nyata dari bagaimana interior bisa memengaruhi pikiran. Warna biru, misalnya, diketahui dapat menurunkan tingkat kecemasan, sementara warna hijau mengingatkan kita akan alam dan memberikan rasa tenang. Ruang yang diciptakan dengan paduan warna yang tepat dapat meredakan stres dan bahkan meningkatkan mood seseorang. Begitu pula dengan material alami seperti kayu dan batu, yang bisa memberikan rasa stabilitas dan kedamaian. Namun, ini bukan hanya tentang warna atau bahan. Faktor-faktor seperti tata letak ruang, furnitur, dan elemen dekoratif lainnya juga berperan besar dalam menciptakan suasana yang mendukung kesehatan mental. Ruang yang terlalu sempit atau penuh sesak dapat menambah perasaan tertekan, sementara ruang terbuka yang seimbang dapat memberikan kebebasan dan rasa nyaman.

Interior sebagai Terapi: Konsep ‘Healing Space’

Konsep healing space atau ruang penyembuhan semakin dikenal dalam dunia desain interior. Konsep ini mengintegrasikan elemen-elemen yang dapat menstimulasi indra secara positif, menciptakan ruang yang tidak hanya nyaman secara fisik, tetapi juga mendukung kesejahteraan mental. Salah satu pendekatan yang populer adalah desain , yang mengutamakan elemen alam dalam ruang interior. Misalnya, dengan menambahkan tanaman hijau di dalam ruangan, ruang tersebut tidak hanya menjadi lebih segar secara visual, tetapi juga dapat menciptakan atmosfer yang menenangkan. Tanaman memiliki kemampuan untuk meredakan stres, menciptakan rasa nyaman, dan bahkan meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan. Selain itu, pencahayaan alami yang melimpah berperan penting dalam meningkatkan kualitas tidur dan membantu ritme sirkadian kita.

Elemen Sensorik dalam Desain

Desain interior juga harus mempertimbangkan elemen sensorik lainnya. Suara adalah salah satu faktor yang sering terlupakan dalam desain, padahal ia memiliki pengaruh besar terhadap kondisi mental kita. Suara alam, seperti gemericik air atau desiran angin, bisa memberikan rasa tenang dan meredakan kecemasan. Menambahkan elemen suara alami di dalam ruang dapat membantu menciptakan atmosfer yang lebih relaksatif. Tekstur juga mempengaruhi kenyamanan kita. Bantal yang lembut, karpet yang empuk, atau furnitur dengan permukaan halus bisa memberi rasa kenyamanan fisik yang mendalam, mendukung kesejahteraan mental penghuni ruang. Tekstur kasar seperti kayu atau batu dapat memberi kesan alami dan menenangkan, sementara tekstur halus menambah kenyamanan. SSumber : View of cozy interior design 27541939 Stock Photo at Vecteezy

Menjaga Keseimbangan dalam Desain

Salah satu tantangan dalam desain interior adalah menemukan keseimbangan antara keteraturan dan kebebasan. Ruang yang terlalu terstruktur dan kaku bisa menciptakan perasaan tertekan. Oleh karena itu, penting untuk menambahkan elemen yang lebih organik, seperti bentuk furnitur yang fleksibel atau sudut-sudut tidak simetris, agar ruang tetap terasa hidup dan bebas.

Penutup

Desain interior bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menciptakan ruang yang mendukung kesehatan mental. Dengan memperhatikan elemen-elemen yang memengaruhi pikiran, seperti warna, tekstur, dan suara, ruang dapat menjadi lebih dari sekadar tempat tinggal. Interior yang dirancang dengan penuh perhatian berfungsi sebagai terapi bagi pikiran dan tubuh, menciptakan suasana yang menenangkan, mengurangi stres, dan mendukung kesejahteraan penghuni. Investasi pada desain interior yang memperhatikan kesehatan mental adalah investasi jangka panjang dalam kualitas hidup kita. Oleh : Michelle Yonatan Universitas Kristen Petra

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/interior-bukan-cuma-estetik-bisa-jadi-terapi-untuk-pikiran/80761/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026, 02.26 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Aset Publik Bukan Milik Pribadi: Memahami Aturan Hukum Pengelolaan Barang Milik Negara dan Daerah

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Pasar Turi Baru Surabaya Hadirkan Beragam Kegiatan, Tak Sekadar Menjadi Pusat Perdagangan

Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

Ketika Utang Menjadi Alat Tekanan: Saat Perjanjian Lahir dari Ketakutan dan Ketidakberdayaan

UI Dorong Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Tembok Bali

Pilihan Editor

  1. 1 Cerita yang TerNARAsi dalam Potongan yang Menyambungkan
  2. 2

    Luka Tersembunyi di Balik Senyumnya

  3. 3

    Mahasiswa Edukasi Gizi 102 Anak di Palembang, Hasil Tes Meningkat

  4. 4

    Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Era Digital, Kenali Risiko dan Cara Melindunginya

  5. 5

    Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.