Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Kolom Opini
  3. Industri Kreatif Indonesia di Persimpangan Zaman

Industri Kreatif Indonesia di Persimpangan Zaman

Foto profil Hasbi
Editor: Hasbi
14 Januari 2026, 00.09 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
14 Jan 2026, 00.09 WITA · 5 menit baca
5 menit baca
Alfadz Fezra R

Penulis: Alfadz Fezra R Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang

JurnalPost.com - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan struktur ketenagakerjaan, industri kreatif kembali disebut sebagai salah satu harapan masa depan perekonomian nasional. Ketika sektor-sektor konvensional menghadapi tekanan, aktivitas ekonomi berbasis ide, kreativitas, dan inovasi justru menunjukkan daya lenting. Namun, pertanyaannya bukan lagi sekadar seberapa besar potensi industri kreatif Indonesia, melainkan sejauh mana negara dan masyarakat siap mengelolanya secara serius dan berkelanjutan.

IKLAN

Indonesia sesungguhnya memiliki modal yang sangat kuat. Keragaman budaya, tradisi, dan ekspresi lokal adalah sumber inspirasi yang tidak dimiliki banyak negara. Dari seni pertunjukan, kriya, fesyen, film, hingga konten digital, kreativitas tumbuh hampir di setiap daerah. Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan munculnya berbagai produk kreatif lokal yang mampu menembus pasar nasional bahkan internasional, sekaligus membawa identitas budaya Indonesia ke ruang global.

JICA Firefighters Combat Smoky Peatland Blaze
Baca Juga

Belajar dari Negeri Sakura: Bisakah Jepang Membantu Indonesia Memadamkan Karhutla?

Sayangnya, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diiringi dengan dukungan struktural yang memadai. Banyak pelaku industri kreatif, khususnya di daerah, masih bergerak secara mandiri dan sporadis. Persoalan akses permodalan, kepastian usaha, serta perlindungan hak cipta masih menjadi keluhan yang berulang. Tidak sedikit karya kreatif yang berhenti sebagai tren sesaat, viral di media sosial tetapi sulit berkembang menjadi usaha yang berumur panjang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kreativitas saja tidak cukup. Industri kreatif membutuhkan lingkungan usaha yang sehat dan konsisten. Tanpa sistem pendukung yang jelas, pelaku kreatif akan terus berada pada posisi rentan. Mereka dipuji ketika karyanya sukses, tetapi sering kali ditinggalkan ketika menghadapi persoalan produksi, distribusi, atau keberlanjutan pasar.

Di sinilah peran negara dan pemerintah daerah menjadi sangat penting. Industri kreatif tidak seharusnya hanya dirayakan dalam bentuk festival, pameran, atau seremoni tahunan. Dibutuhkan kebijakan nyata yang memudahkan perizinan, membuka akses pembiayaan, serta memberikan perlindungan hukum atas karya dan ide. Pemerintah daerah juga perlu melihat industri kreatif sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi, bukan sekadar pelengkap sektor pariwisata atau hiburan.

IKLAN

Selain kebijakan, persoalan sumber daya manusia juga perlu mendapat perhatian serius. Sistem pendidikan nasional masih cenderung menempatkan kreativitas sebagai aktivitas tambahan, bukan kompetensi utama. Padahal, industri kreatif menuntut individu yang tidak hanya kreatif, tetapi juga adaptif, mampu bekerja lintas disiplin, dan memahami teknologi. Tanpa pembenahan di sektor pendidikan, industri kreatif akan kesulitan mencetak pelaku yang siap bersaing dalam jangka panjang.

Futuristic Finance Analytics Workspace
Baca Juga

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen, Mengapa Masyarakat Masih Merasakan Tekanan Ekonomi?

Perkembangan teknologi digital sebenarnya membuka peluang besar bagi industri kreatif. Media sosial, platform distribusi digital, dan perdagangan daring memungkinkan pelaku kreatif menjangkau pasar yang lebih luas tanpa bergantung sepenuhnya pada jalur konvensional. Namun, peluang ini juga membawa tantangan baru. Persaingan semakin ketat, posisi kreator kecil sering tidak seimbang, dan karya mudah dieksploitasi tanpa perlindungan yang jelas.

Lebih dari sekadar sektor ekonomi, industri kreatif memiliki peran strategis dalam membentuk citra dan jati diri bangsa. Melalui film, musik, desain, dan seni pertunjukan, Indonesia dapat berbicara kepada dunia dengan bahasanya sendiri. Karena itu, pengembangan industri kreatif tidak boleh dilepaskan dari upaya menjaga keberagaman dan nilai budaya yang menjadi akarnya.

Ke depan, tantangan terbesar industri kreatif Indonesia adalah mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Hal ini hanya dapat dicapai melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan komunitas. Tanpa arah yang jelas dan kerja bersama, industri kreatif akan terus tumbuh terpisah-pisah dan sulit mencapai skala yang signifikan.

Industri kreatif Indonesia saat ini berada di persimpangan zaman. Pilihannya jelas: dikelola secara serius sebagai pilar ekonomi masa depan, atau dibiarkan berjalan sendiri dengan segala keterbatasannya. Jika dikelola dengan tepat, industri kreatif bukan hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga wajah Indonesia yang kreatif, berdaya saing, dan berakar kuat pada budaya sendiri.

Menjaga Harapan
Baca Juga

Menyelamatkan Satu Kehidupan, Menyalakan Sejuta Harapan: Memaknai Pengabdian Kemanusiaan

DAFTAR PUSTAKA Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf). Laporan Tahunan Ekonomi Kreatif Indonesia 2024. Jakarta: Bekraf, 2024. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Profil Industri Kreatif dan Inovasi Digital di Indonesia. Jakarta: Kemendikbudristek, 2023. Purba, R. & Darmawan, A. “Peran Ekonomi Kreatif dalam Pembangunan Lokal.” Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia, Vol. 5, No. 2, 2023. Rangkuti, F. Strategi Pengembangan Industri Kreatif di Era Digital. Jakarta: Gramedia, 2022. World Bank. Indonesia Creative Economy: Opportunities and Challenges. Washington DC: World Bank, 2021.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/industri-kreatif-indonesia-di-persimpangan-zaman/89942/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026, 10.01 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Mengokohkan Seni dan Budaya sebagai Bahasa Kemanusiaan Universal untuk Membangun Solidaritas Dunia

Mengapa Transparansi Dana Penting bagi Organisasi Mahasiswa?

Merawat Payung Enam Warna: Menjaga Persatuan di Tengah Keberagaman Batak

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Di Balik Papan Tulis, Ada Perjuangan Memahami Setiap Anak: Potret Pembelajaran di SDN Ciptaharja

Gerakan Literasi Nasional sebagai Upaya Membangun Budaya Literasi di Indonesia

Dosen IPB "Pulang Kampung" ke Desa Sinarsari, Bawa Perempuan Pelaku UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi

Ketika Ilmu Kehilangan Adab: Pentingnya Pendidikan Akhlak Sejak Usia Dini dalam Tradisi Pesantren

Pilihan Editor

  1. 1 MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar
  2. 2

    Di Solo, Klakson Motor Lebih Sering Dipakai untuk Menyapa Teman daripada Menghindari Tabrakan

  3. 3

    Berkarya dengan Teknologi: Mengembangkan Kreativitas dan Nilai Produk Bersama Anak-Anak Jolosutro

  4. 4

    Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

  5. 5

    80 Mahasiswa UNTAG Surabaya dan UPN Veteran Yogyakarta Ikuti Pelatihan Migas di Cepu

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.