Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Green Water System: Si Air Hijau untuk Peningkatan Produksi Budidaya Ikan

Green Water System: Si Air Hijau untuk Peningkatan Produksi Budidaya Ikan

Penulis:
  • Dian Yuni Pratiwi - Dosen Departemen Perikanan - Email: [email protected]

Afiliasi: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran

Editor: Rina Maharani
03 Oktober 2026, 18.26 WITA
Pilih Simpan sebagai PDF pada dialog cetak.
Ikan dalam Green Water System
Ikan dalam Green Water System Foto: Pexels

JurnalPost.com - Ikan merupakan salah satu sumber protein yang populer di Indonesia karena rasanya yang lezat dan harganya relatif terjangkau. Angka konsumsi ikan nasional pada 2025 mencapai 26,08 kg/kapita. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 25,31 kg/kapita.

Beberapa komoditas ikan yang banyak dikonsumsi sekaligus dibudidayakan di Indonesia antara lain ikan lele, nila, bandeng, dan gurami. Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, produksi komoditas tersebut pada 2025 meliputi ikan nila sebanyak 1.679.393 ton, lele 1.212.627 ton, bandeng 948.784 ton, dan gurami 200.470 ton.

Tantangan Peningkatan Produksi Budidaya Ikan

Upaya meningkatkan produksi budidaya ikan masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi hasil produksi. Tantangan tersebut antara lain penurunan kualitas air, munculnya wabah penyakit, serta harga pakan yang semakin tinggi.

Kualitas air yang buruk dapat meningkatkan jumlah patogen di lingkungan budidaya. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan ikan mengalami stres sehingga lebih mudah terserang penyakit. Pada akhirnya, pertumbuhan ikan dapat terhambat bahkan berujung pada kematian.

Oleh karena itu, pengembangan teknologi dan sistem budidaya diperlukan untuk membantu pengelolaan kualitas air sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh ikan.

Mengenal Green Water System

Green water system atau sistem air hijau merupakan metode budidaya ikan dengan menumbuhkan mikroalga, seperti Spirulina sp. dan Chlorella sp., di dalam air hingga air berwarna hijau sebelum digunakan sebagai media pemeliharaan ikan.

Mikroalga yang tumbuh di dalam air dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami bagi larva ikan. Mikroalga mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan larva, seperti protein, asam lemak, vitamin, mineral, serta berbagai senyawa bioaktif. Kandungan tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan daya tahan tubuh ikan.

Selain kandungan nutrisinya, ukuran mikroalga juga sesuai dengan ukuran bukaan mulut larva ikan sehingga relatif mudah dikonsumsi.

Mikroalga juga mampu meningkatkan kadar oksigen di dalam air melalui proses fotosintesis. Selain itu, mikroalga dapat berperan sebagai agen bioremediasi dengan memanfaatkan materi organik terlarut seperti amonia, nitrit, dan fosfat. Kemampuan tersebut membantu menjaga kualitas air agar tetap berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan ikan.

Manfaat Green Water System bagi Budidaya Ikan

Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan green water system memberikan dampak positif terhadap kegiatan budidaya ikan.

Pada ikan lele, green water system diketahui dapat meningkatkan laju fertilisasi dan tingkat penetasan telur. Sementara itu, pada ikan nila, bobot tubuh, panjang tubuh, dan tingkat kelangsungan hidup benih diketahui lebih tinggi pada kelompok ikan yang dipelihara menggunakan green water system dibandingkan kelompok kontrol.

Penggunaan green water system dengan Spirulina sp. dan/atau Chlorella sp. selama 24 hari juga diketahui dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup serta panjang total larva ikan gurami.

Tingginya tingkat kelangsungan hidup ikan antara lain disebabkan kemampuan sistem ini dalam membantu mempertahankan kualitas air. Kondisi air yang lebih baik dapat menghambat pertumbuhan patogen sekaligus mendukung proses pernapasan dan metabolisme ikan.

Selain pada lele, nila, dan gurami, green water system juga dapat diterapkan dalam pemeliharaan ikan bandeng.

Cara Menerapkan Green Water System

Secara umum, penerapan green water system dapat dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Membersihkan kolam menggunakan disinfektan.

  2. Menambahkan pupuk urea sebanyak 8 g/m³ dan dolomit sebanyak 200 g/m³.

  3. Mengisi kolam dengan 20 liter air.

  4. Menambahkan kultur mikroalga sebanyak 1.000 mL atau sekitar 10–20 persen dari volume air.

  5. Membiarkan mikroalga tumbuh selama kurang lebih tujuh hari.

  6. Setelah tujuh hari, larva ikan dapat mulai ditebar dan dipelihara di dalam kolam.

Dalam penerapannya, jumlah air, kultur mikroalga, serta bahan pendukung lainnya perlu disesuaikan dengan kapasitas wadah dan jenis ikan yang dibudidayakan.

Potensi Menekan Biaya Produksi

Pengembangan green water system untuk pemeliharaan larva ikan diharapkan mampu meningkatkan produksi budidaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pembudidaya.

Keberadaan mikroalga sebagai pakan alami berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, terutama pada fase larva. Dengan demikian, sebagian biaya produksi dapat ditekan.

Peningkatan produksi juga dapat diperoleh karena sistem ini membantu meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh ikan sekaligus mempertahankan kualitas air. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan tingkat mortalitas selama proses pemeliharaan.

Meski demikian, penelitian dan pengembangan green water system masih perlu terus dilakukan, terutama untuk menentukan jenis mikroalga dan konsentrasi optimal yang sesuai dengan berbagai jenis ikan budidaya.

Dengan pengembangan yang tepat, green water system berpotensi menjadi salah satu alternatif teknologi budidaya yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan mampu mendukung peningkatan produktivitas perikanan.

Daftar Pustaka

Amelia, R., Supendi, A., & MZ, N. (2024). Penerapan Green Water System (GWS) terhadap hatching rate telur ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Manfish: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Peternakan, 2(2), 124–132. https://doi.org/10.62951/manfish.v2i2.58

KKP. (2026). Data dan Statistik. https://portaldata.kkp.go.id/portals/data-statistik/layer1

Pratama, I., Susanto, Nopriyanto, R., & Nurhafid, M. (2024). Effectiveness of green water system as larval Gourami (Osphronemus gouramy) cultivation technology: Efforts to increase larval productivity. International Journal of Agriculture and Biosciences, 13(3), 469–473. https://doi.org/10.47278/journal.ijab/2024.146

Rizki, R. R., Kanya, M. R., Puteri, R. E., Prariska, D., Lestari, S., Guttifera, & Sari, S. R. (2025). Effectiveness test of aquaculture systems: Green water, biofloc, and aquaponic systems on the stress response of snakehead fish (Channa striata). Journal of Fish Health, 4(4), 273–281. https://doi.org/10.29303/jfh.v4i4.7838

Widiyanto, S., Sarto, M., Fitria, L., Yudo, R., & Suyono, E. A. (2018). Biochemical compounds and sub-chronic toxicity test of Chlorella sp. and Spirulina sp. isolated from Glagah Coastal Water. Journal of Biological Researches, 24(1).

ENGLISH VERSION Artikel tersedia dalam Bahasa Inggris
Read in English →

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/green-water-system-si-air-hijau-untuk-peningkatan-produksi-budidaya-ikan/97984/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 16.59 WITA

  • #budidaya ikan
  • #green water system
  • #ikan lele
  • #ikan nila
  • #kualitas air
  • #mikroalga
  • #pakan alami
  • #perikanan

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.