Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Artikel
  3. GIS dan GNSS: Cara Baru Melihat dan Membangun Infrastruktur

GIS dan GNSS: Cara Baru Melihat dan Membangun Infrastruktur

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
29 Juli 2026, 15.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
4 menit baca
GIS dan GNSS
Oleh: Muhammad Annis Wichi Luthfina Politeknik Pekerjaan Umum JurnalPost.com - Pembangunan infrastruktur pada masa lalu sangat bergantung pada pengukuran manual, peta berbahan kertas, catatan lapangan, serta pengalaman para tenaga teknis. Data dikumpulkan satu per satu, kemudian dibaca dan dianalisis secara terpisah sebelum digunakan sebagai dasar perencanaan. Metode tersebut bukanlah cara yang keliru. Berbagai jalan, jembatan, saluran irigasi, gedung, dan fasilitas publik telah berhasil dibangun melalui proses tersebut. Namun, perkembangan zaman membuat kebutuhan pembangunan semakin kompleks. Proses perencanaan kini dituntut berlangsung lebih cepat, tertata, akurat, dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam perkembangan infrastruktur modern, teknologi Geographic Information System atau GIS dan Global Navigation Satellite System atau GNSS mulai memegang peranan penting. GIS merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola, menampilkan, dan menganalisis data berbasis lokasi dalam bentuk peta digital. Sementara itu, GNSS merupakan teknologi navigasi yang menggunakan sinyal satelit untuk menentukan posisi suatu titik di permukaan bumi. Secara sederhana, GNSS membantu menjawab pertanyaan mengenai lokasi suatu objek, sedangkan GIS membantu menjelaskan arti data pada lokasi tersebut dan bagaimana informasi itu dapat digunakan.

Mengintegrasikan Data dalam Peta Digital

Sebelum teknologi digital berkembang, informasi lapangan sering kali tersimpan dalam berbagai catatan, gambar teknis, dan dokumen yang harus diperiksa secara terpisah. Kondisi tersebut membuat proses pencarian dan analisis data membutuhkan waktu yang relatif panjang. Kini, informasi mengenai jalan, jembatan, saluran air, jaringan utilitas, penggunaan lahan, hingga kondisi lingkungan dapat ditampilkan dalam satu peta digital. Data yang sebelumnya tersebar dapat dikumpulkan, dibandingkan, dan dianalisis secara lebih mudah. Integrasi data tersebut membantu pemerintah, perencana, surveyor, dan insinyur memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh sebelum mengambil keputusan pembangunan. Sebagai contoh, dalam perencanaan pembangunan jalan baru, GNSS dapat digunakan untuk menentukan koordinat dan titik-titik penting di lapangan secara akurat. Data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam GIS untuk dianalisis bersama informasi lainnya. Melalui GIS, perencana dapat mengetahui apakah rute jalan akan melewati kawasan permukiman, berada di sekitar sungai, masuk ke wilayah rawan banjir, atau terhubung dengan jaringan jalan yang telah tersedia. Dengan demikian, keputusan pembangunan tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan atau pengamatan terbatas, tetapi diperkuat oleh data spasial yang lebih jelas.

Manfaatnya Dekat dengan Kehidupan Masyarakat

Bagi sebagian orang, GIS dan GNSS mungkin terdengar seperti teknologi yang hanya digunakan oleh surveyor, insinyur, atau tenaga perencana. Padahal, manfaat akhirnya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Jalan yang tertata dengan baik, sistem drainase yang dirancang sesuai kondisi wilayah, jembatan yang dapat dipantau, serta tata kota yang lebih terorganisasi membutuhkan data lokasi yang akurat. Tanpa data yang memadai, pembangunan memang tetap dapat dilaksanakan. Namun, hasilnya belum tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat atau kondisi wilayah yang sebenarnya. Di sinilah GIS dan GNSS saling melengkapi. GNSS menghasilkan data posisi yang lebih tepat, sedangkan GIS mengolah data tersebut menjadi informasi yang mudah dibaca, dibandingkan, dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kombinasi keduanya memungkinkan proses pembangunan dilaksanakan secara lebih terarah, efisien, dan tepat sasaran.
“GNSS membantu menentukan di mana suatu objek berada, sedangkan GIS membantu memahami arti lokasi tersebut bagi proses perencanaan dan pembangunan.”

Teknologi Tetap Membutuhkan Peran Manusia

Meskipun menawarkan berbagai kemudahan, GIS dan GNSS tetap merupakan alat bantu. Teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan ketelitian, pengalaman, pengetahuan, dan tanggung jawab manusia. Nilai suatu data sangat bergantung pada bagaimana data tersebut dikumpulkan, diperiksa, dianalisis, dan digunakan. Kesalahan dalam pengambilan data atau interpretasi informasi tetap dapat memengaruhi hasil perencanaan. Karena itu, peningkatan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Tenaga teknis tidak cukup hanya mampu mengoperasikan perangkat, tetapi juga harus memahami kondisi lapangan dan tujuan pembangunan. Teknologi dapat mempercepat pekerjaan, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan manusia yang menggunakannya.

Dari Peta Kertas Menuju Data Satelit

Peralihan dari peta kertas menuju peta digital serta dari pengukuran manual menuju data berbasis satelit menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Pada masa lalu, pengalaman lapangan menjadi salah satu pegangan utama dalam bekerja. Saat ini, pengalaman tersebut diperkuat dengan teknologi, data digital, dan sistem pemetaan yang lebih mudah dianalisis. Kehadiran teknologi bukan berarti pengalaman lapangan menjadi tidak penting. Keduanya justru perlu dipadukan agar proses pembangunan menjadi lebih efektif dan tetap sesuai dengan kondisi nyata. Pengalaman membantu memahami karakter wilayah, sedangkan teknologi membantu menyediakan data yang lebih terukur dan terdokumentasi. Pada akhirnya, kualitas infrastruktur tidak hanya dinilai dari kemegahan bentuk atau kecepatan proses pembangunannya. Infrastruktur yang baik adalah infrastruktur yang direncanakan secara matang, dibangun berdasarkan data yang benar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. GIS dan GNSS hadir sebagai bagian dari cara baru dalam melihat ruang, memahami kebutuhan wilayah, dan merencanakan pembangunan secara lebih terarah. Sebab, pembangunan bukan hanya tentang membuat suatu infrastruktur berdiri. Pembangunan juga harus memastikan bahwa infrastruktur tersebut berada di lokasi yang tepat, dibangun dengan pertimbangan yang tepat, dan digunakan untuk memberikan manfaat yang tepat bagi masyarakat.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/gis-dan-gnss-cara-baru-melihat-dan-membangun-infrastruktur/96229/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 03 November 2026, 20.59 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Pembangunan Ekonomi dan Ancaman Kerusakan Lingkungan, Sejauh Mana Hukum Indonesia Melindungi Alam?

Main Ponsel Saat Lampu Merah, Apakah Termasuk Pelanggaran Lalu Lintas? Ini Tinjauan Hukumnya

Kemandirian Pesantren: Dari Pusat Pendidikan Agama Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

DP3AKB Sidoarjo Gelar FGD Evaluasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029, Perkuat Koordinasi Antar-OPD

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Ibu Rumah Tangga di Bojonegoro Buka Usaha BRILink, Tambah Penghasilan

Guru yang Terus Mengajar, Siapa yang Menjaga Semangatnya? Menelaah Motivasi Kerja di Institusi Pendidikan

UPN Veteran Jawa Timur Dampingi Pemerintah Desa Segorotambak Sidoarjo Perkuat Tertib Administrasi dan Pelayanan Publik

Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

Pilihan Editor

  1. 1 Warung Padang di Bojonegoro Kini Terima QRIS BRI, Pembeli Lebih Praktis
  2. 2

    Sudah 15 Tahun Jadi Nasabah BRI, Keluarga Leni Setia di Bojonegoro Miliki 10 Rekening untuk Berbagai Kebutuhan

  3. 3

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

  4. 4

    Putusan MA 19 P/HUM/2026, Sekjen MDP-WATCH Desak Menkes Evaluasi dan Rombak Keanggotaan MDP

  5. 5

    Inovasi Kemasan Aktif dan Cerdas Berbasis Biopolimer Umbi-Umbian untuk Memperpanjang Umur Simpan dan Mengurangi Kerugian Pangan Pascapanen

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.