Surabaya, 5 Januari 2025 – Sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat umum, Gerakan Sosial Literasi Baca Buku dan Kopi Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Surabaya, JurnalPost.com – Sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat umum, Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari Prodi Ilmu Komunikasi meluncurkan sebuah gerakan sosial bertajuk “Literasi Baca Buku dan Kopi”. Gerakan ini mengajak mahasiswa dan masyarakat umum untuk menyisihkan waktunya sejenak dari rutinitas sehari-harinya untuk membaca buku sambil menikmati secangkir kopi gratis yang telah di sediakan untuk para audiens yang turut meluangkan waktunya untuk membaca buku, dengan tujuan menciptakan suasana yang nyaman dan memudahkan berbaur satu dengan yang lain.
Kegiatan ini dimulai dengan pembentukan lapak baca yang diakan di daerah Taman Bungkul Surabaya yang dilengkapi dengan berbagai buku-buku dari berbagai genre, mulai dari fiksi, sejarah, hingga buku-buku komik untuk menarik minat baca anak-anak kecil. Ruang ini juga dilengkapi dengan bimbingan baca dan tulis untuk anak-anak yang masih belum kurang mengerti dengan baca dan tulis dan memberikan berbagai cemilan sebagai reward untuk mereka yang ingin belajar membaca dan menulis, menjadikan setiap sesi belajar membaca dan menulis terasa lebih menyenangkan.
Menurut Ketua Panitia Gerakan Sosial Literasi Baca Buku dan Kopi. Moh Nurul Jadid, tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk menumbuhkan budaya literasi di masyarakat umum, karena menimbang situasi saat ini indonesia berada dalam keadaan darurat ataupun krisis dalam literasi dan diskusi. Kegiatan ini sekaligus mengajak mereka untuk memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan membaca buku dan diskusi. "Kami ingin menciptakan ruang di mana mahasiswa tidak hanya bisa belajar dengan serius, namun dapat menciptakan gerakan dimana gerakan itu menciptakan impack yang positif untuk masyarakat umum dan juga menikmati waktu bersama dengan buku dan kopi. Semoga ini bisa mendorong mereka untuk lebih mencintai literasi dan memperkaya wawasan," ungkap Moh Nurul Jadid.
Program ini juga dirancang untuk memperkenalkan ke masyarakat dengan berbagai buku yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Setiap hari senin, satu minggu sekali. masyarakat yang berkunjung ke lapak buku akan diajak untuk berdiskusi tentang buku-buku yang sudah mereka baca dari rumah ataupun yang mereka baca di lapak baca. Dalam sebuah sesi khusus akan ada diskusi dengan para audiens di lapak tersebut. Diskusi ini tidak hanya bertujuan untuk memperdalam pemahaman, tetapi juga mempererat hubungan agar tidak terjadi batas antara mahasiswa dan masyarakat.
Gerakan Literasi Baca Buku dan Kopi Mahasiswa ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara pendidikan, kebiasaan literasi, dan kegiatan sosial dalam membentuk karakter masyarakat dan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki wawasan yang luas dan keterampilan berpikir kritis.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda