Peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) GENIUS mengikuti babak perlombaan yang menguji kemampuan berpikir cepat, kerja sama tim, dan wawasan akademik di Los Pasar Balai Nagari Limau Puruik.
“Deg-degan, Kak.”
JurnalPost.com - Jawaban singkat itu keluar dari seorang siswa sekolah dasar yang pagi itu datang lebih awal ke Los Pasar Balai Nagari Limau Puruik. Di tangannya masih tergenggam lembar kisi-kisi yang sesekali ia baca ulang. Wajahnya tampak tegang.
“Kenapa deg-degan?” tanya salah seorang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Padang yang sedang menantikan kedatangan para peserta.
“Karena saya belum pernah ikut lomba cerdas cermat sebelumnya, Kak,” katanya dengan suara pelan.
Mahasiswa itu pun tersenyum dan memberi semangat. Ia mengatakan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah berani mencoba, menikmati proses belajar, dan percaya pada kemampuan sendiri. Perlahan, raut gugup di wajah siswa itu berubah menjadi senyum.
Beberapa menit kemudian, bel tanda dimulainya perlombaan berbunyi. Tepuk tangan guru pendamping, orang tua, dan masyarakat mengiringi langkah para peserta memasuki arena lomba. Pagi itu, Los Pasar Balai Nagari Limau Puruik berubah menjadi ruang belajar yang dipenuhi semangat, keberanian, dan antusiasme.
Pagi itu menjadi awal penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) GENIUS (Mencetak Generasi GENIUS yang Siap Berprestasi), salah satu program unggulan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang Tahun 2026 di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Program ini dirancang sebagai upaya meningkatkan motivasi belajar siswa sekolah dasar melalui kompetisi yang edukatif, menyenangkan, serta mampu menumbuhkan semangat sportivitas dan kepercayaan diri peserta didik.
Lomba yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026 itu diikuti oleh 27 siswa yang tergabung dalam 9 tim dari lima Sekolah Dasar Negeri di Nagari Limau Puruik, yakni SD Negeri 01 V Koto Timur, SD Negeri 06 V Koto Timur, SD Negeri 12 V Koto Timur, SD Negeri 15 V Koto Timur, dan SD Negeri 18 V Koto Timur.
Sebelum perlombaan berlangsung, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Pemerintah Nagari Limau Puruik, Camat V Koto Timur, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), kepala sekolah, guru pendamping, serta Karang Taruna. Berbagai persiapan dilakukan, mulai dari penyusunan proposal, petunjuk teknis, kisi-kisi materi, penyusunan paket soal, hingga koordinasi teknis pelaksanaan agar kegiatan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
Perlombaan berlangsung dalam tiga babak, yaitu penyisihan, semifinal, dan final. Setiap tim diuji melalui soal-soal pengetahuan umum, mata pelajaran sekolah, keminangkabauan, serta wawasan tentang Nagari Limau Puruik. Tidak hanya dituntut menjawab dengan benar, peserta juga harus mampu berpikir cepat, teliti, dan bekerja sama dengan anggota timnya.
Persaingan berlangsung ketat hingga babak final. Sorak sorai guru pendamping dan tepuk tangan penonton terdengar setiap kali peserta berhasil menjawab soal rebutan. Suasana kompetitif tetap diwarnai semangat sportivitas dan saling memberi dukungan antarpeserta.
Pada akhir perlombaan, dua tim dari SD Negeri 01 V Koto Timur berhasil meraih Juara I dan Juara II, sedangkan Juara III diraih oleh salah satu tim dari SD Negeri 15 V Koto Timur. Selain memperoleh piala, sertifikat, dan hadiah pembinaan, seluruh semifinalis juga mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan usaha mereka.
Wali Nagari Limau Puruik, Afriyan, menyerahkan piala, sertifikat, hadiah pembinaan, dan tabungan kepada para juara LCC GENIUS yang diselenggarakan Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang Tahun 2026.
Lebih dari sekadar menentukan pemenang, LCC GENIUS menjadi ruang belajar baru bagi anak-anak Nagari Limau Puruik. Sebelum program ini dilaksanakan, kegiatan Lomba Cerdas Cermat ditingkat nagari belum pernah diselenggarakan. Datangnya LCC GENIUS menjadi kesempatan pertama yang mengumpulkan siswa dari berbagai sekolah dasar di Nagari Limau Puruik dalam sebuah lomba akademik yang positif, sehingga mereka bisa meningkatkan kemampuan berpikir analitis, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar bekerja sama dalam tim.
Keberhasilan dalam melaksanakan acara ini adalah buah kerja sama dari berbagai pihak. Pemerintah Nagari Limau Puruik memfasilitasi lokasi kegiatan, Camat V Koto Timur memberikan arahan dan dukungan koordinasi, MKKS memberikan contoh soal sebagai referensi bagi mahasiswa KKN dalam menyusun paket soal lomba, sementara pihak sekolah memberikan dukungan penuh dengan mengirimkan peserta serta memberikan berbagai saran selama proses persiapan lomba. Karang Taruna juga turut membantu dalam aspek teknis pelaksanaan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Wali Nagari Limau Puruik, Afriyan, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan LCC GENIUS. Menurutnya, kegiatan tersebut menghadirkan warna baru dalam pembinaan generasi muda di nagari.
“Kegiatan ini sangat bagus. Selama ini yang sering dilaksanakan adalah MTQ. Kehadiran Lomba Cerdas Cermat menjadi sesuatu yang baru dan mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak di Nagari Limau Puruik,” ujarnya.
Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang, peserta, guru pendamping, dan tamu undangan berfoto bersama usai penutupan LCC GENIUS di Nagari Limau Puruik.
Melihat antusiasme peserta, guru, masyarakat, hingga pemerintah daerah, LCC GENIUS diharapkan dapat menjadi agenda tahunan di Nagari Limau Puruik. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan prestasi akademik bagi siswa sekolah dasar sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah nagari, sekolah, masyarakat, dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Semangat kebersamaan tersebut sejalan dengan filosofi Minangkabau, Basamo Mangko Manjadi, bahwa melalui kerja sama, setiap langkah kecil dapat melahirkan perubahan yang lebih besar bagi kemajuan nagari.
Anak yang pagi tadi mengaku “deg-degan” akhirnya keluar dari arena lomba dengan wajah yang jauh lebih ceria. Entah ia membawa pulang piala atau tidak, satu hal yang pasti: ia telah membawa pulang pengalaman baru dan keberanian yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.
Barangkali, itulah kemenangan sesungguhnya dari sebuah lomba. Bukan semata-mata tentang siapa yang berdiri di podium juara, melainkan tentang bagaimana sebuah kesempatan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, semangat belajar, dan mimpi-mimpi baru bagi anak-anak Nagari Limau Puruik. Karena pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari banyaknya piala yang diraih, tetapi juga dari keberanian setiap anak untuk terus belajar, mencoba, dan percaya pada kemampuannya sendiri.
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda