Lewati ke konten utama
Home About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Publikasi Media Online Jasa Backlink Jasa Guest Post Penulisan Artikel Pembuatan Website Pedoman AI
ID | EN

Masuk / Gabung

Jelajahi

Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi
Informasi
About Us Redaksi Kirim Berita Media Kit
Pedoman
Kebijakan Cookie Pedoman Media Siber Pedoman AI
Masuk / Gabung
Ikuti kami
EN ARTIKEL
Beranda Internasional Nasional Daerah Featured Opini Pendidikan
More
Profil Advertorial Bisnis Press Release Essay English Version Ekonomi

  1. Beranda
  2. Wisata
  3. Ekowisata Mangrove Wonorejo: Destinasi Rekreasi dan Wisata Edukasi

Ekowisata Mangrove Wonorejo: Destinasi Rekreasi dan Wisata Edukasi

Foto profil Nadia
Editor: Nadia
08 April 2025, 23.18 WITA Editor: Tim Editor JurnalPost
5 menit baca
Ekowisata Mangrove Wonorejo: Destinasi Rekreasi dan Wisata Edukasi

JurnalPost.com - Kota surabaya, Jawa Timur memiliki destinasi wisata hutan mangrove atau hutan bakau. Tempat yang sering dikunjungi wisatawan adalah Ekowisata Mangrove Wonorejo yang berlokasi di Jalan Raya Wonorejo Nomor 1, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.

Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya ini memiliki lahan seluas 200hektar yang telah ditanami lebih dari 150 jenis tumbuhan mangrove, Ekowisata Mangrove Wonorejo juga berperan sebagai perantara untuk masyarakat andil dalam menjaga alam melalui penanaman bibit bakau lebih dari 350.000 bibit dan menjalin kerjasama dengan lebih dari 1000 perusahaan dan instansi. Mangrove merupakan kawasan konservasi alam untuk mencegah abrasi diwilayah timur Kota Surabaya.

IKLAN

Menurut salah satu pengunjung Ekowisata Mangrove Wonorejo bernama Erwin Firdianzah mahasiswa ilmu komunikasi UNTAG Surabaya, “Mangrove memiliki keindahan alam yang menarik dari wisata lainnya karena budidaya alam tanaman mangrove yang dapat mencegah abrasi. Dan selain menjadi wisata tempat ini juga cocok sebagai tempat rekreasi edukas. Selain itu tempat ini juga memiliki tempat untuk berolahraga atau jogging track suatu manfaat yang sangat baik dan strategis tempatnya jadi sangat cocok dan rekomended untuk masyarakat untuk datang ke Mangrove Wonorejoi” menurutnya.

Panorama Danau Gegas dan bendungan di Musi Rawas, Sumatera Selatan.
Baca Juga

Danau Gegas di Musi Rawas, Menanamkan Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal

Hutan Mangrove terdiri dari 2 kawasan utama, Yakni lintasan jogging(joggingtrack) dan hutan mangrove. Untuk memasuki jogging track pengunjung tidak dipungut biaya apapun (gratis). Namun dikawasan ini bagi pengunjung masih belum bisa menikmati hutan mangrove, Pengunjung harus menyebrangi sungai menggunakan perahu untuk menikmati hutan mangrove, dengan menyusuri sungai sepanjang 5,4 km selama kurang lebih 13-15 menit. Biaya tarif perahu (weekday) berlaku paket artinya harus 12 orang dalam satu rombongan tarifnya sebesar 25.000 untuk dewasa dan 15.000 untuk anak anak, untuk akhir pekan (weekend) biaya tarif rombongan tetap sama 25.000 untuk dewasa dan 15.000 untuk anak anak. Selain rombongan biaya tarif sewa kapal bisa di bandrol harga sebesar 300.000 per kapal.

Namun untuk saat ini kawasan mangrove surabaya harus membayar tiket masuk berdasarkan data dari DKPP surabaya tarif untuk orang dewasa sebesar 10.000 rupiah dan 5.000 rupiah untuk anak anak dan tidak melebihi tinggi 100cm kemudian untuk hari weekend tarif masuk sebesar 15.000 rupiah dan 5.000 rupiah untuk anak anak. Untuk penarikan biaya ini juga akan memaksimalkan progam pemberdayaan masyarakat dari keluarga miskin, Pemkot Surabaya memberikan kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan.

Area kuliner yang menyajikan hidangan khas pesisir dan olahan mangrove menambah kenikmatan berwisata. Pengunjung dapat beristirahat di gazebo-gazebo yang tersedia sambil menikmati kesejukan angin dan pemandangan burung-burung yang beterbangan di atas kanopi mangrove. Bagi pecinta fotografi, kawasan ini menawarkan beragam spot menarik untuk mengabadikan momen, mulai dari panorama hutan mangrove, keunikan akar-akar bakau yang mencuat dari permukaan air, hingga satwa liar yang hidup di dalamnya.

IKLAN

Di sisi edukasi, Hutan Mangrove Wonorejo hadir sebagai laboratorium alam yang kaya akan pengetahuan ekosistem pesisir. Papan-papan informasi yang terpasang di sepanjang jalur tracking memberikan penjelasan mengenai berbagai jenis mangrove, proses pertumbuhannya, dan peran ekologisnya. Pengunjung dapat belajar langsung tentang bagaimana tanaman mangrove beradaptasi dengan lingkungan payau melalui sistem perakaran yang unik dan mekanisme penyaringan garam.

Pesona Budaya Flores
Baca Juga

Sanggar Tari HIMFLOR Kenalkan Budaya Flores Lewat Tari Nong Mari Nong di GAPURA Fest Undiksha 2026

Pusat informasi yang terdapat di kawasan ini juga menyediakan materi edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove bagi keberlanjutan lingkungan pesisir. Di sini, pengunjung dapat mempelajari bagaimana hutan mangrove berperan sebagai penahan abrasi, pencegah intrusi air laut, penyerap karbon, dan habitat bagi beragam biota laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Program-program khusus seperti penanaman bibit mangrove dan adopsi pohon mangrove memberikan pengalaman belajar interaktif, terutama bagi anak-anak dan remaja. Melalui kegiatan ini, pengunjung tidak hanya belajar tentang teknik penanaman yang benar tetapi juga nilai-nilai pelestarian lingkungan dan tanggung jawab terhadap alam.

Bagi institusi pendidikan, kawasan ini menawarkan program kunjungan edukasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum. Siswa sekolah dapat melakukan pengamatan langsung terhadap ekosistem mangrove, mengidentifikasi jenis-jenis mangrove, dan mempelajari interaksi antar komponen ekosistem. Beberapa perguruan tinggi bahkan menjadikan Hutan Mangrove Wonorejo sebagai lokasi praktikum lapangan untuk mata kuliah ekologi, biologi kelautan, dan lingkungan.

Perpaduan aspek rekreasi dan edukasi ini menjadikan Hutan Mangrove Wonorejo sebagai destinasi wisata yang bernilai lebih. Pengunjung tidak hanya pulang dengan kenangan indah dan foto-foto menarik tetapi juga dengan bertambahnya wawasan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir. Model ekowisata seperti ini menjadi contoh bagaimana kegiatan pariwisata dapat berjalan selaras dengan upaya konservasi dan pendidikan lingkungan.

Pesona Malam Jalan Tunjungan
Baca Juga

Pesona Jalan Tunjungan di Malam Hari, Ikon Wisata Surabaya yang Selalu Ramai Pengunjung

Oleh : M. Erwin Firdianzah Dosen Pengampu : Drs. Widiyatmo Ekoputro, MA

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/ekowisata-mangrove-wonorejo-destinasi-rekreasi-dan-wisata-edukasi/79870/

Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026, 15.21 WITA

Bagikan artikel

Bagikan Mengirim Tweet
JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke Instagram

Menyiapkan 5 slide Reel 9:16…

Rangkaian slide vertikal sedang disusun dari artikel ini.

Konten belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide Instagram JurnalPost 1/5
REEL 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun dalam area aman Reels. Tambahkan musik pilihan Anda setelah masuk ke Instagram.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu Instagram, pilih Reel, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik yang tersedia di Instagram.

JURNALPOST SOCIAL PUBLISHER

Posting ke TikTok

Menyiapkan 5 slide TikTok 9:16…

Desain Social Publisher sedang disusun dari artikel ini.

Konten TikTok belum dapat disiapkan.

Silakan coba kembali.

Pratinjau slide TikTok JurnalPost 1/5
TIKTOK 9:16 · 5 SLIDE

Konten JurnalPost

Lima slide vertikal sudah disusun: sampul, inti berita, fakta utama, perkembangan, dan baca lengkap.

Menyiapkan lima file gambar 9:16…

Di menu berbagi, pilih TikTok, pertahankan urutan 1–5, lalu tambahkan musik atau suara di aplikasi. Jika TikTok tidak muncul, gunakan unduh manual.

Komentar 0

Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda

Komentar akan tampil setelah disetujui redaksi.

  1. Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menyampaikan tanggapan.

Artikel Terkait

Di Tengah Tren Childfree, Tim JAGA KRAMA PKM-RSH Undiksha Ungkap Kesiapan Pengasuhan Anak Generasi Z Bali

Pulau Lusi Sidoarjo Dikembangkan Jadi Wisata Edukatif Berbasis Pengalaman

Ferdinand Hamdan Soroti Potensi Keindahan Alam Sumba yang Dapat Dikenal Lebih Luas Lagi

Tiga Destinasi Wisata di TN Bantimurung-Bulusaraung Tutup Sementara Mulai 11 Januari 2026

REKOMENDASI JURNALPOST

Pilihan Untukmu

Logat Jawa Dianggap Kampungan, Ketika Cara Berbicara Justru Menjadi Alasan untuk Diremehkan

MBG dan Tanggung Jawab Negara: Keselamatan Anak Tidak Bisa Ditawar

Darah Kembali Menetes di Tanah Rencong, Insiden Pulo Kenari Pidie Tewaskan Satu Warga

Transparansi Keuangan Organisasi Mahasiswa: Langkah Kecil Membangun Budaya Antikorupsi

Pilihan Editor

  1. 1 Kisah Narti, Pedagang Kedelai Pasar Banjarejo Bojonegoro yang Raup Omzet Besar dan Andalkan BRI
  2. 2

    Kepemimpinan Bukan Sekadar Janji Besar, Rakyat Menunggu Hasil Nyata dari Pemerintah

  3. 3

    Pensiun Bukan Halangan, Sugeng Harijanto Kembangkan Usaha Jus Jambu Berkat Dukungan KUR BRI di Bojonegoro

  4. 4

    Kemenag Latih 1.207 PPPK Penghulu, Perkuat Kualitas Layanan Umat

  5. 5

    Mendukung Sustainable Development Goals, Dosen UM Ungkap Faktor Risiko Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

IKLAN
JurnalPost

Media Publikasi Indonesia yang menyediakan informasi terkini. Situs ini didirikan pada tahun 2015 dan telah menjadi salah satu sumber berita yang populer di Indonesia.

Jelajahi

Advertorial Artikel Berita Bisnis Citizen Reporter Daerah Ekonomi English Version Essay Featured
Hukum Internasional Kolom Opini Nasional Olahraga Pendidikan Politik Profil Teknologi Wisata

Kanal

About Us Jurnalisme Warga Kebijakan Cookie Kebijakan Data Kirim Opini Kirim Tulisan Media Kit Pedoman Redaksi

Ikuti kami di

Facebook X/Twitter Instagram Threads TikTok Pinterest LinkedIn YouTube
© 2026 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.