Yogyakarta, JurnalPost.com — Belajar matematika tidak harus selalu identik dengan angka, rumus, dan lembar soal. Melalui inovasi bernama EduPlay Ceria, mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) menghadirkan cara belajar yang lebih interaktif dengan memadukan permainan edukatif, numerasi, penguatan karakter, dan pola hidup sehat bagi siswa sekolah dasar.
EduPlay Ceria dikembangkan oleh Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UPY melalui program bertajuk “CERDAS CERIA: Penguatan Karakter dan Pola Hidup Sehat Anak SD Negeri Kebonharjo melalui Media Interaktif Berbasis Permainan Numerasi.”
Program tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.
Tim PKM-PM diketuai oleh Ana Nurhidayah, dengan anggota Yuliandani, Risma Hani Aulia, Aida Muflihah Roihani, dan Mentha Ramadhani.
Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UPY menggandeng SD Negeri Kebonharjo sebagai mitra program, dengan sasaran utama siswa kelas IV, V, dan VI.
Belajar Numerasi Lewat Permainan
EduPlay Ceria dirancang sebagai aplikasi pembelajaran interaktif yang membawa konsep belajar sambil bermain ke dalam kegiatan edukasi siswa.
Melalui aplikasi ini, materi numerasi tidak disajikan dalam bentuk latihan yang monoton, tetapi dikemas menjadi aktivitas permainan yang memungkinkan siswa belajar sambil berinteraksi langsung dengan media digital.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran sekaligus membantu mereka memahami konsep numerasi dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan.
Namun, EduPlay Ceria tidak hanya berfokus pada kemampuan berhitung.
Tim pengembang turut memasukkan unsur pendidikan karakter dan pola hidup sehat ke dalam berbagai aktivitas permainan. Dengan konsep tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga diajak mengenal nilai-nilai positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Numerasi, karakter, dan pola hidup sehat tidak ditempatkan sebagai materi yang berdiri sendiri. Ketiganya dipadukan dalam pengalaman bermain yang dirancang dekat dengan dunia anak.
Melalui setiap permainan, siswa memperoleh kesempatan untuk berpikir, mencoba, menyelesaikan tantangan, serta memahami pesan edukatif yang terkandung di dalam aplikasi.
Ciptakan Pembelajaran Lebih Aktif
Penggunaan permainan sebagai media pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa selama proses belajar.
Siswa dapat berinteraksi dengan aplikasi, menyelesaikan beragam aktivitas, serta mendapatkan pengalaman belajar yang lebih aktif dibandingkan hanya menerima materi melalui metode konvensional.

Konsep ini sekaligus memberikan ruang kepada siswa untuk belajar tanpa merasa sedang menghadapi pembelajaran yang terlalu kaku.
Setiap aktivitas permainan menjadi kesempatan untuk melatih kemampuan berpikir sekaligus mengenalkan kebiasaan positif, baik dalam menjaga kesehatan maupun membangun karakter.
Bagi guru, EduPlay Ceria juga dapat menjadi alternatif media pembelajaran digital untuk memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Kehadiran aplikasi tersebut diharapkan membantu guru menciptakan suasana pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar yang dekat dengan teknologi.
SD Negeri Kebonharjo Jadi Mitra Utama
Sebagai mitra dalam program CERDAS CERIA, SD Negeri Kebonharjo menjadi salah satu penerima manfaat utama dari pengembangan aplikasi tersebut.
Siswa kelas IV, V, dan VI memperoleh kesempatan menggunakan media pembelajaran digital yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik usia mereka.
Melalui EduPlay Ceria, siswa diharapkan semakin tertarik mempelajari numerasi, memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pola hidup sehat, serta mampu mengenali dan menerapkan karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pihak sekolah mendapatkan alternatif media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung kegiatan edukasi.
Dengan demikian, manfaat program diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan PKM-PM selesai, tetapi dapat terus digunakan dan dikembangkan dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Didukung Pendanaan UPY dan Kemdiktisaintek
Pelaksanaan program CERDAS CERIA memperoleh dukungan pendanaan dari Universitas PGRI Yogyakarta sebesar Rp1 juta sebagai dana pendamping.
Selain itu, program juga mendapatkan pendanaan utama dari Kemdiktisaintek sebesar Rp6,5 juta.
Dukungan tersebut digunakan untuk menunjang pengembangan dan pelaksanaan EduPlay Ceria sebagai media edukasi berbasis permainan bagi siswa sekolah dasar.
Melalui inovasi ini, Tim PKM-PM Universitas PGRI Yogyakarta ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan sebagai jembatan untuk membuat proses pembelajaran semakin dekat dengan dunia anak.
Teknologi tidak hanya menjadi perangkat tambahan di ruang kelas, tetapi dapat dikembangkan menjadi media yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif, berpikir, bermain, dan belajar secara bersamaan.
EduPlay Ceria diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah aplikasi hasil program mahasiswa, tetapi dapat menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman belajar lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa maupun sekolah.
Program ini sekaligus membawa pesan sederhana mengenai pembelajaran anak di era digital:
“Belajar tidak harus membosankan. Dengan bermain, belajar bisa menjadi lebih ceria, bermakna, dan menyenangkan.”
Komentar 0
Tulis Komentar Bagikan tanggapan Anda