• Homepage
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
JurnalPost
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
JurnalPost
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Beranda Artikel

PENGARUH ROA, ROE, DAN EPS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN (SUATU KAJIAN STUDI LITERATUR)

PenulisRedaksi
10 Juni 2025
0

Oleh: Vera Erika Aisyah1, Vianco Melvil2, Vionita Marliatni3, Yolanda Panduwinata4

Abstract

This research aims to describe a literature study on the influence of Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) on the share prices of banking companies listed on the IDX. Literature studies of previous research and related research are very important to support research or literature reviews. This literature is important for examining the correlation between variables and the factors that influence them. This article discusses a literature review of factors that influence share prices in banking companies, such as Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) and Earning Per Share (EPS). Based on the results of this research, it can be concluded that Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), and Earning Per Share (EPS) influence the share prices of banking companies listed on BEI.

Keywords: Share Price, Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS)

Abstrak

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan kajian literatur tentang pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Studi literatur terhadap penelitian sebelumnya dan penelitian terkait sangat penting untuk mendukung penelitian atau tinjauan literatur. Literatur ini penting untuk menguji korelasi antara variabel dan faktor yang mempengaruhinya. Artikel ini membahas suatu kajian literatur faktor yang mempengaruhi harga saham pada perusahaan perbankan, seperti Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS). Berdasarkan hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) mempengaruhi harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI

Kata kunci: Harga Saham, Retrun On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS)

1. Vera Erika Aisyah Email: [email protected]
2 Tulis Vianco Melvil Email: [email protected]
3 Tulis Vionita Marliatni Email: [email protected]
4 Tulis Yolanda Panduwinata Email: [email protected]

Full Paper Seminar Nasional Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital (SEMEABB) 2024

Pendahuluan Latar Belakang

Modal sangat penting bagi perekonomian kontemporer, terutama bagi perekonomian pasar. Penggerak utama ekspansi ekonomi adalah pasar modal, yang menggantikan bank sebagai sumber pendanaan. Melalui pasar modal, seorang investor dapat menanamkan uang mereka sebagai bentuk investasi, baik secara jangka pendek maupun jangka panjang, serta bisnis dapat meraih pendanaan dengan tingkat yang lebih terjangkau. Lebih jauh, transparansi akan dipromosikan dan kepercayaan terhadap ekosistem pasar modal akan tumbuh sebagai hasil dari perusahaan publik yang menyampaikan laporan tahunan kepada bursa saham dan pemegang saham yang mencakup faktor keuangan dan non-keuangan.

Investasi adalah komitmen keuangan dan non-sumber daya saat ini yang dilakukan dengan harapan memperoleh keuntungan di kemudian hari. Tandelilin (2001: 3) mendefinisikan investasi sebagai tindakan mengalokasikan dana dan sumber daya sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan di kemudian hari. Pada sebuah perusahaan kondisi keuangan adalah salah satu yang terpenting untuk diperhatikan oleh investor.

Salah satu penanda utama kinerja keuangan suatu perusahaan adalah perubahan harga sahamnya. Kebutuhan ini yang sering kali disebabkan oleh peningkatan kinerja perusahaan, dapat menyebabkan peningkatan keinginan terhadap saham perusahaan. Pergeseran harga saham ini, yang merupakan penilaian pasar terhadap keberhasilan perusahaan, biasanya menarik perhatian investor. Kenaikan harga saham biasanya berarti bahwa perusahaan telah berhasil mendapatkan kepercayaan investor dan menjalankan operasinya secara efisien. Sebaliknya, penurunan harga saham dapat memberi sinyal kepada investor bahwa mereka harus mengevaluasi kembali prospek perusahaan di masa mendatang. Fluktuasi saham merupakan sinyal penting saat membuat keputusan investasi karena dipengaruhi oleh berbagai penyebab internal dan eksternal.

Karena harga saham bergantung pada opini pasar tentang kinerja perusahaan, investor dan calon investor sering kali memfokuskan perhatian mereka pada harga saham. Kenaikan harga saham menunjukkan bahwa suatu bisnis telah berhasil menarik investor dan mengelola operasinya dengan baik. Sebaliknya, penurunan harga saham dapat memberi sinyal kepada investor bahwa mereka harus mengevaluasi kembali prospek perusahaan. Pergerakan saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal.

Karena harga saham berfluktuasi berdasarkan bagaimana pasar memandang kinerja perusahaan, terkadang hal itu menjadi sumber perhatian besar bagi investor atau calon investor. Kemampuan perusahaan untuk menarik minat investor dan mendapatkan kepercayaan mereka ditunjukkan dengan meningkatnya nilai saham, yang juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menjalankan operasinya dengan sukses. Di sisi lain, penurunan harga saham dapat mengindikasikan kepada investor bahwa mereka harus mempertimbangkan kembali masa depan perusahaan. Penggerak utama saham adalah kekuatan eksternal dan internal.

Tahir et al. (2021) menyatakan bahwa terdapat beberapa analisis yang digunakan untuk menilai sebuah saham itu baik maupun buruk, yaitu analisis teknikal dan fundamental. Salah satu jenis penelitian yang memperhitungkan isu-isu ekonomi yang berdampak pada keberhasilan suatu perusahaan disebut analisis fundamental. Banyak rasio keuangan yang dapat digunakan dalam analisis fundamental untuk menunjukkan kondisi keuangan perusahaan. Salah satunya adalah rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas berperan penting dalam mengevaluasi kinerja suatu bisnis dengan melacak produktivitas semua dana yang digunakan oleh organisasi dan mengevaluasi evolusi laba dari waktu ke waktu. Pada penelitian ini menggunakan suatu ukuran profitabilitas yang mencakup Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Return On Assets (ROA). Ukuran-ukuran ini merupakan beberapa diantaranya yang merupakan bagian dari ukuran profitabilitas yang kerap kali digunakan oleh investor dalam menilai kinerja keuangan sebuah perusahaan. Rasio yang dikenal sebagai Return On Asset (ROA) merupakan sebuah rasio yang menilai bagaimana suatu perusahaan dalam memanfaatkan sejumlah aset mereka dalam memperoleh laba. Lalu, rasio yang dikenal sebagai Return On Equity (ROE) merupakan sebuah rasio biasanya digunakan oleh calon investor untuk menilai seberapa efektif perusahaan menggunakan dana yang mereka berikan nantinya untuk menghasilkan keuntungan. Kemudian, rasio profitabilitas lainnya, yaitu laba per lembar saham atau bisanya dikenal dengan Earning Per Share (EPS) merupakan sebuah rasio yang menyajikan pengembalian modal pada setiap lembar sahamnya.

Dari penjabaran latar belakang yang telah disampaikan, terdapat poin-poin utama yang perlu diperhatikan lebih jauh lagi, yaitu (1) Apakah Return On Assets (ROA) berpengaruh terhadap harga saham? (2) Apakah Return On Equity (ROE) berpengaruh terhadap harga saham? (3) Apakah Earning Per Share (EPS) berpengaruh terhadap harga saham?

Rumusan Masalah

Terdapat beberapa rumusan masalah yang dinilai untuk menyusun hipotesis pada penelitian ini, beberapa diantaranya:

  1. Apakah Return On Asset (ROA) mempengaruhi harga saham perusahan perbankan yang terdaftar di BEI?
  2. Apakah Return On Equity (ROE) mempengaruhi harga saham perusahan perbankan yang terdaftar di BEI?
  3. Apakah Earning Per Share (EPS) mempengaruhi harga saham perusahan perbankan yang terdaftar di BEI?
  4. Apakah Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) mempengaruhi harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI?

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui pengaruh Return On Assets (ROA) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan
  1. Untuk mengetahui pengaruh Return On Equity (ROE) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan
  2. Untuk mengetahui pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan perbankan
  3. Untuk mengetahui pengaruh ROA, ROE, dan EPS terhadap harga saham pada perusahaan perbankan

Review Literatur

  1. Harga Saham

Saham merupakan bentuk kepemilikan investor (surat berharga) pada suatu korporasi diwakili oleh sahamnya. Pada pasar modal, harga saham dikenal sebagai harga per lembar saham yang mewakili harga saham itu sendiri. Harga saham adalah harga saham yang ditetapkan oleh pelaku pasar pada saat tertentu berdasarkan penawaran dan permintaan saham yang bersangkutan di pasar modal (Hartono, 2019:208). Penawaran dan permintaan saham di pasar modal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham ini.

Harga ini perlu dicermati oleh investor karena kenaikan harga saham akan meningkatkan imbal hasil mereka dalam bentuk capital gain. Samsul (2015) menegaskan bahwa proses pembelian dan penjualan saham menentukan harga saham, dan kinerja perusahaan yang positif dapat mendorong investor untuk membeli saham tambahan (Afiezan et al., 2021). Harga saham suatu perusahaan yang ditentukan melalui pembelian dan penjualan saham di pasar modal dimanfaatkan sebagai tolak ukur keberhasilan manajemen pada saat tertentu (Anwar, 2021). Harga saham ini dituangkan dalam beberapa kategori yaitu, harga saham, nominal, harga penutupan, pembukaan, awal, akhir, tertinggi, rata-rata, dan harga saham terendah.

b.   Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan salah satu dari beberapa rasio yang digunakan untuk menilai kapasitas perusahaan dalam memberikan laba atas modal dan aset tertentu (Mamduh dan Halim, 2005). Rasio ini memperhitungkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari ekuitas, penjualan, dan aset atau pendapatan. Untuk memahami kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu, investor harus memperhatikan rasio profitabilitas dengan saksama. Pada rasio profitabilitas terdapat beberapa rasio yang menjadi tolak ukur ataupun indikator untuk menentukan seberapa baik dan potensialnya profitabilitas perusahaan, yaitu Earning Per Share, Return on Equity, Return on Assets, dan Net Profit Margin. Rasio ini juga memberikan indikasi seberapa baik manajemen perusahaan melakukan tugasnya. Hasil yang diperoleh melalui penilaian rasio tersebut akan menunjukkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Singkatnya, rasio profitabilitas adalah kumpulan metrik keuangan yang menilai kapasitas perusahaan untuk menghasilkan laba. Metrik ini memberikan gambaran umum tentang seberapa baik bisnis menghasilkan laba dan berkinerja secara finansial dalam kaitannya dengan sejumlah variabel yang berbeda, termasuk modal, aset, dan pendapatan.

c.    Return On Asset (ROA)

Return On Asset (ROA) mengukur seberapa menguntungkan suatu perusahaan dengan asetnya. Return On Asset (ROA) merupakan ukuran profitabilitas yang menunjukkan seberapa baik aset perusahaan dapat menghasilkan laba, menurut Tandelilin (2010:372). Ketika ROA dihitung, semakin besar nilainya, semakin efisien aset perusahaan dalam menghasilkan laba. Sebaliknya, semakin tidak efisien aset perusahaan dalam menghasilkan laba, semakin rendah nilai ROA. Indikator lain dari efisiensi manajerial dalam manajemen investasi adalah ROA. Kasmir (2012). Lebih lanjut, rasio ini dapat dinilai dengan asumsi bahwa, semakin besar sebuah nilai dari rasio ini, maka semakin baik pula cara perusahaan dalam memperoleh laba melalui sejumlah aset mereka, dan sebaliknya.

Para ahli lainnya mendefinisikan Return On Asset (ROA) sebagai kapasitas perusahaan untuk menggunakan kas dari investasi dalam nilai aset untuk menghasilkan laba bersih setelah pajak. Kasmir (2014) menyatakan bahwa ROA merupakan rasio yang menilai hasil dari total aset perusahaan. Sementara itu, berdasarkan nilai investasi yang setara dengan aset yang diinvestasikan perusahaan, ROA merupakan teknik untuk mengetahui seberapa sukses investasi tersebut dalam menghasilkan laba. Para ahli telah mendefinisikan return on asset (ROA) dalam berbagai cara, tetapi secara umum, ROA merupakan ukuran profitabilitas perusahaan berdasarkan perbandingan total asetnya. Lebih jauh, perhitungan ROA berfungsi untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi/perusahaan.

d.   Return On Equity (ROE)

Kasmir (2016) menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) atau yang sering disebut sebagai equity profitability merupakan sebuah rasio yang dapat digunakan untuk melakukan perbandingan antara total laba bersih setelah pajak yang dihasilkan dengan sejumlah ekuitas perusahaan. Tandelilin (2010:372) mendefinisikan Return On Equity (ROE) sebagai tingkat kemampuan suatu bisnis untuk menghasilkan laba yang tersedia bagi pemegang saham. Nilai yang dipersepsikan oleh investor terhadap suatu organisasi akan semakin tinggi jika rasio ROE-nya tinggi. Artinya, nilai ROE akan semakin baik pula reputasi positif tersebut.

Tahir et al. (2021) menyatakan bahwa rasio ini akan menyatakan seberapa baiknya total modal yang digunakan oleh perusahaan. Nilai Return On Equity (ROE) yang baik dan lebih besar menyatakan bahwa pengelolaan modal yang dilakukan oleh manajemen perusahaan baik dalam menghasilkan laba bagi perusahaan sehingga hal ini mengindikasikan sinyal positif bagi pemegang saham untuk memperoleh pengembalian.

Rasio ini, menurut Rivandi & Pratiwi (2021), menunjukkan seberapa baik ekuitas digunakan. Peningkatan yang terjadi pada nilai Return On Equity (ROE) mengindikasikan bahwa sebuah perusahaan akan menawarkan masa depan yang lebih baik sehingga dapat mengoptimalkan dan memperbesar kepercayaan investor dan memfasilitasi kemampuan tim manajemen untuk memperoleh modal dalam bentuk saham.

e. Earning Per Share

Laba per lembar saham atau kerap dikenal sebagai Earning Per Share (EPS) ini merupakan salah satu bagian dari rasio profitabilitas yang menyatakan seberapa besar jumlah keuntungan yang akan didapatkan oleh investor per lembar sahamnya. Menurut, Tandelilin (2010:373), rasio ini mengungkapkan berapa banyak keuntungan bersih yang ada untuk didistribusikan kepada para pemegang saham. Keuntungan pada periode tertentu yang diperoleh suatu organisasi maupun perusahaan meningkat dibarengi dengan peningkatan Earning Per Share (EPS). Investor biasanya melihat ini sebagai indikasi yang baik karena menunjukkan bahwa perusahaan lebih mungkin menghasilkan uang pada setiap saham yang dimilikinya. Rasio yang dikenal sebagai laba per saham (EPS) menampilkan nilai dalam rupiah yang diperoleh dari setiap saham biasa (Syamsuddin, 2009). Sofyan Syafri Harahap (2009) menyatakan bahwa EPS adalah metrik yang digunakan untuk mengevaluasi kapasitas setiap saham untuk menghasilkan laba. Dengan demikian, EPS secara umum dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal mereka, karena dengan hal tersebut pula investor dapat melihat kinerja perusahaan dan bagaimana manajemen perusahaan berusaha untuk berpihak pada mereka. EPS juga berfungsi sebagai metrik keberhasilan bagi sebuah perusahaan. Kasmir (2012) menyatakan bahwa rasio ini atau diakui sebagai rasio nilai buku merupakan sebuah statistik yang biasanya digunakan untuk mengindikasikan bahwa kinerja manajemen perusahaan sudah baik dalam memaksimalkan keuntungan bagi para investor.

Metode

Pada penelitian yang dilakukan kali ini, metode yang digunakan adalah kajian literatur. Tahap pertama dan paling krusial dalam menyusun rencana penelitian adalah menulis kajian literatur. Tujuannya adalah untuk menghasilkan tulisan tentang perihal tertentu dan topik- topik menarik lainnya. Kajian literatur memerlukan pencarian dan penelitian pustaka dengan membaca sejumlah buku, jurnal, dan publikasi lain yang berkaitan dengan topik penelitian (Marzali, 2016). Peneliti nantinya menemukan pustaka yang memiliki keterikatan yang saham dengan permasalahan yang dikaji, mengenai teori, variabel, serta metode yang telah dipergunakan pada penelitiannya untuk menghasilkan karya tulis ilmiah, seperti tesis, skripsi, dan disertasi (Marzali, 2016). Kajian literatur dilakukan dengan pemahaman bahwa ilmu pengetahuan selalu berkembang dan peneliti sebelumnya telah meneliti topik penelitian yang akan diteliti, serta bahwa peneliti dapat memperoleh manfaat dari karya pendahulunya. Dengan demikian, subjek dan isu tersebut telah diteliti oleh peneliti lain sebelum peneliti. Para peneliti mendasarkan penyelidikan mereka sendiri pada analisis komparatif dari studi penelitian orang lain. Para peneliti kemudian menghasilkan karya baru dengan mengkritisi artikel penelitian orang lain.

Secara khusus, artikel ini akan mencakup tinjauan pustaka yang dapat digunakan siswa untuk mendukung studi mereka sendiri, khususnya mereka yang sedang belajar cara menulis artikel ilmiah (Marzali, 2016). Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kualitatif dan tinjauan pustaka. dengan menggunakan buku dan jurnal—yang ditemukan secara luring di perpustakaan atau online yang diperoleh melalui Mendeley, Google Scholar, Publish or Perish, Ipusnas, dan media online lainnya untuk menganalisis hipotesis dan hubungan antara variabel. Tinjauan pustaka harus digunakan secara konsisten dalam penelitian kualitatif dengan kata lain, tinjauan pustaka harus digunakan secara induktif untuk menghindari mengarahkan pertanyaan peneliti. predikat penting untuk melakukan investigasi eksploratif, yang merupakan sifat penelitian (Ali, H., & Limakrisna, 2013).

Data, Diskusi, Dan Hasil/Temuan

Beberapa banyak uang diperlukan agar sebuah perusahaan dapat berkembang, itulah alasan beberapa perusahaan menetapkan untuk go public dan menempuh pasar modal. Perusahaan yang menempuh pasar modal mungkin memasarkan saham mereka terhadap calon investor untuk mendapatkan uang. Investor akan memasukkan uang ke perusahaan mungkin dalam bentuk saham, yang menggambarkan surat berharga. Masing-masing saham yang diterbitkan perusahaan mempunyai nilai inheren yang merupakan gambaran kesehatan dan kinerja perusahaan. Kualitas pasar sahamnya sering kali menggambarkan mutu saham tertera. Nilai yang dibayarkan investor bagi satu unit kepemilikan di perusahaan disebut harga saham, dan termotivasi karena beberapa faktor  internal dan eksternal.

Harga saham dapat menghadapi fluktuasi jangka pendek akibat volatilitasnya. Misalnya, investor mungkin bisa menguji berbagai komponen yang dapat memengaruhi harga saham. Sebagaimana yang sudah diucapkan sebelumnya, keunggulan internal dan eksternal menandakan faktor signifikan yang akan berdampak signifikan pada peralihan nilai saham. Faktor-faktor ini muncul apabila kapasitas perusahaan diselidiki secara menyeluruh memanfaatkan berbagai teknik, seperti memeriksa kinerja keuangannya. Kinerja keuangan suatu perusahaan mencerminkan bayangan kondisi keuangannya yang dianalisis memerlukan metode analisis keuangan akan memahami apakah kondisi keuangan perusahaan normal atau cacat dan seberapa baik kemampuannya dalam durasi waktu tertentu. Kinerja keuangan perusahaan dapat ditaksir menggunakan laporan keuangan yang tersaji oleh manajemen perusahaan (Iswandi 2022).

Kompetensi keuangan suatu perusahaan dapat diselidiki menggunakan beragam cara untuk mendapatkan bayangan penuh mengenai kemampuan dan keadaan keuangan perusahaan. Analisis rasio keuangan ialah salah satu teknik untuk melaksanakan analisis kinerja keuangan. Salah satu rasio yang dimanfaatkan investor untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan ialah rasio profitabilitas, yang mengamati kinerja perusahaan untuk mengeluarkan laba atas penjualan, aset, dan ekuitas yang dipegang. Investor bisa memanfaatkan ukuran profitabilitas semacam laba atas aset atau ROA, laba atas ekuitas atau ROE, dan laba per saham atau EPS untuk menaksir kinerja perusahaan. Dampak dari Earnings Per Share (EPS), Return on Equity (ROE), dan Return on Asset (ROA) terhadap harga saham bisnis perbankan yang tercantum di Bursa Efek Indonesia (BEI) dianalisis dalam artikel ini. Pengkaji mengevaluasi dan menyamakan temuan sejumlah penelitian sebelumnya yang mengamati imbas ketiga variabel tersebut kepada harga saham dalam jangka periode waktu sampai saat ini melampaui tinjauan pustaka. Untuk menaksir keselarasan dan deviasi hasil, setiap ikhtisar yang diambil dari literatur dipertanyakan dengan eksploratif. Metode ini pada akhirnya menciptakan pembelajaran baru dan memperdalam interpretasi kita mengenai fluktuasi di balik hubungan antara ROA, ROE, EPS, dan harga saham di sektor perbankan. Berikut dijabarkan penelitian terdahulu mengenai bagaimana pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) terhadap harga saham perusahaan di sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sebagai berikut:

No.Penelitian (Tahun)Judul PenelitianHasil Penelitian
1.Dian Indah Sari (2021)Pengaruh ROA, ROE, dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2019ROA, ROE, dan EPS memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan perbankan pada periode 2016-2019.
2.Rosdian Widiawati, Watung Ventje Ilat (2016)Pengaruh Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-

2015

ROA, NPM, dan EPS

berpengaruh signifikan terhadap harga saham, secara simultan dan parsial.

3.Heru Andika Pratama, Afriyeni Afriyeni (2022)Pengaruh DER, ROA, ROE Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaDER berpengaruh signifikan terhadap harga saham , ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham, ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham
4.Nurhayati, Denny Yudiantoro (2022)Pengaruh ROA, ROE, dan DER Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEIDER berpengaruh signifikan terhadap harga saham , ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham, ROE berpengaruh signifikan terhadap harga saham
5.Wasis Sujatmiko (2019)Pengaruh ROE, ROA, dan EPS Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaReturn On Equity (ROE) dan Earning Per Share (EPS) berpengaruh signifikan terhadap harga saham, Return On Asset (ROA) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham,
6Riski Pasaoran, Sri Wineh, Gita Suliska, Rd. Ade Tribuana Anjaya (2023)Pengaruh ROA, ROE, dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan di Bursa Efek IndonesiaROA, ROE, dan EPS berpengaruh terhadap harga saham
7.Purwanti (2020)Pengaruh ROA, ROE, dan NPM Terhadap Harga Saham Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di

BEI Periode 2015-2019

ROA, ROE, dan NPM secara parsial berpengaruh positif terhadap harga saham
8.I Gusti Ayu Arista Dewi, I Gusti Ngurah Bagus Gunadi, I Wayan Suarjana (2020)Pengaruh Rasio Pasar dan Rasio Profitabilitas Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa

Efek Indonesia

ROA, ROE, EPS dan PBV berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham
9Rahmawati Fadila, Muhammad Saifi (2018)Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Penutupan  Saham (Studi Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016)EPS, ROA, dan NPM secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga penutupan saham

Return on Asset (ROA) Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Perbankan

Investor dapat mengevaluasi kapasitas perusahaan dari waktu ke waktu dengan mengamati Return On Asset (ROA) yang menggambarkan salah satu tolak ukur profitabilitas. Rasio ini menganalogikan laba bersih sesudah pajak perusahaan bersama total asetnya. Pengendalian aset perusahaan oleh manajemen menyelesaikan tinggi atau rendahnya Return On Asset (ROA) dan menggambarkan kinerja dan aktivitas perusahaan. Sementara ROA dihitung, semakin besar mutunya, progresif efektif aset perusahaan dalam menciptakan laba. Selain itu, semakin tidak efektif aset perusahaan dalam menciptakan laba, semakin rendah mutu ROA. Delapan dari sepuluh peneliti menyatakan bahwa Return On Asset (ROA) mempunyai efek terhadap harga saham perusahaan industri perbankan dalam periode tahunannya masing-masing dependen invensi penelitian sebelumnya. Dengan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,005, pada artikel pertama (Dian Indah Sari, 2021) dijelaskan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel harga saham usaha perbankan semasa tahun 2016 hingga tahun 2019. Kemudian menurut penelitian tambahan (Rosdian Widiawati Watung dan Ventje Ilat, 2016) nilai ROA mempunyai stadium signifikansi sebesar 0,006. Berikutnya sesuai dengan pandangan pengujian (Heru Andika Pratama dan Afriyeni Afriyeni, 2022) pengaruh ROA terhadap harga saham adalah signifikan secara parsial (nilai t hitung: 3,1981, t tabel: 1,65279, nilai signifikan: 0,0016 < 0,05). Berkaitan dengan analisis yang sudah dijalankan oleh para akademisi terkemuka dapat dinilai mengenai harga saham pada sektor perbankan dipengaruhi oleh nilai Return On Asset (ROA). Secara analitis, keunggulan perusahaan untuk mendapatkan laba bersih dari asetnya berkorelasi eksplisit dengan nilai Return On Asset (ROA)-nya. Nilai ROA yang lebih tinggi memperlihatkan mengenai perusahaan lebih efisien dalam hal ini. Dari prospek investor, nilai ROA yang gigih dari perusahaan perbankan ini dapat memperlihatkan manajemen risiko dan stabilitas keuangan yang baik, provokatif modal dan memajukan harga saham naik. Sebentulnya bank juga mempunyai kualitas kompetitif jika ROA-nya lebih tinggi daripada kompetitornya dan jika evaluasi perkembangan yang menjulang mewujudkan harga saham yang lebih tinggi. Daya tariknya bagi investor yang mencari pemulihan yang stabil menjulang ketika ROA-nya tinggi. ROA yang kuat juga bisa memengaruhi penunaian dividen. Dampaknya, biasanya ada hubungan positif antara ROA yang tinggi dan konsisten dengan harga saham organisasi perbankan.

Return on Equity (ROE) Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Perbankan

Return on Equity (ROE) merupakan statistik profitabilitas yang menunjukkan seberapa baik suatu perusahaan menggunakan modal pemiliknya untuk menghasilkan laba. Rasio ini dihitung dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan total modal. Bagaimana suatu perusahaan mengelola modalnya menentukan apakah Return on Equity (ROE)-nya tinggi atau rendah. Ketika return on equity (ROE) suatu perusahaan dinilai lebih tinggi menunjukkan perusahaan tersebut mengelola uang dengan lebih efisien. Sebaliknya, skor ROA yang lebih rendah menunjukkan manajemen modal yang tidak efisien. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, lima dari sembilan peneliti menyatakan bahwa return on equity (ROE) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham perusahaan industri perbankan dengan periode tahunannya masing-masing. Menurut artikel pertama (Donal Samosir dan Syifa Pramudita

Faddila, 2023) menemukan bahwa tidak ada hubungan yang terlihat antara harga saham dan variabel ROE. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh Riski Pasaoran, Sri Wineh, Gita Suliska, dan Rd. Ade Tribuana Anjaya (2023), sejak tahun 2014 hingga 2019, harga saham perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tidak menunjukkan korelasi terhadap return on equity. Selanjutnya, menurut (Ibrahim Hasballah, 2022), ROE tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham perbankan. Dapat disimpulkan dari studi penelitian sebelumnya bahwa harga saham perusahaan perbankan tidak dipengaruhi oleh angka Return on Equity (ROE). Secara teoritis, return on equity (ROE) menunjukkan seberapa baik suatu perusahaan tersebut mengelola uang untuk menghasilkan laba, semakin tinggi ROE maka semakin baik. Investor melihat Return on Equity (ROE) yang tinggi sebagai indikator kesehatan perusahaan dan kemampuan manajemen dalam pengelolaan modal, yang dapat menyebabkan kenaikan nilai saham. Kebijakan dividen yang efektif biasanya dikaitkan dengan laba atas ekuitas (ROE) yang kuat, menarik investor yang mencari aliran pendapatan yang stabil. Akibatnya, hubungan positif biasanya ditemukan antara ROE yang tinggi dan konsisten dengan harga saham perusahaan perbankan.

Earning Per Share (EPS) Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Perbankan

Laba bersih perusahaan per saham yang beredar dihitung dengan rasio yang disebut sebagai laba per saham (Earning per Share atau EPS), yang merupakan metrik penting untuk menilai keberhasilan finansial karena memberikan investor gambaran komprehensif tentang profitabilitas perusahaan. Jika perusahaan memiliki nilai laba per saham (EPS) yang tinggi, itu mungkin menunjukkan bahwa bisnis tersebut dapat menghasilkan laba yang kuat. Sebaliknya, nilai EPS yang rendah menunjukkan hasil keuangan yang di bawah standar. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, lima dari delapan peneliti menyatakan bahwa harga saham bisnis industri perbankan dengan periode tahunannya masing-masing dipengaruhi oleh Earning Per Share (EPS). Menurut artikel pertama (Dian Indah Sari, 2021), menyatakan bahwa variabel harga saham dipengaruhi oleh variabel EPS. Selain itu, penelitian lain (Riski Pasaoran, Sri Wineh, Gita Suliska, Rd. Ade Tribuana Anjaya, 2023) menemukan bahwa harga saham bisnis perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia antara tahun 2014 dan 2019 dipengaruhi oleh laba per saham. Selanjutnya, menurut (Yolanda Bella Octavia, 2018), evaluasi harga perusahaan dapat dipertimbangkan karena EPS memiliki nilai substansial 0,000 < 0,050. Akibatnya, EPS mempengaruhi harga saham. Dapat disimpulkan dari studi penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa harga saham bisnis industri perbankan dipengaruhi oleh angka Earning Per Share (EPS). Secara teoritis, kemampuan sebuah perusahaan untuk menghasilkan laba per saham dapat diukur dengan laba per saham (EPS), dengan EPS yang lebih tinggi menunjukkan kinerja yang lebih baik. Profitabilitas yang tinggi dan EPS yang tinggi menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan. Kebijakan dividen yang efektif sering dikaitkan dengan EPS yang kuat, menarik investor yang mencari pendapatan. Akibatnya, EPS yang tinggi dan harga saham perusahaan yang stabil berkorelasi positif.

Return on Asset (ROA), Return on Equity (ROE), maupun Earning Per Share (EPS) Berdampak pada Harga Saham

Laba atas aset (ROA), sebuah ukuran profitabilitas, menunjukkan seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan keuntungan. Studi menunjukkan bahwa ROA secara signifikan dan positif mempengaruhi harga saham di sektor perbankan. ROE (Return on Equity) adalah metrik yang menunjukkan seberapa baik sebuah perusahaan menggunakan modal pemegang sahamnya untuk menghasilkan laba. Tetapi hasil penelitian tentang pengaruhnya terhadap harga saham industri perbankan berbeda-beda. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ROE tidak selalu mencerminkan kinerja yang secara langsung memengaruhi harga saham, tepapi sebagian besar studi yang dikutip menunjukkan bahwa ROE tidak memiliki dampak yang terlihat pada harga saham. Secara teoritis laba atas ekuitas (ROE) yang tinggi menunjukkan manajemen modal yang efektif, temuan aktual menunjukkan bahwa ROE dalam industri perbankan tidak selalu memainkan peran utama dalam menetapkan harga saham.

Investor sering menggunakan Earning Per Share (EPS), rasio yang menunjukkan laba bersih yang diperoleh per saham, sebagai ukuran profitabilitas perusahaan. Studi penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa EPS secara signifikan dan positif memengaruhi harga saham di industri perbankan. Secara umum, harga saham perusahaan perbankan dipengaruhi secara positif oleh ROA dan EPS, yang dianggap sebagai faktor yang lebih signifikan dalam memprediksi perubahan harga saham dalam industri perbankan.

Kesimpulan

Harga saham suatu perusahaan mencerminkan keberhasilan bisnisnya, beserta faktor eksternal lainnya. Dengan menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan, khususnya di sektor perbankan, investor dapat menentukan apakah harga saham sejalan dengan kinerja tersebut. Rasio profitabilitas dan likuiditas merupakan salah satu statistik yang digunakan investor untuk menilai keberhasilan finansial. Tinjauan pustaka ini mengkaji dampak rasio profitabilitas, khususnya Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earnings Per Share (EPS), terhadap harga saham perusahaan perbankan Indonesia.

Tinjauan kami, yang diambil dari berbagai sumber daring termasuk Mendeley, Google Scholar, Publish or Perish, Ipusnas, dan lainnya, menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara ROA, ROE, EPS, dan harga saham. Hal ini sejalan dengan hipotesis dasar bahwa penilaian investor terhadap suatu perusahaan dipengaruhi oleh kinerja keuangan, sebagaimana tercermin dalam rasio-rasio ini, yang pada akhirnya memengaruhi harga saham. Namun, beberapa penelitian menyajikan temuan yang bervariasi, yang menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara harga saham dan indikator-indikator ini. Beberapa faktor dapat menjelaskan perbedaan ini, beberapa diantaranya :

1) Periode Pengumpulan Data: Pergeseran industri, peraturan, atau ekonomi selama periode tertentu dapat memengaruhi hubungan antara rasio keuangan dan harga saham. Misalnya, sentimen pasar selama krisis ekonomi mungkin lebih besar daripada kinerja keuangan perusahaan dalam memengaruhi fluktuasi harga saham.

2) Ukuran Sampel: Variasi dalam ukuran sampel dapat memengaruhi signifikansi statistik hasil. Sampel yang lebih besar cenderung menghasilkan hasil yang lebih andal, sementara sampel yang lebih kecil mungkin tidak sepenuhnya menangkap gambaran keseluruhan.

3) Volatilitas Harga Saham: Faktor eksternal seperti berita, sentimen pasar, dan kebijakan ekonomi makro dapat secara signifikan memengaruhi pergerakan harga saham. Fluktuasi jangka pendek sering terjadi, yang menyebabkan perbedaan antar data dari berbagai sumber.

Mempertimbangkan faktor-faktor ini membantu menjelaskan variasi dalam temuan penelitian. Oleh karena itu, ketika mengevaluasi hubungan antara kinerja keuangan dan harga saham, sangat penting untuk mempertimbangkan dinamika pasar dan kondisi ekonomi selama periode penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Dewi, I.G.A., Gunadi, I.G.N.B., & Suarjana, I.W. (2020). Pengaruh Rasio Pasar dan Rasio Profitabilitas terhadap Return Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Values, 1(3), Universitas Mahasaraswati Denpasar. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/value/article/view/1273

Fadila, R., & Saifi, M. (2018). Pengaruh Earning Per Share (EPS), Return On Equity (ROE),dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Harga Penutupan Saham (Studi Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016).Repository.ub.ac.id, 1-159.

Nurhayati, & Yudiantoro, D. (2022). Pengaruh ROA, ROE, Dan DER Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI. Jurnal Ekonomi,Manajemen,Bisnis dan Sosial (EMBISS), 311-321.

Pasaoran, R., Wineh, S., Suliska, G., & Tribuana Anjaya, R. (2023). Pengaruh ROA,ROE, dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen Sains, 1-9.

Pratama, H. A., & Afriyeni, A. (2022). Pengaruh DER,ROA,ROE Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. CREATIVE RESEARCH MANAGEMENT JOURNAL,72-81.

Purwanti. (2020). Pengaruh ROA,ROE,dan NPM Terhadap Harga Saham Perusahaan SektorPerbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2015-2019. Jurnal Aplikasi Manajemen,  Ekonomi  dan  Bisnis, 5(1), 75–84. https://doi.org/10.51263/jameb.v5i1.115

Sari, D. I. (2021). Pengaruh ROA,ROE dan EPS Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2016-2019. Tirtayas EKONOMIKA, 83- 96.

Sujatmiko, Wasis. (2019). Pengaruh ROE, ROA, dan EPS Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. DSpace UII. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/18299

Watung, R. W., & Ilat, V. (2016). Pengaruh Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Perbankan Di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2015. Jurnal EMBA, 518-529.

Ucapan Terima Kasih

Dengan diselesaikannya penelitian ini, maka penulis berharap bahwa penelitian ini dapat membantu pembaca untuk memahami bagaimana pengaruh dari rasio profitabilitas, dengan beberapa indikator rasio, yaitu Return On Asset (ROA), Retrun On Equity, dan Earning Per Share terhadap harga saham perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi literatur, dengan mengacu pada 9 artikel pendahulu untuk memahami bagaimana pengaruh ROA, ROE, dan EPS terhadap harga saham perusahaan perbankan.

Tentu saja penelitian ini masih banyak sekali kesalahan dan kekurangan dalam penelitan ini. Oleh karena itu, harapan penulis adalah berharapa bahwa penelitian selanjutnya dapat Lebih baik lagi. Penulis sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam proses penulisan penelitian ini dari awal hingga akhir, tentu saja tanpa bantuan pihak-pihak tersebut penelitian ini tidak dapat terselsaikan dengan baik.

  • Homepage
WhatsApp us: +6285298877111

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Topics
    • Berita
    • Internasional
    • Bisnis
    • Kolom Opini
    • Citizen
    • Education
    • Essay
    • Featured
    • Hukum
    • Artikel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Projects
    • Riset
    • Sains

© 2025 - PT Jurnal Post Indonesia. All Rights Reserved.