
Jember, JurnalPost.com – Tim mahasiswa KKN PMM dari Universitas Jember menciptakan inovasi dalam upaya perlindungan komoditas cabai dari serangan hama serangga. Inovasi tersebut berupa perangkap serangga yang dikenal sebagai Yellow Bowl Trap, diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kerugian yang dialami petani cabai akibat serangan hama.
Perangkap Yellow Bowl Trap dirancang dengan memanfaatkan warna kuning yang dikenal dapat menarik berbagai jenis serangga hama, terutama tanaman cabai. Warna kuning pada perangkap tersebut sangat efektif dalam memancing serangga hama seperti kutu kebul, lalat buah, dan thrips, yang merupakan ancaman utama bagi tanaman cabai. Dengan menarik serangga-serangga ke dalam perangkap, petani dapat mengurangi populasi hama secara signifikan di lahan pertanian mereka, sehingga membantu melindungi tanaman cabai dari kerusakan yang dapat mengurangi hasil panen.
Menurut Ketua Tim KKN, (R. Helmy Ramadianto), perangkap serangga Yellow Bowl Trap bekerja dengan cara menarik serangga hama menggunakan warna kuning yang mencolok, kemudian serangga tersebut akan jatuh ke dalam mangkuk yang berisi larutan sabun atau air deterjen. Cairan tersebut berfungsi untuk membuat serangga tidak bisa terbang kembali sehingga mengurangi populasi hama secara signifikan di lahan pertanian.
Cara pembuatan perangkap Yellow Bowl Trap cukup sederhana, dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang mudah didapat. Pertama, menyiapkan wadah berbentuk mangkuk berwarna kuning terang. Warna kuning dipilih karena terbukti efektif dalam menarik perhatian berbagai jenis serangga hama, khususnya yang sering menyerang tanaman cabai. Mangkuk diletakkan di atas kayu lapis (tripleks) ukuran 20 × 20 cm dengan penyangga bambu panjang 1 m menggunakan perekat lem atau paku. perangkap Yellow Bowl dilengkapi dengan penutup plastik dengan penyangga stick bambu bertujuan agar terhindar dari air hujan.
Selanjutnya, mengisi mangkuk dengan campuran air dan deterjen serta alkohol perbandingan 1:1. Larutan berfungsi sebagai perangkap cair yang akan membuat serangga tidak bisa terbang kembali setelah mendarat. Peletakkan perangkap Yellow Bowl Trap diletakkan pada demplot berukuran 10 m × 10 m secara diagonal di sekitar area tanaman cabai. Pola pemasangan diagonal bertujuan distribusi perangkap menjadi lebih merata di seluruh area tanaman, sehingga dapat mencakup berbagai titik masuk dan pergerakan serangga hama. Penting untuk memastikan bahwa posisi wadah stabil dan tidak mudah tumpah, sehingga perangkap dapat berfungsi dengan baik.
Kelompok Tani Dusun Barat Sawah, Desa Rowosari menyambut baik inovasi tersebut. Ketua kelompok Tani Mekarsari (H. Muzakki), menyatakan bahwa “Adanya pengenalan perangkap serangga dari Adik-adik KKN, menjadi ilmu baru bagi kami untuk mengendalikan hama secara lebih murah dan ramah lingkungan. Biasanya banyak hama pada lahan cabai seperti kutu kebul, lalat buah dan thrips. Semoga dengan pemasangan perangkap hasilnya dapat membantu dalam menjaga hasil panen cabai kami,” tambahnya.
Program KKN tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas dalam menciptakan inovasi-inovasi sederhana namun bermanfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan petani. Tim KKN PMM UNEJ berharap agar Yellow Bowl Trap dapat terus digunakan dan dikembangkan di berbagai daerah lain yang mengalami permasalahan serupa. Dengan penyebaran inovasi tersebut, diharapkan petani dapat lebih mandiri dalam mengatasi tantangan hama, mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya, dan meningkatkan hasil panen mereka secara berkelanjutan.
Penulis: Azizul Nur Irza Ihtizar dan Yunus Hidayat