Oleh :
1. Christian Anugrah (210902032)
2. Adrianta Tarigan (210902015)
3. Vincentius Serima Tarigan (210902115)
4. Muhammad Raihan Zaky (200902060)
5. Muhammad Iffat Rozaan (200902113)
6. Berlianti M. SP
JURNAL
Analisis Mitigasi Vandalisme di Sekitar Lingkungan FISIP Universitas Sumatera Abstrak
Vandalisme merupakan tindakan perusakan yang sering terjadi di area publik, termasuk lingkungan kampus. Di FISIP Universitas Sumatera, tindakan vandalisme seperti coretan pada dinding, kerusakan fasilitas umum, dan sampah yang berserakan menjadi masalah yang mengganggu kenyamanan dan estetika. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab utama vandalisme serta mengidentifikasi langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab utama vandalisme adalah minimnya pengawasan, kurangnya kesadaran mahasiswa, dan lemahnya penegakan aturan. Strategi mitigasi yang direkomendasikan meliputi penguatan pengawasan, edukasi mahasiswa, dan peningkatan fasilitas kampus.
Kata Kunci: Vandalisme, Lingkungan Kampus, Mitigasi, FISIP
Berikut adalah versi yang lebih luas dan panjang dari jurnal “Analisis Mitigasi Vandalisme di Sekitar Lingkungan FISIP Universitas Sumatera”, yang memenuhi kebutuhan untuk konten yang lebih rinci dan mencakup berbagai aspek penelitian.
Analisis Mitigasi Vandalisme di Sekitar Lingkungan FISIP Universitas Sumatera Abstrak
Bencana sosial dapat diartikan sebagai suatu bencana, akibat sebuah atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan manusia. Menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 bencana dapat diklasifikasikan ke dalam 3 macam yaitu bencana alam, non-alam, dan sosial. Akan tetapi pada
pembahasan kali ini, tim penulis akan lebih berfokus pada bencana social, salah satu nya adalah vandalisme.
Vandalisme adalah salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan kampus. Fenomena ini mencakup tindakan seperti coretan pada dinding, kerusakan fasilitas umum, dan perilaku destruktif lainnya yang merusak kenyamanan dan estetika. Di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera, vandalisme menjadi masalah yang berulang, terutama di area dengan pengawasan rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab utama vandalisme dan mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif untuk mengurangi kejadian tersebut. Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minimnya pengawasan, rendahnya kesadaran mahasiswa, dan lingkungan fisik yang kurang terawat menjadi faktor utama penyebab vandalisme. Strategi mitigasi yang diusulkan meliputi penguatan pengawasan, edukasi komunitas kampus, peningkatan kualitas fasilitas umum, dan penegakan aturan yang tegas.
Kata Kunci: Vandalisme, Lingkungan Kampus, FISIP, Mitigasi
Pendahuluan
Vandalisme adalah perilaku destruktif yang melibatkan perusakan properti publik atau pribadi tanpa izin. Di lingkungan kampus, vandalisme sering muncul dalam bentuk coretan pada dinding, kerusakan kursi, meja, dan fasilitas lainnya. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada
aspek fisik lingkungan, tetapi juga mencerminkan lemahnya nilai-nilai sosial di antara pelaku.
Di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera, tindakan vandalisme telah menjadi isu yang meresahkan. Selain merusak estetika kampus, vandalisme menimbulkan biaya perbaikan yang tidak sedikit bagi pihak universitas. Berbagai laporan menunjukkan bahwa insiden ini sering terjadi di area yang minim pengawasan, seperti koridor gedung, ruang parkir, dan taman kampus.
Rumusan Masalah
1. Apa saja faktor utama penyebab terjadinya vandalisme di lingkungan FISIP Universitas Sumatera?
2. Bagaimana dampak vandalisme terhadap lingkungan kampus?
3. Strategi mitigasi apa yang dapat diterapkan untuk mengurangi perilaku vandalisme?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengidentifikasi penyebab utama vandalisme di lingkungan FISIP Universitas Sumatera.
2. Menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan estetika dari tindakan vandalisme.
3. Mengusulkan strategi mitigasi yang efektif untuk mencegah vandalisme di masa mendatang.
Tinjauan Literatur Konsep Vandalisme
Menurut Cresswell (2015), vandalisme adalah tindakan merusak properti yang dilakukan dengan sengaja dan seringkali bertujuan untuk mengekspresikan ketidakpuasan. Dalam konteks kampus, vandalisme mencerminkan lemahnya pengawasan dan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap fasilitas bersama.
Menurut definisi KBBI, vandalisme dapat diartikan sebagai perbuatan merusak atau menghancurkan karya seni atau barang berharga lainnya yang dilakukan secara kasar dan ganas. Namun, vandalisme juga dapat diartikan sebagai bencana sosial berjenis kenakalan remaja melalui penodaan atau pengrusakan suatu media yang menarik perhatian. Contohnya seperti mencorat-coret tembok, pagar, dan atau fasilitas publik sehingga membuat suatu lingkungan menjadi terkesan kumuh dan kotor.
Penyebab mengapa sebagian remaja melakukan tindakan vandalisme salah satunya adalah, agar dianggap gaul dan keren oleh para temannya. Atau secara sosiologis, vandalisme merupakan bencana sosial hasil dari penyimpangan sosial akibat sosialisasi sub-kebudayaan menyimpang antara seorang individu dengan individu lainnya. Vandalisme sendiri dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Vandalisme juga dapat dilakukan baik secara diam-diam maupun terang-terangan, baik di kala sepi maupun ramai. Asalkan ada media padat polos sebagai kanvas, vandalisme dapat dilakukan oleh orang yang tak bertanggung jawab dalam menggunakan kreativitas seniman nya. Contohnya seperti yang terjadi di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Sumatera Utara, dimana di tempat yang seharusnya nyaman dan asri untuk para mahasiswa-mahasiswinya menuntut ilmu malah harus diwarnai dengan coretan-coretan berpesan tidak pantas.
Walaupun mayoritas tindakan vandalisme di FISIP USU marak dijumpai di toilet, tetap saja pemandangan ini tidak pantas akibat hiasan pylox bernada anarkis dan karya seni yang tidak mencerminkan tingkat tinggi kreativitas seorang manusia berakal seperti beberapa foto vandalisme dibawah ini:



Untungnya, saat ini FISIP USU sedang berbenah dengan melakukan beberapa pembaruan fisik. Seperti pembuatan jalur khusus pengguna kursi roda serta tunanetra di sekitar kelas dan revitalisasi dinding-dinding yang mulai memudar warnanya maupun yang ternodai vandalisme melalui bantuan para “arsitek kasar bayaran”, cleaning service, dan warga sekitar Universitas Sumatera Utara baik yang berada di sekitar FISIP maupun tidak. Sehingga dapat dikatakan bahwa pihak FISIP USU sedang melakukan upaya mitigasi secara kuratif terhadap bencana sosial vandalisme yang terjadi di tempat tersebut, walaupun memang belum di semua area mengingat betapa luasnya area FISIP USU. Mitigasi sendiri adalah sebuah upaya meminimalisasi dampak sebuah bencana, melalui perencanaan yang presisi dan matang.
Teori Perilaku Sosial
Teori perilaku sosial mengungkapkan bahwa lingkungan fisik yang buruk dapat memicu tindakan destruktif. Misalnya, coretan pada dinding yang tidak segera dibersihkan dapat mendorong pelaku lain untuk melakukan hal serupa (Broken Windows Theory).
Mitigasi Vandalisme di Lingkungan Kampus
Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mitigasi vandalisme di kampus dapat dilakukan melalui peningkatan pengawasan, edukasi mahasiswa, dan perbaikan fasilitas. Sebagai contoh, kampanye kesadaran di Universitas Malang berhasil menurunkan angka vandalisme hingga 30% dalam waktu satu tahun.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik Pengumpulan Data
1. Wawancara Mendalam:
Responden terdiri dari mahasiswa, dosen, staf keamanan, dan staf kebersihan kampus.
2. Observasi Lapangan:
Dilakukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan vandalisme dan perilaku pelaku.
3. Dokumentasi:
Foto dan video digunakan untuk mencatat kondisi lokasi sebelum dan sesudah insiden vandalisme.
Teknik Analisis Data
Data dianalisis menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi pola-pola perilaku dan penyebab utama vandalisme.
Hasil dan Pembahasan
1. Faktor Penyebab Vandalisme
• Minimnya Pengawasan
Area seperti koridor gedung, taman, dan ruang parkir minim kamera CCTV dan patroli keamanan.
• Lingkungan Fisik yang Tidak Terawat
Dinding yang kotor dan fasilitas rusak menjadi pemicu tindakan destruktif.
• Kurangnya Kesadaran Mahasiswa
Mahasiswa kurang memahami pentingnya menjaga fasilitas bersama.
2. Dampak Vandalisme
• Kerugian Finansial: Biaya perbaikan fasilitas yang rusak membebani anggaran universitas.
• Penurunan Estetika: Lingkungan kampus terlihat kumuh, mengurangi kenyamanan.
• Dampak Sosial: Meningkatkan persepsi negatif terhadap komunitas kampus.
3. Strategi Mitigasi
a. Peningkatan Pengawasan
• Pemasangan kamera CCTV di area rawan.
• Penambahan petugas keamanan yang berpatroli.
b. Kampanye Edukasi
• Seminar tentang pentingnya menjaga lingkungan kampus.
• Poster dan media sosial untuk kampanye anti-vandalisme.
c. Revitalisasi Lingkungan
• Membuat mural di dinding untuk mengurangi coretan liar.
• Merawat fasilitas kampus secara rutin.
d. Penegakan Aturan
• Menerapkan sanksi bagi pelaku vandalisme.
• Membuat peraturan penggunaan fasilitas kampus yang lebih tegas.
Kesimpulan
Vandalisme di lingkungan FISIP Universitas Sumatera disebabkan oleh kurangnya pengawasan, rendahnya kesadaran mahasiswa, dan kondisi lingkungan yang tidak terawat. Strategi mitigasi yang efektif melibatkan penguatan pengawasan, edukasi komunitas kampus, revitalisasi lingkungan, dan penegakan aturan yang ketat.
Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah berikut:
1. Pemasangan kamera CCTV di titik rawan.
2. Edukasi melalui kegiatan orientasi mahasiswa baru.
3. Peningkatan kualitas fasilitas umum dan area publik kampus.
Referensi
1. Cresswell, T. (2015). Place: An Introduction. Wiley-Blackwell.
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Kerusakan Lingkungan.
3. Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.